
Zahra, memilih beberapa gaun muslimah untuk di pakainya nanti. Sebenarnya dia sangat keberatan untuk pergi,bersama Davis.
Namun bu Winata, membujuknya dan akhirnya menuruti saja. Akhirnya Davis,tahu. Siapa kelemahan Zahra, satu-satunya adalah ibunya sendiri. Sekarang Davis, memilih ide ia harus memperhatikan ibunya dan menuruti kemauan sang ibu.
"hemm...yang mana yah? Semuanya sangat bagus-bagus,". Gumam Zahra,ia kebingungan. Sesekali dia, menanting baju ke arah cermin.
Sedangkan Davis, nampak tersenyum melihat istrinya kebingungan memilih baju. "Bagus yang mana,bisa tidak kamu pilihkan". Rengek Zahra,kepada suaminya.
"Hemm... pilihlah yang warna biru,biar sama denganku". Senyum smrik Davis, membuat zahra nampak cemberut.
"Ogah,harus sama warnanya dengan mu". Tolak Zahra,ia tersenyum kecil. Nanti di kira orang kita sepasang serasi,yang penuh kasih sayang dan cinta.
Davis,hanya menyungging senyuman lalu meninggalkan istrinya tengah sibuk memilih baju.
Zahra, melihat ke arah pintu tak melihat sesosok sang suami. Kini giliran dia, mengintip suaminya. Terlihat Davis, mengenakan baju jasnya berwarna hitam.
Akhirnya Zahra,juga memilih gaun muslimah berwarna biru malam. Ia sedikit memakai makeup tipis, setelahnya dia menggunakan Hijabnya
Beberapa menit kemudian, Zahra menuruni anak tangga. Terlihat di ruang tamu, Davis dan lainnya tengah menunggu Davis,terpana dengan kecantikan dan keanggunan Zahra.
Apakah,dia akan ikut juga. ishhh... menyebalkan sekali, lama-lama milih gaun dan dandan. Ehhh... ambyar moodku sekarang,kalau dia benar-benar ikut.
"Dia ikut". Tunjuk Zahra, ke arah Kayla.
"Tentu,akukan adiknya. Sudah jelas, aku ikut". Jawab Kayla, langsung. Kak Davis,akan selalu memihak kepada ku. kau hanya istri bayangan saja,sok belagu segala.
"Ck,kau pergilah dengannya. Aku tidak jadi ikut". Zahra, tersenyum kecil lalu dia melangkah kakinya untuk pergi. Namun secepatnya, Davis menahan lengan Zahra.
"Dia akan pulang hari ini,juga. Dia,tidak ikut kita". Tegas Davis, dengan tatapan tajam.
Zahra, segera melepaskan cengkalan tangan suaminya. "Baiklah,kau dengar Kayla. Jika kau,tidak ikut".
Sial,kenapa kak Davis malah berpihak kepada Zahra sih?akukan adiknya,aku ingin ikut.
"Kak Davis,kenapa setega itu. Aku ingin ikut, Tante Winata ". Rengeknya Kayla,ia langsung merangkul lengan Davis.
"Jangan seperti ini Kayla,aku tidak suka di sentuh oleh dirimu". Davis, langsung menyingkirkan tangan Kayla. "Ayo,kita berangkat".
__ADS_1
Davis, langsung menarik lengan Zahra. Zahra,hanya tersenyum licik ke arah Kayla.
Kayla, menghentakkan kakinya dengan kesal. Sedangkan bu Winata,hanya cekikikan melihat mereka.
"Terimakasih, suamiku". senyum merekah Zahra,saat pintu mobil di buka oleh Davis.
Dengan tatapan aneh,saat zahra masuk ke dalam mobil lalu menutup kembali pintu mobilnya.
Kini mereka meninggalkan perkarangan rumah Davis,mobil membelah jalan raya. Zahra,hanya memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
"Jaga sikap mu,saat di sana nanti. Bersikaplah seperti seorang istri dan menjalani rumah tangga harmonis". Ucap Davis,ia menoleh ke arah Zahra.
"Hemm...tanpa kau beritahu,aku sudah paham". Jawab Zahra,tanpa menoleh ke arah Suaminya. "Gak usah pegang-pegang". Zahra, langsung menarik tangannya saat Davis menyentuhnya.
Davis, hanya tersenyum dan membenarkan posisi duduknya agar lebih dekat dengan Zahra.
Zahra,hanya diam tidak bisa kemana-mana sudah di himpit oleh Davis. Tangannya Davis,juga merangkul pundak Zahra dan mencium pucuk kepalanya.
