
Beberapa hari kemudian.
Zahra, menikmati kehidupan sehari-hari dengan status jandanya.
Ia tak mungkin juga berlarut-larut dalam kesedihannya,ia sudah menganggap sebagai pelajaran dalam kehidupannya.
Mulai sekarang Zahra,tak sembarangan mempercayai lagi ke pada pria lainnya. Ia masih takut,jika di bodohi lagi.
"Gimana kehidupan kamu, Zahra? Lebih damai dan tentram kan". Ucap Putri,kepada Zahra.
"Alhamdulillah,put. Aku sudah ikhlas dengan semuanya, hidupku lebih plong aja". Senyum manis Zahra.
"Nah,gitu dong. Ngapain juga, lama-lama meladeni pria seperti itu. Aku harap kamu,jangan trauma dengan kejadian ini. Ingat Zahra, tidak semua pria sifatnya seperti itu". Putri, mencoba untuk menenangkan hati Zahra.
"Makasih,put. Hemmm...aku pergi dulu,Om ku datang ke rumah nih. Pamit dulu, assalamualaikum ". Zahra, beranjak dari kursi.
"Wa'alaikum salam,". Jawab putri, melambaikan tangannya ke arah Zahra
Beberapa menit kemudian. Akhirnya Zahra, sampai di rumahnya.
Memang benar Om nya, sudah menunggu di teras rumah Zahra.
Zahra, langsung menyuruh Om nya masuk ke dalam rumah dan berbincang hangat.
"Uang hasil penjualan rumah, sudah Om transfer". Ucap Ridwan, dengan sumringah.
"Makasih, banyak Om. Titip salam,buat Tante Liza". Pinta Zahra, langsung.
"Baiklah,karena sudah beres. Om,mau pamit pulang dulu.ingat hari minggu,ke rumah Om. Nanti ngamuk kalau gak datang,anak Om". Kekeh Ridwan.
"Oke,deh Om...pasti Zahra,hadir". Senyum manis Zahra.
Kini Ridwan, meninggalkan perkarangan rumah keponakannya itu.
*******
Wahyu, begitu sial dalam hidupnya. Ia baru saja dipecat oleh pihak perusahaan,atas kasus korupsi.
Wahyu, terlihat frustasi karena masalah ini. Dia di pecat secara tidak terhormat dan tidak dapat pesangon sama sekali.
Jalan satu-satunya adalah, menemui Maya.
__ADS_1
Sesampai di rumah Maya,ia melihat seorang pria tengah duduk di samping mantan kekasihnya itu.
"Maya....!!!". Teriak Wahyu, dengan suara keras. Ia nampak tak percaya jika Maya,bersama pria lain. Secepat itukah,dia mencari pengganti dirinya.
"Mas Wahyu...??? ngapain ke sini,mas? Kita gak ada hubungan apa-apa lagi". Bentak Maya.
"Maya, siapa dia? Apakah karena dia,kau mengakhiri hubungan antara kita". Tanya Wahyu, sambil menunjuk ke arah pria tersebut.
"Mas Wahyu,dia adalah mantan Suamiku dan kami rujuk kembali. Maaf mas,aku memilih mantan suamiku di banding kamu. Ini semua salahku,bukan salahnya". Ucap Maya, menjelaskan semuanya.
"Kau tega Maya,aku rela menalak istriku demi kamu. Tapi,kamu kenapa seperti ini May". Wahyu, benar-benar tidak menyangka bahwa Maya akan kembali lagi ke mantan suaminya.
"Sekarang sudah jelas, Maya adalah istriku. Sekarang kau, pergi sebelum aku seret,". Seringai tajam Ferry, kepada Wahyu.
Dengan langkah berat, Wahyu keluar dari rumah Maya. "Aaaakkhh... benar-benar sial". Decak Wahyu. ia menancapkan gas motornya lalu, pulang ke rumah saja.
"Apaaaa...? Kamu tidak asal bicara kan, Wahyu". Teriak bu Yuni,ia benar-benar syok mendengar ucapan Anaknya. "Bagaimana dengan kehidupan kita, Wahyu. Kamu taukan,ibumu ini banyak pengeluaran uang. Secepatnya kamu cari kerjaan lagi, minimal gajih di atas 5 juta".
Aaaakkhh,sial sekali. dimana lagi,aku cari kerjaan yang gajinya lumayan besar.
"Bu, sabar dulu lah. Aku capek bu,". Bentak Wahyu, kepada ibunya.
"Kalau begitu kamu, menikah dengan anak teman ibu. Dia anak orang kaya, gajihnya gede. Mau gak ibu, kenalkan". Tawar bu Yuni, kepada anaknya.
"Cantik, melebihi mantan istri-istrimu itu. Gak papa Janda,tapi kaya raya. Yang penting duitnya Wahyu,ibu atur deh nanti". Senyum smrik bu Yuni.
