ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Sensasi Geli-geli


__ADS_3

Zahra, langsung menuju ke rumah dulunya. Ia berniat untuk ganti pakaian, setelah semuanya sudah beres.


Barulah Zahra, pergi ke supermarket nya. Sepanjang perjalanan,ia hanya diam dan merenungkan apa yang mereka lakukan antara suami dan perempuan yang baru di belinya itu


Saat sampai di supermarket,ia melihat sesosok Erwin tengah menunggunya.


"Erwin". Ucap Zahra,ia menghampirinya. kenapa dia ke sini? aku yakin,dia tahu soal aku yang sudah menikah.


Akhirnya,aku menemukan dirimu Zahra. aku sangat merindukanmu, tapi kau sudah mengecewakan diriku.


"Zahra,kau kemana saja.hemm....aku mencari-carimu,apa benar kamu sudah menikah? Katakan Zahra, kenapa secepat ini? Apakah karena aku". Erwin, mencekram lengan Zahra.


Jangan sampai Davis, melihat tanganku di cengkram oleh Erwin.bisa gawat,kalau ketahuan.batin Zahra,ia calingukan melihat sekeliling.


"Lepaskan Erwin,tidak ada sangkut pautnya denganmu. Tolong,jangan seperti ini. Aku takut suamiku,salah paham kepadaku". Zahra, langsung melepas cengkraman Erwin.


Erwin,hanya menghembuskan nafas beratnya dan melepaskan cengkraman nya. "Zahra,kenapa seperti ini? Apa kalian saling mencintai ". kau sudah berubah Zahra,pria mana yang beruntung memiliki mu. maafkan aku, sudah membohongi dirimu.


"Erwin,cukup....!!! Aku mencintainya atau tidak,bukan urusanmu". Bantah Zahra, dengan tatapan tajam. "Bersikaplah seperti seorang teman,aku tak ingin menghancurkan hubungan kau dan kekasih mu itu". Sinis Zahra,ia menyunggingkan senyumnya. Kau sudah mengecewakan diriku, Erwin. bahkan mempercayai ucapan mu, sangat sulit aku lakukan lagi.


Ia berlalu pergi meninggalkan Erwin dan masuk ke dalam supermarket. matanya sudah berkaca-kaca,sekuat mungkin menahan air matanya


Erwin,hanya mengusap wajahnya dengan kasar. "Aaahhh... sial,sial". Gerutu nya. kenapa secepat ini, ketahuannya.


*******


Pekerjaan hari ini, sangatlah melelahkan. Zahra,sudah sampai di perkarangan rumah Davis. Ia segera masuk dan melihat di ruang tamu,betapa terkejutnya.

__ADS_1


Ternyata Davis,membawa perempuan itu ke rumahnya. Sepertinya mereka sedang berbincang hangat, bersama sang mertua.


"Nak Zahra,sudah pulang. Duduk dulu,sayang". Bu Winata, langsung menarik lengan Zahra dan duduk di sampingnya.


Tatapan Zahra, terlihat nampak tak suka dengan perempuan di hadapannya. Kenapa Davis,membawa perempuan ini. Jangan-jangan dia adalah kekasih gelapnya. Ck, munafik.batin Zahra,ia bersusah payah tersenyum manis ke arah Suaminya.


"Kenalkan dia adalah Keysa, sementara waktu dia akan tinggal di sini". Ucap Davis, dengan tegas. Apa kau cemburu Kepadaku, Zahra. saat aku membawa seorang perempuan ke rumah ini.


"Nak Zahra, Keysa hanya sementara kok di sini. Lagipula,dia sudah menolong Davis waktu itu. Jadi anggap saja,balas budi kepadanya" sahut bu Winata, sambil mengelus lembut punggung tangan Zahra.


"Iya bu,aku tidak apa-apa. Malah tambah ramaikan di rumah ini, sebenarnya tadi kami sempat bertemu. Salam kenal Keysa,bu aku mau ke atas dulu. Gerah soalnya,". Pamit Zahra, langsung di angguki sang mertua.


Zahra, tersenyum smrik saat menaiki anak tangga. "Ck,aku yakin sekali. Jika Davis, memiliki hubungan apa-apa dengan perempuan itu. Memang benar, sangat sulit menaruh kepercayaan terhadap pria lain. Meskipun dia adalah suami sendiri,". Gumam Zahra, dengan pelan.


Beberapa menit kemudian, Zahra sudah selesai mandinya. Dan sudah berpakaian rapi,ia juga menggunakan skincare dan menyisir rambutnya.


Pintu kamar terbuka lebar, terlihat sesosok Davis. Ia menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam.


