
"Hoaaamm....di kamar, Astagfirullah...ak-aku ketiduran di mobil tadi. Haa...!! Jangan-jangan aku di gendong Davis". Zahra, menggerutu dirinya sendiri.
Di sepanjang perjalanan, Zahra terlelap tidur. Saat sampai di hotel,tepat di pinggir pantai. Davis, mengangkat tubuh istrinya dan menuju ke dalam kamar. "Kau begitu nyenyak, maafkan aku sudah membuat mu kelelahan". gumam Davis,ia berlahan-lahan meletakkan tubuh istrinya ke atas ranjang.
Zahra, menurunkan kakinya dari ranjang. Ia Calingukan mencari Davis,yang tak terlihat di kamar. Saat Zahra, menoleh ke arah balkon kamar hotel. Ia melihat suaminya, tengah berdiri dan memandangi pantai.
"Aku kira kau kemana? Ternyata di sini, apa kamu merokok". Tanya Zahra,ia berlahan-lahan menghampiri suaminya.
"Kau sudah bangun rupanya, begitu nyenyak tidur mu. Sehingga, tidak sadar aku menggendongmu. Merokok? Aku tidak pernah merokok dan tidak suka". Davis, menatap ke arah Zahra. Kini mereka saling dekat sambil memandang pantai luas di hadapannya.
"Aku lapar". Kata Zahra, mampu membuat Davis terkekeh mendengar perkataan sang istri.
"Bersiaplah,kita akan makan di restoran bawah. Ada seseorang yang tengah menunggu kita". Jawab Davis, tersenyum smrik.
"Ck,kau berbohong kepadaku. Dari awal kita berangkat, sampai ke tujuan mana orangnya. Kau membohongi ku,agar aku penasaran dan mau mengikuti mu". Decak Zahra, dengan cemberut.
"Bukan salahku,dia yang lebih dulu sampai. Kau ketiduran tadi, sehingga tidak bertemu langsung dengan orang itu. Ayo, bersiaplah". David, hanya tersenyum melihat tingkah sang istri cemberut.
Dengan kesal, Zahra langsung masuk ke dalam kamar dan membongkar koper mencari handuk dan baju ganti.
Ck,dasar pembohong besar. Jangan-jangan aku yang kena tipu,sial. Kalau tahu seperti ini,aku akan menggagalkan semuanya sudah . batin Zahra, ia merasakan hawa dingin dan segar saat air membasahi tubuhnya.perjalan sangat jauh, membuat badannya gerah sekali.
*********
Zahra,memesan beberapa menu makanan. Entah kenapa perutnya,sangat lapar. Apa lagi menu-menu nya terlihat begitu lezat dan enak.
Davis,hanya tersenyum saat mengetahui apa saja pesanan Zahra. Ternyata,kau sangat suka makan atau lapar.batin Davis,ia terkekeh.
Begitu juga Zahra, menikmati keindahan restoran di sini. Bukankah,ada seseorang yang tengah menunggu kami? Tapi,dimana. Apa jangan-jangan, Davis berbohong lagi. Zahra, mengumpat dalam hati.
__ADS_1
suasana restoran cukup ramai, mungkin wisata pantai kebetulan ramai dikunjungi oleh orang-orang sekitar maupun orang jauh.
"Tuan Davis, selamat datang di hotelku". Ucap seorang pria, berlahan-lahan menghampiri meja makan Zahra dan Davis.
Awalnya Zahra, tersenyum sumringah menyambut kedatangan pria tersebut. Namun senyuman itu,memudar di bibirnya. Saat ia tahu,siapa sesosok pria tengah berdiri didepan. "Jemmy". Gumam Zahra,kakinya sedikit lemah. Untuk saja dia secepatnya,sadar agar tidak dicurigai oleh Davis.
Kenapa Jemmy, apakah dia orang yang tengah menunggu kami. Yang du ucapkan Davis, apa-apaan ini? Jangan-jangan, Davis mempermainkan diriku.batin Zahra, sambil menatap Davis dan Jemmy saling berjabat tangan.
"Zahra,apa kabar? Bukankah,kita sempat bertemu beberapa hari lalu". Kata Jemmy, begitu santainya. Sungguh cantik dirimu, Zahra. tapi sayang,kau adalah milik sahabatku. sehingga perasaan ku, selalu aku pendam.
Sontak membuat Zahra, gelisah dan merasa tak nyaman. "Hemm..benar, . Hemm..dia adalah teman sekolah ku dulu,". Semoga Davis,tidak marah kepadaku dan tidak memperburuk liburan kami.
"Aku tahu, Jemmy sudah memberitahu semuanya." Jawab Davis, tersenyum kecil. Aku tahu,kau terkejut bukan? ini masih biasa Zahra, bagaimana jika nanti aku membuat kejutan spesial untukmu.
