
"mau kemana,gak sampai-sampai". Sungutnya Zahra, dengan kesal. ia menoleh ke arah jendela mobil, sepanjang perjalanan hanya pepohonan yang menjulang tinggi.
"Sebentar lagi,kau akan suka.ini adalah acara pelelangan perhiasan, berbagai perhiasan mereka lelang dan pamerkan". Jawab Davis, tersenyum kecil.
"Masa,emang ada acara begituan". Tanya Zahra, penasaran dengan ucapan Davis.
"Hemmm... sebentar lagi sampai,tinggal lurus lalu belok. Kau akan senang melihat bermacam-macam perhiasan,kau juga bisa memilih beberapa perhiasan untuk mu". Tentu saja Davis,royal kepada Zahra.
"Terus, perhiasannya bisa dijual lagi". Tanya Zahra, lumayanlah bisa di jual lagi.
"Hemmm..nama juga perhiasan emas, tentu bisa dijual". Jawab Davis, tersenyum kecil.
"Hemmm... baiklah,aku akan memilih beberapa perhiasan emas untukku". Jawab Zahra, tersenyum sumringah. "Tapi,kau yang bayarnya". Ogah,kalau pakai uangku.
"Tentu, istriku sayang". Senyum smrik Davis, membuat Zahra jadi tak enak hati.
Zahra, terperangah melihat sekeliling. Sangat banyak sekali mobil-mobil mewah dan terlihat sangat besar sebuah gedung yang sudah di padati oleh orang-orang.
Davis, keluar dari mobil dan iringi oleh Zahra. Davis,juga menyuruh agar menggandeng tangannya. Dengan terpaksa, Zahra langsung mengiyakan saja.
Saat masuk ke dalam gedung tersebut,sangatlah ramai. Bahkan sangat banyak perhiasan yang di pamerkan, tentunya sangat mahal.
Mata Zahra, berbinar seketika saat melihat perhiasan emas yang sangat indah. Baru pertama kali ini,dia ikut di acara pelelangan perhiasan.
"Selamat datang,Tuan Davis dan Nona". Ucap seorang pria,tengah menyambut kedatangan mereka.
"Terimakasih, Pak Dani. Kenalkan dia adalah istriku, Zahra". Davis, memperkenalkan Zahra dengan pria tersebut.
"Salam kenal,pak Dani". Ucap Zahra, dengan lembut. Membuat Davis, sedikit kesal terhadap Zahra. Ia sangat lembut menyapa dengan orang lain, sedangkan dengannya selalu ngegas.
__ADS_1
"salam kenal, Nona". Jawab pak Dani, tersenyum kecil. Sepertinya Tuan Davis, sangat posesif terhadap istrinya. Sangat jelas dengan tatapan matanya. "Aahhh... silahkan,Tuan. Tempat duduk Anda,tepat di depan sana. Silahkan,saya masih ada beberapa menyambut yang lainnya". Pamit pak Dani, dengan gugup
"Silahkan,pak Dani. Kamu permisi dulu". Dengan langkah tegap, Davis berjalan dan di iringi oleh Zahra. Ia masih setia menggandeng tangan suaminya,hingga mereka duduk di salah satu kursi paling depan.
"Apa bisa di makan, cemilan dan minuman di atas meja ini". Tanya Zahra,ia sangat haus dari tadi.
Davis, langsung mengambil satu botol air putih. Ia membuka tutup botol minuman tersebut, yang masib bersegel. Sebelum memberikan ke Zahra,ia terlebih dahulu meminumnya. "Minumlah,ini aman. Lain kali,kita harus berhati-hati dalam memilih minuman dan makanan yang terletak di hadapan kita. Intinya jangan sembarang,agar nyawa selamat". Davis, mencoba memperingati Zahra.
"Hemmm... terimakasih". Zahra, langsung mengambil botol minuman di tangan suaminya. Lalu,ia meminumnya.
"Pelelangan akan segera di mulai,jika kau mau. Tinggal sebut angkanya". Ucap Davis, sambil membenarkan pakaiannya.
Beberapa menit kemudian,acara pelelangan telah di mulai. Tempat duduk lainnya, terlihat penuh. Sangat jelas pakaian mereka terbilang mewah dan mahal. Sepertinya mereka,bukan orang sembarangan.batin Zahra,sedari tadi melirik-lirik sekililing.
"Selamat datang,di acara pelelangan Amal. Kami beberapa perhiasan emas, untuk di lelangkan. Mohon para undangan, secepatnya angkat bicara dan sebutkan berapa Anda berani membeli perhiasan emas tersebut,". Ucap seorang pria,yang berdiri di atas panggung.
Prokkk.... prokkk... prokkk.....