Selangkah demi selangkah,ia mendekati zahra dan duduk di tepi ranjang. Ia masih setia melihat Zahra,tengah mengoles cream di wajahnya.


"Anggap saja, Keysa adalah tamu kita. Dia juga bekerja di hotel, milikku. Aku dan dia,tidak memiliki hubungan apa-apa. Aku hanya balas budi saja,aku tahu jika kau tak mempercayai ucapan ku ini. Bukankah suatu hubungan pernikahan adalah saling mempercayai, pasangannya".


Ck, seenaknya saja kau berbicara seperti itu.


"Lantas pasangan seperti apa dulu,yang harus aku percayai. Hemmm...." Tanya Zahra,ia membalikkan badannya ke belakang.


"Kau marah,aku cemburu. Karena aku membelinya begitu mahal, katakanlah ". Senyum smrik Davis. katakan zahra,aku ingin tahu? apa isi hatimu,hemmm.... sampai mana,kau memandang rasa kepadaku.

__ADS_1


Zahra,hanya mengerutkan keningnya dan menatap ke arah Suaminya. "Untuk apa aku marah,lagian bukan uangku juga. Untuk apa aku cemburu, bukankah kita tidak ada saling mencintai. Dari tatapan perempuan itu, aku tahu. Dia menyukai Anda, Tuan Davis". Senyum manis Zahra, terpampang di sudut bibirnya.


Davis, mengepalkan kedua tangannya. Bahkan dia, mengalihkan pandangannya. Hatinya bergemuruh menahan amarah,saat mengetahui Zahra tidak cemburu sama sekali. "Benar,kita tidak memiliki perasaan satu sama lain".


"Sepertinya kekasihmu, sedang menguping pembicaraan kita. Aku tahu, dia ada di balik pintu itu". Zahra, menunjuk jarinya ke pintu.


"Kau kemanakan,semua baju-baju lamaku. Kenapa di dalam lemari,sudah tidak ada".


"Baju-bajumu yang lama,sudah aku berikan ke Keysa. Kau belilah yang baru,". Jawab Davis, dengan santai.


"Seharusnya kau paham,Tuan Davis. Perempuan seperti itu,mana mau memakai gamis. Dia dan aku,beda suamiku. Bukankah,tadi dia memakai baju yang bukan milikku. Otomatis dia memiliki uang,kenapa tidak mencari rumah kontrakan". Zahra, menyunggingkan senyumnya. Aiisss... perempuan itu, hanya mencari keuntungan saja.


"Dia memiliki uang,dia juga mendapatkan bagian uang setelah dirinya di beli,". Jawab Davis, dengan cepat.


"Kau beli? Aaahhh...sama sajakan,dia adalah budakmu". Mata zahra, mendelik ke arah Davis.


Davis,geram saat mendengar ucapan sang istri. Ia langsung menarik lengan Zahra dan jatuh ke pangkuannya. "Kau pikir,aku terpesona dengan perempuan itu. Kau salah Zahra,aku sudah memiliki istri jauh lebih baik dari perempuan yang aku kenal. Aku tipe pria,yang setia. Lantas kenapa kau,membahas tentang ini. Aku curiga kepada mu, jika kau cemburu bukan? Katakan Nyonya Davis,jangan kau pendam rasa cemburu mu itu". Ucap Davis, kini wajah mereka hanya beberapa inci saja.


"Ckckck..... suamiku, tersayang. Kau sangat kepedean sekali,dan tidak tahu malu. Mana mungkin aku cemburu, melihat kau membeli perempuan itu". Zahra, mengelus-elus wajah Davis sampai ke tengkuk lehernya.


Glekkk.....


Susah payah Davis, meneguk air liurnya. Ia merasakan sensasi geli-geli nik-mat,saat Zahra menyentuh kulitnya. jari-jari lentik Zahra, melepaskan satu persatu kancing baju suaminya. saat sudah sempurna melepas semua kancing baju, Davis. terpampang lah dada bidang kokoh dan sixpack perut Davis. jari-jari lentik Zahra, bermain-main di daerah dada bidang Davis sampai ke perutnya. Davis, menikmati sentuhan lembut Zahra. ia memejamkan matanya, sedangkan Zahra hanya tersenyum puas sudah melakukan kejahilan.


Rasakan Davis,aku sangat puas membangunkan gai-rah mu. maafkan aku,hihihihi.batin Zahra,ia cekikikan tertawa di dalam hati.


Sentuhlah aku, Zahra. aku adalah milikmu, seutuhnya. batin Davis,yang penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2