"Oke deh,ibu atur semuanya. Kepalaku sudah hampir mau pecah,mau istirahat dulu". Wahyu, meninggalkan ibunya yang tengah duduk di sofa.
******
Hari Minggu pun tiba.
Zahra, menyempatkan diri untuk datang di acara ulangtahun anak Om nya.
"selamat ulang tahun,si comel Dinda". Zahra,mencubit pipi gembul Dinda, yang berusia tujuh tahun.
"Terimakasih kak, sudah datang". Dinda, langsung memeluk Zahra.
"apa sih,yang gak buat Dinda. pasti kak Zahra,datang". Zahra,masih mencubit pipi gembul Dinda lagi. tentu saja sang empunya Cemberut, karena pipi nya merah.
Ridwan, memperkenalkan dengan seorang pria temannya.
__ADS_1
"Kenalkan dia adalah keponakanku, Zahra. Dan ini adalah teman Om, namanya Erwin Gutawa. Seorang polisi,". Ridwan, memperkenalkan mereka.
Zahra dan Erwin, mereka saling berjabat tangan. Mereka tersenyum masing-masing,saling mengenalkan diri.
"Ya sudah,kalian berbincang dulu. Om,mau ke sana". Ridwan, menepuk pundak Erwin.
"Duduk dulu,mas". Ajak Zahra, tersipu malu-malu.
"Baik,". Jawab Erwin,ia duduk di samping Zahra. Pria tegap dan kekar itu, menurut saja dengan ucapan Zahra. "Kerja dimana". Tanyanya Erwin, padahal dia tahu apa pekerjaan Zahra. Maklum hanya basa-basi, mencairkan suasana tegang.
"Kerja di supermarket,mas". Jawab Zaha,masih menatap lurus ke depan.
"Oh,jadi karyawan di sana,". Tanya Erwin, namun di hatinya cekikikan tertawa. Manis, sekali.
"Aaahh....gak, tapi pemiliknya,biasa cuman lihat-lihat aja kok". Kekehnya Zahra,ia menoleh ke arah Erwin. Jujur saja hatinya, begitu berdebar-debar melihat senyum gigi gingsulnya Erwin.
"Waw,enak dong. punya supermarket sendiri,tinggal santai terus uang ngalir". ucap Erwin, tersenyum kecil.
"Gak juga,mas. capek juga mikir, masalah pengeluaran uang dan lainnya". jawab Zahra. "mas,aku tinggal dulu. mau ke tempat Tante liza,ada sesuatu".
"hemmm.. pergilah,aku juga mau pamit pulang". sebenarnya Erwin,ingin berlama-lama lagi. tapi,dia harus kembali ke rumah. ada seseorang yang tengah menunggu dirinya.
"Hemmm... baiklah mas, kapan-kapan kita ngobrol-ngobrol lagi,".
"Aaahhh...situ pasti Zahra,akan aku hubungi nanti. assalamualaikum,aku pamit dulu".
"Wa'alaikum salam, mas. sampai ketemu lagi". jawab Zahra, ia tersenyum manis.
Zahra,masih masih melihat Erwin. ia tengah berpamitan dengan om nya, sampai pada akhirnya hilang di balik pintu rumah.
"Gimana orangnya, Zahra. dia duda tanpa anak lo,pas sama kamu". bisik Liza, membuat Zahra terkejut mendengar bisikan Tantenya.
"Tante apa-apaan sih? mana mau,sama aku. polisi itu, biasanya mau dengan dokter, PNS, perawat dan lainnya. lah,aku hanya remahan rengginang". Zahra, langsung sadar diri.
"Alahhh....kamu ini, mikirnya kemana-mana Zahra. Tante, senang banget dengarin kalau kamu sudah bercerai dengan suamimu itu". geram Liza, kepada mantan suaminya Zahra.
"Tante tau gak? kalau mas Wahyu,juga menalak istri pertamanya. padahal baru lahiran loh,katanya dia pembawa sial. Alhamdulillah, Arini datang kerumah ku. dia minta maaf dan setelahnya pulang kampung. dia menyadari kesalahannya, Kepadaku Tante".
"Alhamdulillah,kalau dia berubah Zahra. itulah karma yang di terimanya, Tante dengar-dengar nih. mantan suami kamu,juga di pecat. karena ketahuan korupsi,katanya". mendengar perkataan Tantenya, membuat Zahra terkejut. pasalnya dia tidak tahu, masalah ini.
"astagfirullah, kenapa sampai-sampai korupsi segala mas Wahyu. gawat ini, bisa-bisa dia menemui ku".
__ADS_1
"Nah,kamu jangan sampai mau. rujuk sama Wahyu, jangan mau kamu. Tante,yakin dia bakalan cari kamu. biasa buat menumpang hidup secara gratis,pasti itu". Liza, memberitahu agar keponakannya hati-hati kepada mantan suaminya itu.