ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Nasi Goreng


__ADS_3

Malam harinya, Zahra dan Davis. Tengah duduk santai di ruang tamu, sambil menonton televisi. Tak berapa lama, Keysa datang menghampiri mereka.


Zahra,hanya mendelik sekilas ke arah Keysa. Yang tengah memandang wajah Davis, sontak Zahra menyunggingkan senyumnya.


"Malam-malam begini,enak makan nasi goreng". Ucap Davis, melirik ke arah Zahra.


"Tuan,aku bisa memasakkan nasi goreng untuk Anda". Keysa, langsung menyahut ucapan Davis. Kebetulan sekali,aku pandai memasak. sangat pas,aku bisa mengambil hati Tuan Davis. sedikit demi sedikit, akhirnya menjadi milikku.


"Wahh..benar sekali, pasti masakkan kamu sangat enak". Zahra,juga ikut menimpali. Hahahah... aku tahu dengan lirikan mu,jika dirimu ingin merasakan buatan nasi goreng dariku. Oh, tidak bisa bestie...


Davis, hanya berdecak kesal kepada istrinya. "Tidak,aku ingin kau memasak untukku. Bukankah dirimu, adalah istriku. Hemmm..." Ck, bisa-bisanya dia menolak apa mauku.


"Tuan, biarkan aku yang memasak. Kasian Bu Zahra,memasak untuk Anda. Pasti tangannya nanti,jadi kasar". Sahut Keysa, dengan cepat. Ia tersenyum manis, saat memandang wajah Davis.


Zahra, terkejut mendengar ucapan Keysa. Saat memanggil dirinya, dengan sebutan Bu. "Hahaha..benar sekali, suamiku. Mana mau,aku memasak untuk mu. Bukankah dia pantas, melakukan hal itu. Nanti tanganku,rusak dan lecet". Zahra, memainkan jari-jari lentiknya. Hebat sekali dirinya, memanggil dengan sebutan kata Bu. emangnya aku setua itu apa? dasar ulat keket.


"Mau buatkan nasi goreng,apa Tuan? Biar aku yang membuatnya". Tanya Keysa, membuat Davis marah padam. Kenapa Tuan Davis, tidak mau sih? biarkanlah aku membuatnya,agar Zahra cemburu melihat apa yang aku lakukan terhadap Anda.


"Zahra...!!!". Davis, langsung menyebut namanya.


Zahra,hanya memutar bola matanya dengan malas. "Baiklah,aku akan memasak untuk kalian,". Jawan Zahra,ia bangkit dari tempat duduknya. Lihatlah apa yang aku lakukan, kebetulan sekali aku memiliki ide jahil. Seringai tajam Zahra,ia langsung menuju ke arah dapur.


Davis, tersenyum kecil saat melihat sang istri menuju dapur. Otomatis sang istri, pasti akan memasak untuknya.


"Tuan,aku mau ke dapur dulu. Untuk bantu-bantu bu Zahra,". Keysa, meminta ijin untuk pergi. Setidaknya aku, mencari muka dulu. agar Davis,kagum Kepadaku.


"Tidak perlu,satu hal lagi yang harus kau patuhi. Panggil istriku, dengan sebutan Nona Zahra. Dia adalah Istriku,yang harus kau patuhi" tegas Davis, kebetulan sekali Zahra mendengar ucapan Suaminya.

__ADS_1


Davis dan Keysa, nampak heran saat melihat Zahra membawa dua piring dan gelas. Ia menaruh di atas meja, dengan senyuman manis. Kenapa kalian menatapku seperti itu,hemm...pasti kalian bingung dan herankan,hahahaha batin Zahra.


Setelah meletakkan semuanya, barulah Zahra pergi ke arah dapur lagi. Mungkin sesuatu yang di ambil, melihat Zahra pergi ada rasa lega di hati Davis.


Beberapa menit kemudian, dari arah dapur. Zahra,membawa dua kaleng minuman sprite dan mangkok berisi batu es. Hahahah...pasti kalian bingung,apa yang aku lakukan. batin Zahra,ia cekikikan tertawa dalam hatinya.


