ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Minta Rujuk


__ADS_3

Wahyu, beberapa kali meminta maaf dan rujuk kepada Zahra. Namun Zahra,tetap saja menolak ajakan mantan suaminya.


"Maafkan aku, mas. Aku tidak bisa kembali lagi,kepadamu. Pergilah mas,lebih baik kembali saja kepada Mbak Arini. Kasian anak kalian,dia masih kecil". Pinta Zahra. Jangan harap ada satu kesempatan lagi,mas. sudah cukup satu kali,aku bukan wanita bodoh. diluar sana banyak pria yang benar-benar, mencintaiku dan menyayangiku. walaupun memang benar,jika kamu berubah. maaf, pintu hatiku. benar-benar sudah tertutup rapat, untuk mu mas.


"Tidak Zahra,aku lebih baik balikkan denganmu. Daripada dengan Arini,dia adalah wanita pembawa sial". Bantah Wahyu, dengan emosi. sial,kenapa Zahra tidak mau rujuk kepadaku lagi. aaarghhh.... bagaimana ini, apakah aku paksa saja.


"Yang membawa sial itu,sifatmu mas. Karena sudah melakukan kesalahan besar, pergilah....!!! jangan ganggu kehidupan ku,lagu. Sampai kapan pun,jangan harap aku kembali kepadamu". Senyum smrik Zahra. yang salah itu,dirimu mas. tidak pernah bersyukur apa yang ada,hanya ada ambisius duniawi mu saja.


Zahra,tidak merasakan ada cinta di antara mereka. Yang ada hanyalah rasa benci,yang sudah mempermainkan dirinya dalam ikatan pernikahan.


"Mas, mohon.... berikan lah, kesempatan satu kali untuk mas... Plisss... Zahra, kembalilah kepada mas. Mas janji,akan memperlakukan dirimu seorang istri sesungguhnya". Wahyu, meraih tangan Zahra. Ayolah... Zahra, jangan menginjak-injak harga diriku sebagai laki-laki. merintih dan memohon kepada mu, seperti ini.


"Mas, lepasss...jangan pegang-pegang mas,". Pinta Zahra,ia memberontak terhadap mantan suaminya. Ya Allah, lindungilah aku. kenapa mas Wahyu, senekat ini. tolonglah aku, siapapun itu.


"Maafkan mas, Zahra. Mas,mohon.... kembalilah dan berikan kesempatan untuk mas". Wahyu, semakin nekat ingin memeluk tubuh Zahra. Rasakan kamu Zahra,makanya jangan macam-macam dengan ku. selagi aku lembut, seharusnya terima saja jangan sampai aku melakukan kasar seperti ini.


Namun Zahra, terus-menerus memberontak. "Lepasssss....mas". Rengeknya Zahra. Kenapa mas Wahyu, seperti ini.


Buughhhh.....


Bogem mentah di sudut bibirnya Wahyu,yang di berikan oleh seorang pria.


"Erwin,". Gumam Zahra,ia terkejut kapan Erwin tiba-tiba datang. Ya Allah, terimakasih atas pertolongan yangbm kau kirimkan. Zahra, membenarkan hijab yang sudah berantakan.


"Brengseeekk......!!! Berani-beraninya, menamparku" Wahyu, langsung bangkit ingin membalas tamparannya. Namun nyalinya ciut,karena yang di hadapannya adalah anggota kepolisian. Karena Erwin,masih memakai baju dinasnya. Kenapa? kenapa ada polisi tiba-tiba,gawat aku harus pergi sebelum di tangkap olehnya.

__ADS_1


"Pergiiiiii.. sebelum aku, melakukan tindakan lebih ". Tegas Erwin, dengan tatapan nyalang. Berani sekali dia, melakukan hal tak senonoh terhadap Zahra.


Wahyu, langsung menciut dan kabur secepatnya. Erwin,hanya terkekeh geli melihatnya kabur. Baguslah dia pergi, setidaknya Zahra tidak apa-apa,batin Erwin.


"Kamu tidak apa-apa, Zahra? Siapa dia,kenapa dia sampai melakukan hal seperti itu". Tanya Erwin, langsung.


"Makasih, Erwin. Dia adalah mantan suamiku, meminta rujuk kembali. Tapi,aku tidak mau. Makanya dia nekat,mau memeluk tubuhku. Makasih,sudah menolong ku. Aku gak papa,". Jawab Zahra,ia merasa lega karena terlepas dari mantan suaminya.


"Baguslah,kalau kamu tidak apa-apa. Hati-hati lagi,kalau ada dia. Lebih baik,jangan di hampiri pergilah jauh. Takutnya nanti, dapat masalah yang enggak-enggak,". Senyum manis Erwin.


Aiiissshhh....kenapa aku,jadi khawatir kepada Zahra.


