ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Salah Paham


__ADS_3

"iya,kalau aku memang menyukai Farid". Sahut Mawar,yang baru datang.


"Mawar". Ucap Zahra dan Mita, secara bersamaan. Mereka terkejut atas kedatangan Mawar, secara tiba-tiba.


"Kenapa, zahra? Kamu tidak terima,aku menyukai Farid. Hemmm....atau kamu cemburu,dasar penjilat". Kata Mawar, mampu menusuk hatinya Zahra.


"Maksudnya apa, Mawar? Aku penjilat, emang penjilat apa. Jangan mengatakan hal,yang tidak maksud akal". Bantah Zahra,jujur dia sempat emosi mendengar perkataan sahabatnya. Kenapa Mawar, tiba-tiba marah kepadaku? apa salahku.


"Kau tahu, Mita? Dia diam-diam, suka dengan Farid. Padahal, dia tahu aku menyukainya". Tegas Mawar, membuat Zahra syok mendengar pengakuan temannya. Tega sekali kamu, Zahra. menyakiti perasaan ku, bukankah kamu pernah di sakiti oleh wanita lain.


"Cukup, Mawar...!! Kau salah paham, mungkin. Mana ada, Zahra menyukai farid? Sedangkan,dia memiliki suami". Mita, mencoba menenangkan hati Mawar. Apa-apaan ini, kenapa Mawar tega sekali berkata seperti itu.


"Kau diam, Mita. Dia menyukai Farid,saat reuni sekolah kemarin. Bahkan,dia mengejar-ngejar kekasihku itu". Mawar,tak segan-segan menunjuk jarinya ke arah Zahra. Ck, sok-sokan membela seorang penjilat seperti Zahra. mukanya saja sok polos, ternyata penghianat teman.


"Turunkan tangan mu, Mawar. Aku memiliki suami,mana mungkin aku menyukai pria lain. Lantas,kau tahu darimana ha? Aku mengejar-ngejar Farid, dia adalah pria licik.Asal kau tahu, Mawar? Dia hampir mencelakai aku,". Tegas Zahra, ia menatap tajam ke Mawar. Pasti ada sesuatu,kenapa dia tiba-tiba se marah ini.


"Alahhh...gak usah basa-basi lagi,jangan mengada-ada Zahra. Kau wanita licik,ngaku saja ingin merebut hati Farid,asal kalian tahu? Aku dan Farid, segera menikah dan ini undangan untuk kalian". Mawar, melempar dua undangan pernikahan di atas meja. Kenapa, aku bongkar kan. kebusukan kamu, Zahra.


Apa? Mawar,akan menikah dengan Farid. Kurang ajar sekali,dia melakukan hal ini. Untuk terbebas dari kejaran Davis,dia menjerat temanku dan mencuci pikiran Mawar.batin Zahra,ia mengambil satu undangan pernikahan itu. "Jaga ucapan mu, Mawar. kau jangan memfitnah diriku".


"Kau menikah dengan Farid? Secepat itukah, Mawar. Kau tidak menelusuri,kenapa dia bercerai dengan istrinya. Aku takut,menyesal dan dengarkan dulu apa kata Zahra". Ucap Mita, mencoba menenangkan pikiran tenang.

__ADS_1


"Diam kau, Mita. Jangan sok-sokan menasehati aku,kau malah membela penjilat ini. Hemm....ini adalah percintaan ku,jadi kalian diam. Dan kau Zahra,aku mengawasi dirimu". Ancam Mawar,ia menyunggingkan senyumnya.


Astaga,kenapa seperti ini? Apa rencana Farid,aku harus meminta bantuan kepada Davis.batin Zahra.


"Mawar,kau kenapa tiba-tiba berubah? Apa salahku, Farid pria yang licik. Dia hampir menculikku, walaupun aku tidak tahu? Kenapa dia ingin melakukan, hal itu kepadaku".


"Cukup, Zahra...! Kau jangan mengatakan bahwa, calon suamiku adalah pria licik. Seharusnya,kau yang licik. Aku tidak menyangka, bahwa temanku menikam dari belakang. Aku tahu,jika kamu terus-menerus mengajar kekasih ku ketemuan kan. Kenapa,kaget? Oh,jelas aku tahu". Jawab Mawar, dengan entengnya.


"Mawar,kau apa-apaan sih? Kita ini berteman lama, Zahra mana mungkin seperti itu. Kau paham maksudku kan, seharusnya kamu menyelidiki semuanya. Jangan asal tuduh seperti ini, kasian Zahra". Kata Mita,ia benar-benar terkejut mendengar ucapan Mawar.