"Benar,kau tahu? Aku sangat terkejut, jika seorang Davis. Sekaligus sahabatku, menikah denganmu. Aku sungguh terkejut,tidak menyangka bahwa kalian menikah". Jemmy, mencoba menenangkan hatinya. Walaupun rasa cinta kepada Zahra,harus menyimpan sangat dalam.
"Aku juga tidak percaya,jika kalian saling kenal". sahut Davis,ia tersenyum sumringah dan melirik ke arah Zahra.
"Davis,aku pergi dulu. Ada seseorang yang aku temui, seorang wanita". Pamit Jemmy, menepuk pundak Davis. Setidaknya,aku tidak mengganggu acara makan mereka berdua.
"Baiklah, semoga berhasil". Jawab Davis, menatap kepergian sahabatnya. Ck,kau selalu takut mengungkapkan perasaan kepada setiap wanita Jemmy.
Zahra,hanya senyum-senyum saat melihat wajah Davis. Begitu juga sebaliknya, Davis tersenyum kecil. Suasana semakin canggung dan merasa tak nyaman dengan tatapan tajam Davis.
Beberapa menit kemudian,menu makanan mereka telah datang. beberapa pelayan, meletakkan hidangan makanan mereka.
Mereka makan bersama, inilah adalah pertama kalinya. Zahra,makan bersama David di restoran tempat terbuka.
Walaupun suasana canggung,namun nampak biasa saja dan mereka menikmati hidangan tersedia. Tidak ada yang berbicara satu sama lain,hanya ada suara lantunan sendok makan.
__ADS_1
Dering....
Ponselnya Davis, berbunyi bertanda ada panggilan masuk. "Aku ke sana dulu, untuk mengangkat telpon. Kau makanlah,aku Sudah selesai". Davis, langsung beranjak berdiri dan pergi.
Zahra,hanya mengangguk kepalanya dan menatap ke arah Davis. Zahra, tidak tahu. apa yang di bicarakan Davis,karena dia cukup jauh dari Zahra.
"Astagfirullah, aku pulang dengan ponselku. Tapi, dimana? Pasti Farid,sudah mengirim beberapa pesan dan telpon". Gumam Zahra, ia sadar jika ponselnya masih di dalam tas kecilnya.
Beberapa menit kemudian, Davis sudah mengakhiri telponnya.
"Sudah selesai makan,mau ke kamar atau jalan-jalan ke pantai. Hari yang sore,sangat indah di sana". Ajak Davis.
Zahra, langsung mengangguk kepalanya dan mereka pergi keluar restoran.Udara segar menyentuh kulitnya, begitu damai yang di rasakan Zahra.
Sesampai di pantai, Zahra hanya berjalan di pinggir. Ia membiarkan ombak yang membasahi kakinya,ia menikmati suasana di sore hari.
Begitu Davis, ia memandang ke tengah laut dan kakinya menyentuh air pantai. Ombak-ombal kecil dan angin sepoi-sepoi. Ia tak sadar,jika Zahra berjalan terlalu jauh darinya.
"Davis, aku tidak menyangka kau juga menikmati suasana pantai". Jemmy, tiba-tiba datang dan berdiri di sampingnya.
"Kau ingat, kejadian tujuh tahun tahun yang lalu. Kita terakhir mengadakan pesta di pantai, seakan-akan tidak ada beban sama sekali. Kita menikmati seiring waktunya berjalan dan bebas berbuat apapun. Sekarang,kita harus melawan kehidupan begitu keras". Ucap Davis,ia menghembuskan nafas beratnya.
"Masa lalu,dimana masa-masa remaja begitu menyenangkan. Kau beruntung sekali, memiliki kehidupan jauh lebih baik dan bergelimang harta. Dan....dimana Zahra, bukankah dia bersamamu". Tanya Jemmy, menoleh ke arah Davis.
Sontak membuat Davis, gelisah karena zahra sudah tidak ada di pinggiran pantai. "dimana dia? Bukankah, Zahra tadi jalan-jalan di pinggir pantai. Sial, bantu aku mencarinya". Davis, langsung berlarian mencari sang istri yang hilang begitu saja.
"Davis,aku cari ke sana. aku akan cari ke sana,kita berpencar,aku akan menyuruh anak buahku juga". teriak Jemmy, berlari ke arah berlawanan.
Davis dan Jemmy, berteriak-teriak memanggil nama Zahra dan calingukan mencari kemana-mana. Davis,hanya berdecak kesal dan mengusap rambutnya ke belakang. ia langsung menelpon seseorang, meminta bantuan mencari sang istri.
__ADS_1