Sontak Zahra, langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Ia terkejut dengan sikap sang suami,ia menoleh ke arah Davis yang tersenyum kecil kepadanya.
"Kenapa hemmm..." Tanya Davis,sambil naik turun kedua alisnya.
Zahra, terkejut saat Davis mencium bibirnya sekilas. Matanya membulat sempurna,ia sok mendapatkan ciuman dadakan.
"Davis...!!! Kau berani sekali mencium ku". Zahra, langsung membentak keras kepadanya. Davis,hanya terkekeh geli mendengar bentakan sang istri.
"Tentu,aku berani. Bahkan lebih dari itu,aku bisa". Seringai tajam Davis, kepada Zahra.
"Mesum" sungut Zahra,ia langsung membelakangi suaminya. "Kyaaakkkhhh...". Pekik Zahra, kini dia duduk di pangkuan Davis. "Kamu, lepaskan aku. Aku tak mau duduk di atas pangkuanmu".
"Ssshuuuussttt...diam, biarkan seperti ini". Davis, langsung menaruh telunjuk di bibir Zahra.
Zahra,hanya diam dengan wajah cemberut dan kesal. Aroma maskulin Davis,terasa di hidung Zahra. Kenapa aku, merasakan kedamaian di dekatnya. Sial, jangan sampai kau terpesona dengan ketampanannya. Ingat Zahra, jangan sampai kau luluh karena sikap manisnya.batin Zahra.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka telah sampai di tempat tujuan. Zahra,sibuk membenarkan pakaiannya dan riasan.
Ia keluar langsung menggandeng lengan Davis, mereka tersenyum kecil. Saat Seseorang menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
Zahra, calingukan melihat sekeliling ruangan tersebut. Begitu sangat meriah dan tamu undangan juga banyak berdatangan.
"Selamat datang,Tuan Davis dan siapa dia, cantik sekali". Seorang pria, menyambut kedatangan mereka.
"Terimakasih,pak Danu.Dia istriku, kenalkan namanya Zahra. Maaf,dia istriku". Cegah Davis,saat pria tersebut ingin bersalaman dengan Zahra.
"Salam kenal,Pak Danu". Zahra, langsung menangkup kedua tangannya ke arah depan. Apa dia tak mau, jika aku di sentuh oleh pria lain. Walaupun hanya berjabat tangan,Ck posesif sekali.
"Aaaahh...iya,salam kenal". Ternyata Tuan Davis, sangat posesif terhadap istrinya. Cantik juga, pilihan Davis apa lagi di lihat-lihat istrinya berbeda dengan wanita lainnya.
"Kami ingin ke sana dulu,pak Danu". Pamit Davis, langsung di angguki oleh Pak Danu.
Zahra,masih menggandeng lengan Davis. Nampak terlihat seperti suami-istri yang harmonis, padahal mereka tidak akur satu sama lain.
"Kita ke atas pelaminan dulu, mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Setelahnya langsung pergi,aku masih ada acara lainnya". Ucap Davis, mendengar ucapan sang suami.
Zahra, langsung tersenyum kecil. Ternyata dia hanya sebentar menemani Davis, setelah ini dia akan bebas.
"selamat atas pernikahan kalian,". Davis, langsung berjabat tangan dengan mempelai pria.
"Terimakasih, Tuan Davis. Apakah dia istrimu.hemmm".
"Tentu,dia istriku". Jawab Davis, tersenyum kecil.
"Selamat atas pernikahan kalian,". Zahra, mengucapkan selamat atas pernikahan mereka kepada mempelai wanita.
"Terimakasih,salam kenal yah". Jawab mempelai wanita tersebut. Zahra,hanya mengangguk dan tersenyum manis.
Selesai dengan semuanya, barulah Davis meninggalkan acara pernikahan tersebut. Tanpa mencicipi makanan, atau duduk sebentar.
Davis, pamit kepada pak Danu. Karena dia ada urusan penting,yang lainnya. sesampai di mobil, barulah Zahra melepaskan gandengan tangannya.
"kau bilang tadi,ada urusan penting. jadi aku tinggalkan,". tanya zahra, sambil menatap wajah tampan Suaminya.
"Tentu,kau akan ikut. mungkin makan nanti,kita akan pulang". jawab Davis, tersenyum smrik.
"Apa,malam baru pulang? gak,aku ada urusan penting juga. gak mau ikut,antar aku pulang". pinta Zahra, dengan kesal. kenapa aku ikut,bikin mood hancur saja.
__ADS_1
"ikut saja,kau akan senang nantinya". bisik Davis, langsung saja Zahra menjauhkan kepalanya. dengan tatapan marah dan wajah Cemberut, membuat Davis bertambah gemes saja.