"Kau salah Mawar,dia yang terus-menerus mengajak ku ketemuan. Dia bilang,ada yang di bicarakan kepadaku tentang Davis. Nyatanya,dia mau mencelakai ku. Terserah,kau mau percaya atau tidak". Zahra, melemahkan suaranya. Walaupun Mawar, memalingkan wajahnya. Ternyata Farid, sudah menyusun rencana licik nya. agar Davis,tidak bisa berbuat apa-apa untuk menangkapnya.


"Mawar,kau harus mempercayai ku. Aku tidak ingin kau, kenapa-kenapa. Hanya itu saja,dia bukan pria baik-baik. Mengertilah,aku sahabat mu Mawar ". Zahra, mencoba mengejar sahabatnya.


Mita,juga ikut menyusul dari belakang. "Mawar, berhentilah...kita bicarakan baik-baik,oke...jangan keras kepala dulu, takutnya kau menyesali".


"Diam...!!! Kalian benar-benar jahat,aku sangat mencintai Farid dan aku tidak akan menyesal apa yang terjadi. Bahkan,aku akan menyesal jika mengikuti perkataan kalian". Mawar, langsung masuk ke dalam mobil. Setelah selesai,dia berbicara seperti itu


Zahra,hanya menghela nafas beratnya. Sekarang dia, benar-benar takut apa yang terjadi kepada sahabatnya nanti.


"Sudahlah,aku juga pernah melihat Farid bersama wanita lain". Ucap Mita, sontak Zahra langsung penasaran.

__ADS_1


"Kapan terakhir kalinya,kau melihat Farid". Tanya zahra, membuat Mita mengerutkan keningnya. "Davis,tengah mengejarnya dan ingin menangkap Farid".


"Sudah lama, seminggu yang lalu. Aku melihat di Mall, tunggu dulu. Kenapa suami kamu, ingin menangkap Farid? Kau jangan berbohong kepadaku". Tanya Mita.


"Farid, seringkali membawaku ketemu. Tapi, selalu gagal karena Davis. Waktu itu,tidak ada halangan dan aku menemui Farid di sebuah taman. Bukan Farid,yang datang. Malahan,dua orang seperti preman yang ingin menangkap ku. Dari situ,aku mencurigai bahwa Farid. Bukanlah, pria baik-baik. Dia sangat bahaya dan Davis marah. Ia ingin menangkap Farid, meminta penjelasan mungkin ". Jawab Zahra,ia juga menceritakan semuanya.


"Dan sampai sekarang, Farid tidak bertemu". Tanya Mita,lagi.


Zahra,hanya menggeleng kepalanya. "Hemmm..aku terkejut mendengar ucapan Mawar, tiba-tiba dia menikah dengan Farid. Kenapa dia,tidak bilang ke kita dari awal? Otomatis, mereka sudah lama dekat dong".


"Hemmm...aku curiga, kepada Farid. Karena dia memiliki masalah denganmu dan suamimu ingin menangkapnya. Dia memiliki ide gila, menjerat Mawar. Hanya untuk mencari aman,kau juga tidak bisa menangkap dia. Soalnya,kau adalah sahabat Mawar. Aku sih, berpikiran seperti itu. Karena Mawar, memang menyukai Farid sejak sekolah dulu. Sehingga Farid, memanfaatkan kesempatan ini". Mita,hanya menerka saja. Sepertinya,aku harus bertindak juga. Semoga saja, Mawar tidak terjadi apa-apa.


"Ku benar, Mita. Aku akan memberitahu, kepada Davis, semoga dia bisa membantu kita. Aku sangat mencemaskan keadaan, Mawar. Benar-benar tidak,bisa di biarkan ini". Kata Zahra, kepalanya sudah nyut-nyutan memikirkan hal ini.


"Tenang saja, aku akan menemani Mawar dan berbicara pelan-pelan. Aku juga, mengorek-ngorek. Kenapa mereka tiba-tiba, menjalin hubungan serius". Mita, mengelus-elus pundak Zahra.


"Terimakasih,kau pantau terus Mawar. Aku pergi dulu,kau harus hati-hati". Zahra,pamit pulang kepada Mita. "Assalamualaikum"


"Wa'alaikum salam, hati-hati. Babay...". Mita, melambaikan tangannya ke arah Zahra.


Zahra, meninggalkan rumah Mita dengan perasaan sedih. Persahabatan yang sudah terjalin lama,kini hancur berkeping-keping karena pria lain. apa lagi, sahabatnya memfitnah dirinya yang bukan-bukan. membuat hati Zahra, menjadi sakit hati. air matanya luruh sudah, mengingat perkataan sahabatnya. Mawar, lebih mempercayai pria seperti Farid. di bandingkan dirinya, sahabat lamanya.

__ADS_1


__ADS_2