Kenapa jantungku berdetak kencang, apakah Erwin mengkhawatirkan diriku. Aaahhh...tidak usah kepedean, mungkin kebetulan saja. Tapi, untuk apa dia ke sini?. "Maaf,kenapa tiba-tiba kamu ke sini? Ada apa hemm..". Zahra, menaruh rasa curiga kepada Erwin.


Erwina, langsung menuju ke arah mobilnya. Ingin mengambil bekal makanan,dari Zahra.


"Ini bekal makananmu,aku hanya mengembalikannya". Alibi Erwin. kenapa aku tiba-tiba grogi, terhadap Zahra. tidak mungkin kan Zahra,curiga yang lainnya.


"kenapa di kembalilah? Tidak usah repot-repot, Erwin. Aku jadi gak enak, mana sudah menolongku. Seakan-akan aku,banyak untuk membalas budi kepada mu". Ucap Zahra, malu-malu. Ia mengambil bekal makanan, dari tangan Erwin. Duhh...jadi deg-degan begini,kenapa seperti ini perasaanku.


"Kau ingin balas budi, kepadaku. Hemmm....gampang, masakan saja untukku tiap hari. Apa lagi, masakan kamu enak Zahra. Jadi ingin lagi dan lagi". Kedip mata Erwin, tersenyum manis. Berharap zahra, tidak menanggapi ucapan ku. takutnya dia marah dan berpikir aku hanya menumpang makan saja.


Membuat jantung Zahra, berdegup kencang. Mendengar ucapan Erwin,ia tersenyum malu-malu dan mengangguk kepalanya. "Baiklah,aku akan memasakkan makanan untukmu. anggap saja atas ucapan terimakasih atas bantuan mu". Jawab Zahra.


"Terimakasih,aku pamit pulang dulu. Sudah sore,gerah mau mandi".

__ADS_1


"Hemm...tidak mampir dulu kah,bisa kok kalau mau numpang mandi. Sekalian makan malam di sini,aku akan memasaknya". Tawar Zahra. Astagfirullah, kenapa mulutku jadi ceplas-ceplos begini. Semoga jangan sampai Erwin, menyetujui perkataanku.


"Hemmmm... baiklah, kalau begitu. Tidak enak juga, menolak. Takutnya Om Ridwan mu,marah kepadaku karena menolak ajakan mu". Erwin,hanya cengar-cengir kuda.


Matanya Zahra,membulat sempurna saat mendengar ucapan Erwin. Dia benar-benar menerima tawaran Zahra, menyesal pun tidak ada artinya. "Si-silahkan masuk". Ajak Zahra,ia sudah grogi dan deg-degan. Langkah kakinya di iringi oleh Erwin.


Tentu saja Erwin,merasa senang mendengar ajakan Zahra. Ini adalah kesempatan emas, baginya.


"Mau mandi dulu kah? Kamar mandi,ada di sebelah sana". Ucap Zahra, kepada Erwin di hadapannya.


"Hemmmm... baiklah,aku ambil baju dulu di mobil. Aku lupa bawa, nanti aku masuk dan mandi dulu. Terimakasih, sudah mau memasakkan untukku". Kini Erwin.


"Baiklah,aku masak dulu. Di dapur, kamu tunggulah". Jawab Zahra,ia melihat Erwin keluar dari rumah Zahra. Untuk mengambil pakaiannya .


Zahra, bersiap-siap untuk memasak tanpa ba-bi-bu lagi. Tangannya begitu lincah, meracik bumbu masakan dan memotong sayuran. Ia memasak tumis kangkung seafood dan gurami bakar madu. Ada juga beberapa lalapan,dan sambel.


Beberapa menit kemudian. Akhirnya Erwin,sudah selesai mandinya dan ia menuju ke arah dapur. Niatnya untuk membantu zahra,memasak.


"Apa perlu bantuan,hemm..." Tanya Erwin,ia menghampiri Zahra. Aiiissshhh....kenapa aku,jadi gugup seperti ini. saat di dekat Zahra.


Aroma sabun mandi,di tubuh Erwin tercium di hidung Zahra. Suasana tiba-tiba saja, semakin menegang. "Hemmm...boleh,kamu tunggu ikannya yah. Cuman di teflon saja, bakar ikannya,biar simple". Astagfirullah, kenapa aku tiba-tiba jadi tidak enak seperti ini. ayolah.. Zahra,fokus dengan masakanmu


"Hemm.. baiklah, itu mudah bagiku". Erwin, mengambil alih pekerjaan Zahra. fiuuhhh... akhirnya dia,agak jauh dariku


Zahra, menyiapkan bumbu lainnya. Rencananya membuat sambel,untuk lalapan. sesekali Zahra, menoleh ke arah Erwin yang tengah sibuk menjaga ikan bakarnya.

__ADS_1


__ADS_2