"Terimakasih,para hadirin sekalian. Perhiasan pertama adalah model yang sangat unik, berwarna silver dan di penuhi berlian yang berkilau. Lihatlah,betapa indahnya dan ada permata mereka. Silahkan,dimulai dari 600 juta".
Mendengar ucapan pria tersebut, Zahra membulatkan matanya. Zahra,hanya berdecak kagum dengan perhiasan berwarna silver. Apa lagi harganya sangat mahal sekali.
Beberapa orang, menyebutkan harga kalung berlian tersebut. Siapa yang paling tinggi, dialah yang dapat.
Davis,hanya diam dan meneruskan acara pelelangan perhiasan lainnya. Sesekali dia juga, menawarkan perhiasan lelang kepada istrinya. namun sang istri, selalu menolaknya.
Beberapa menit kemudian, tibalah yang di nantikan oleh Davis. terlihat dia, begitu menikmati acara ini. sedangkan Zahra,ia terlihat sudah bosan dan merasa risih dengan tatapan orang-orang sekitar.
Pelelangan selanjutnya adalah pelelangan perempuan cantik, yang di nyatakan masih perawan. Beberapa perempuan cantik, berpakaian seksi tengah berjejer untuk siap di lelang. Walaupun pelelangan tersebut,di katakan ilegal,tapi mereka masih melakukannya.
__ADS_1
Davis,hanya menyeringai tajam ke atas panggung. Sontak Zahra, langsung merasakan ada sesuatu dengan suaminya.
"Berikan perempuan yang di sebelah kanan yang terakhir, aku membelinya seharga lima milyar". Ucap Davis, langsung tanpa basa-basi lagi.
Zahra, mendengar ucapan sang suami. Membuat dirinya terkejut dan merasakan rasa perih di hatinya. Tiba-tiba dadanya merasakan rasa sesak,kenapa sang suami membeli perempuan lain.
"10 milyar". Ucap seorang pria, yang di belakangnya. Zahra, menoleh ke arah pria tersebut. pria tersebut langsung tersenyum smrik, kepada Zahra.
Membuat Davis, terdiam sejenak. "70 milyar". Ucap Davis, dengan tegas. sontak pria tersebut, langsung terdiam dan tak berani berkata apa-apa.
Semua orang-orang tercengang dan terdiam. Tidak ada yang melebihi dari Davis,hingga palu di ketuk dan perempuan tersebut telah di beli oleh Davis. Ia langsung turun dari panggung dan menghampiri Davis. Terlihat jelas senyum manis, terpapar di sudut bibirnya.
Zahra,yang sedari tadi hanya diam. Sang suami membeli perempuan itu, dengan harga sangat mahal. Untuk apa aku juga,aku bertanya kenapa dia membeli perempuan ini. bukankah hak dia,aku tidak boleh ikut campur.batin Zahra.
"Terimakasih, Tuan. Anda, sudah membeli saya. Kenalkan nama saya,...".
"Cukup, tidak usah di teruskan.lanjutkan nanti saja,kau pakai baju ini dan kita pergi dari sini. Haris, serahkan uang itu kepada mereka". Perintah Davis, dengan tegas.
Davis, langsung meraih tangan Zahra untuk pergi. Beberapa orang-orang sekitar, mengucapkan selamat sudah membeli seorang perempuan cantik itu.
Apa tujuan Davis, sampai membeli perempuan ini. Apa jangan-jangan,dia ingin menikahinya dan menjadi maduku. Apa maksudnya ini,dasar pria brengsek.batin Zahra, dengan kesal.
Sesampai di depan gedung, mereka sudah di sambut hangat oleh seseorang. "Zahra, pergilah menggunakan mobil itu dan aku ada urusan penting lainnya. Kita akan bertemu lagi, dirumah. Ayo,kau ikuti aku". Davis, meninggalkan Zahra.
"Permisi Nona ". ucap perempuan itu, dengan nada lembut. entah kenapa Zahra, malah benci mendengar suara lembut perempuan itu.
Zahra, melihat sang suami masuk ke dalam mobil bersama perempuan itu. Entah kenapa tiba-tiba, Zahra merasakan sakit di hatinya. Melihat sang suami,pergi bersama dengan perempuan lain.
"Silahkan, Nona". Ucap sang sopir, mempersilahkan Zahra masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Zahra,hanya tersenyum kecil dan masuk ke dalam mobil. Dengan perasaan campur aduk,entah kemana perginya sang suami. bukan hanya itu,yang membuat zahra kecewa. dia tidak ada satupun perhiasan emas yang di belinya, sehingga Zahra berpikir bahwa Davis hanya omong kosong semata. "Ck,bodoh sekali aku mempercayai ucapannya". senyum smrik Zahra.