
[Zahra,apa maksud ha? Kau jahat sekali, Zahra. Kau sahabat yang licik,kau wanita penghianat yang tega memisahkan aku dan Farid]. Mawar.
Zahra,yang baru selesai dengan pekerjaannya. Ia mengerjapkan bola matanya, beberapa kali membaca pesan dari sahabatnya. "Astagfirullah, maksudnya apa? Aku tidak ada mengganggu hubungan antara mereka dan Mawar tega sekali berkata seperti kepadaku". Gumam Zahra,ia benar-benar bingung jalan pikiran sahabatnya itu.
[Maksudnya apa,Mawar? Aku tidak ada mengganggu hubungan kalian, terserah padamu saja. Aku kecewa Kepadamu, yang tidak pernah mempercayai ucapan ku]. Zahra,tengah kesal kepada sahabatnya.
Ia langsung mengirim pesan kepada sahabatnya,yang tidak pernah mempercayai ucapan temannya sendiri.
Beberapa hari yang lalu, Zahra dan Davis. Mereka pergi ke rumah, Mawar dan menjelaskan semuanya. Bahwa Farid,bukan pria baik-baik dan pernah mencelakai Zahra.
Beberapa bukti kuat,atas kejahatan Farid. Namun,cinta membutakan segalanya. Sehingga, Mawar mempercayai Farid.
Apa lagi Mawar,menghina Zahra dan menjelekkan dirinya. Sehingga, Zahra menyerah saja dan tidak perlu lagi mencemaskan keadaan Mawar.
[Gara-gara kamu,aku dan Farid hampir saja tidak jadi menikah. Awas kamu, Zahra. Kita jangan pernah lagi berteman,anggap saja antara kita tidak pernah saling mengenal satu sama lain]. Mawar
Saat Zahra, ingin membalas pesan dari Mawar. Ternyata, Zahra sudah di blokirnya. Ia hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, sekarang dia kehilangan teman.
"Untuk apa juga,aku bersedih dan sakit hati kehilangan teman. Sedangkan dia, seenaknya menuduh dan menghinaku". Gerutu Zahra,ia memijit pelipis keningnya.
Tok...Tok...Tok...
Seseorang mengetuk pintu,ruang kerjanya di supermarket. "Masuk". Panggil Zahra,dari dalam.
__ADS_1
"Itu bu,ada yang ingin bertemu". Ucap sala satu, karyawan kerjanya.
Membuat Zahra, nampak gelisah gusar. Takutnya,mantan suami atau Farid. Siapa yah? Jangan-jangan mas Wahyu,atau Farid. Batin Zahra,ia menganggukkan kepalanya. "Baiklah,aku akan ke sana".
Karyawan Zahra, Langsung pergi meninggalkan ruang kerjanya Zahra. "Semoga saja,gak aneh-aneh yang menemuiku".
Dengan langkah kakinya, menuju ke luar. Ia Calingukan lihat-lihat dulu, ternyata seseorang tersebut berada di luar.
Seorang pria,tengah duduk di bangku yang di sediakan oleh pelanggan bersantai. Zahra, sangat sulit sekali mengenali siapa pria tersebut. Karena memakai jaket dan menutup kepalanya,apa lagi kepalanya menunduk.
"Siapa kamu? Kenapa mencari ku". Tanya Zahra, sedikit membentak. Siapa dia? apa jangan-jangan mas Wahyu, semoga tidak.
Pria tersebut langsung,membuka jaketnya dan mendongakkan kepalanya. "Farid,kamu". Tunjuk Zahra, dengan geramnya.
"Kenapa,kau kaget. Hemmm....aku sengaja menghampiri, dirimu". Ucap Farid,ia calingukan melihat sekeliling dan langsung memakai jaketnya. Aku akan menekan Zahra, setelahnya aku akan bebas dari genggaman Davis. hahahaha, sangat mudah mencari kelemahannya.
"Hahahaha...aku tidak macam-macam, terhadap temanmu. Asalkan,ada syaratnya". Senyum smrik Farid. "Bagaimana, permainan ku Zahra. Sahabat mu,lebih mempercayai ku di bandingkan dirimu. Aku bisa melakukan apapun, terhadap Mawar".
Sialan,dia benar-benar licik. memperalatkan teman ku dan mengancamnya segala lagi. ingin sekali, aku menghajar nya habis-habisan. dasar pengecut,hanya bisa bermain licik. batin Zahra, amarahnya sudah menggebu-gebu disaat melihat wajah Farid.
"Lepaskan,dia. Jangan kau sakiti hatinya, Farid. Dia benar-benar, sangat tidak tulus mencintaimu dan menyayangimu. Apa kau tega, menyakiti perasaan nya". Zahra,masih waspada dengan gerak-gerik Farid.
"Aku tidak akan menyakiti, Mawar. Kalau kau, mengabulkan permintaan ku". Jawab Farid,ia duduk dengan santainya. "Yah... sebenarnya,aku tidak mencintai dan menyayangi Mawar. tapi,aku masih membutuhkan dirinya saja. aku tahu? kau sangat mengkhawatirkan keadaan Mawar,bukan? Tenang saja,dia baik-baik dan sangat perhatian Kepadaku".
__ADS_1
"Katakan,apa maumu dan jangan macam-macam kepadaku". Zahra, bingung apa pagi yang di rencanakan Farid. ternyata Davis,masih tidak bisa menangkap Farid. apa Davis, kesusahan untuk menangkap dia? sampai sekarang, Farid masih keluyuran saja.
"Baiklah,aku hanya menginginkan sesuatu yang harus kau lakukan. Beritahu suamimu,agar tidak mengejar dan menangkap ku lagi. Gara-gara suamimu,aku kehilangan segalanya. Jadi, aku ingin bebas seperti dulu. Kalau kau,tidak melakukannya dan Davis masih mengejar diriku. Bersiaplah,temanmu akan menjadi korban ku. Kau tahu? Aku bisa melakukan apapun, terhadap temanmu itu". Farid, menyeringai tajam ke arah Zahra.
Kurang ajar sekali, Farid menggunakan kelemahan ku dari Mawar. Bagaimana ini,kalau aku menolak kemauannya? Sudah pasti, Mawar kenapa-kenapa.batin Zahra, ia sangat kebingungan dengan kemauan Farid. "Baiklah,aku akan membicarakan tentang ini kepada Davis. Agar dia, membebaskan dirimu. Tapi,kau harus berjanji agar tidak menyakiti perasaan Mawar". Di sisi lain, Mawar sudah membenci diriku dan berkata tidak baik. sehingga aku, tersinggung dengan perkataannya
"Terimakasih, Zahra. Tenang saja,temanmu itu. Aku anggap sebagai,tameng saja. Beritahu aku,jika semuanya sudah beres. Ingatlah,kalau Mawar ada di genggaman tangan ku". Ucap Farid,ia langsung meninggalkan Zahra.
"Farid, tunggu...!!! Aku belum selesai berbicara". Teriak Zahra,namun Farid langsung masuk ke dalam mobil. Yang tiba-tiba, berhenti di pinggir jalan.
Zahra,hanya terduduk lesu di bangku. "Bagaimana ini, Davis mana mau karena dia sangat menginginkan Farid. Semoga saja, Davis memiliki jalan lainnya". Gumam Zahra,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Davis, ingin sekali menangkap Farid. Karena Farid, memiliki masalah besar terhadap Davis. Sehingga, Farid memanfaatkan Mawar dan menekan Zahra. Agar Zahra,mau berbicara dengan suaminya dan dia terbebas dari Davis. "Aku bingung, sebenarnya Davis memiliki masalah apa sih? sehingga aku,tidak di beritahu nya".
"Zahra,". seseorang memanggil namanya, sontak membuat Zahra langsung beranjak berdiri.
Plakkk.....
satu tamparan mendarat di pipi, Zahra. tamparan tersebut, didapat dari Mawar. "Mawar,kau tega sekali menampar wajah ku". bentak Zahra,ia memegang pipinya.
"Kau wanita licik Zahra, ternyata benar. kalau kau, menyukai Farid ha? aku melihat dengan kedua mataku sendiri,kau dan calon suamiku bertemu. aku tahu,kau yang mengajak dia menemui dirimu kan? dasar wanita murahan,". Ucap Mawar, sambil menunjuk jarinya ke wajah Zahra.
Air matanya luruh sudah,di saat dirinya di katakan wanita murahan oleh sahabatnya. "Jaga mulutmu, Mawar. sedikitpun,aku tidak pernah menyukai Farid. dia yang datang kepadaku, untuk bebas dari kejaran suamiku. Dia menggunakan dirimu dan mengancam kepadaku. kalau aku tidak menuruti kemauanmya,maka kau akan celaka". tegas Zahra,ia menghapus air matanya dengan kasar. Ternyata, Farid sudah merencanakan semuanya agar aku terlihat salah di mata Mawar. bahkan, Mawar lebih mempercayai Farid.
__ADS_1
"Apa kau percaya dengan ucapan mu,ha? hahahha...kau salah Zahra, sedikitpun aku tidak percaya. kau paham,dia sangat mencintai dan menyayangi ku". senyum smrik Mawar.
"Baiklah,kita lihat nanti. suatu hari nanti,kau akan bermohon-mohon kepada ku. karena sudah, memilih yang salah". Zahra, menyunggingkan senyumnya dan meninggalkan Mawar sendirian.