Saat sampai di meja ruang tamu, Zahra meletakkan batu es ke dalam gelas. Setelahnya,dia menuangkan air sprite ke dalam gelas. Nampak segar,namun hanya dua gelas.


Keysa, nampak bingung dengan cara Zahra. Kenapa tidak ada gelas dan piring, untuknya.


Ting.... Nong.....Ting... Nong..


Bel rumah berbunyi, bertanda ada tamu di luar.


"Sebentar, aku membuka pintu rumah. Mungkin sudah datang,apa yang kita tunggu". Senyum smrik Zahra. Dengan langkah kaki,ia menuju pintu utama.


Davis, merasakan Sesuatu yang tidak enak. Apa yang di lakukan Zahra,apa dia tadi tidak masak? Jangan-jangan,dia membeli dari luar.batin Davis.


Aku yakin, Zahra tidak memasak untuk suaminya. Melainkan dia membeli dari luar,dasar punya istri pemalas. Atau jangan-jangan,dia tidak bisa masak. Baguslah,aku bisa mendekati Tuan Davis. Bisa saja dengan perhatian ku, untuk memudahkan langkah menjadi Nyonya Davis. Batin Keysa.


"Alhamdulillah, sudah datang. Aku buka yah, maaf suamiku. Aku sangat malas untuk masak, lebih baik beli saja. Toh,uangmu sangat banyak". Ucap Zahra,tanpa ba-bi-bu lagi. Sedangkan Davis,hanya menghela nafas beratnya.


Davis, melihat Zahra menyiapkan makanan. Ia sangat telaten membuka nasi goreng,dan menaruh ke piringnya.


"Kau ambil sendiri, piring dan air minummu". Ucap Zahra, dengan sinis. Ia meletakkan saat bungkusan nasi goreng, yang di pesannya.


Dengan berat hati, Davis menyuap makanan ke mulutnya. "Uuhukk.... Uuhukk.... uhuukkk...pedas sekali". Kata Davis,ia langsung meminum airnya. Baiklah,aku akan mengikuti cara permainan dirimu.batin Davis.

__ADS_1


"Apa punyaku juga,pedas Nona Zahra". Tanya Keysa, langsung. Dengan cepat Zahra, mengangguk kepalanya.


"Jangan-jangan kalian,tidak tahan pedas. Waw.... kebetulan sekali,kalian sama. Hemm...kalau tidak tahan, biarkan aku yang habiskan. Sayang,kalau di buang. Aku bisa kok, memesankan kembali". Zahra, langsung menarik piring suaminya.


Secepatnya Davis, mencegah zahra. "Tidak perlu,akan aku habiskan". Davis, kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Tuan, jangan di makan. Aku bisa memasak untuk Tuan,jauh lebih enak lagi". Keysa, menawarkan agar dia memasak untuk Davis.


"Benar,apa yang kau katakan. Jangan di paksa, jika tak tahan dengan rasa pedasnya". Senyum smrik Zahra,ia kembali menyuapkan makanan ke mulutnya. Tidak ada tanda-tanda apapun,apa lagi kepedasan.


"Tidak perlu, kapan-kapan lagi. Kau pesan makanan ini, asalkan makan bersamamu". Senyum merekah Davis, membuat Zahra kesal karena rencananya tidak berhasil.


Sial,kenapa dia tak marah? Dia sanggup bertahan, walaupun sangat pedas nasi goreng itu. Lihatlah keringatnya, sebesar biji jagung. Batin Zahra,ia kembali menyuapkan makanannya.


"Istriku, ambilkan air untukku". Kedip mata Davis.


"Akan saya ambilkan,Tuan. Biarkanlah Nona Zahra,menyatap makanannya". Keysa, langsung menyahut ucapan Davis.


"Tidak perlu,aku ingin istriku yang menyiapkan apa yang aku mau". Bantah Davis, dengan tegas.


Zahra, langsung beranjak pergi dan mengambil air untuk suaminya. Inilah kesempatan Davis, mencicipi nasi goreng milik Zahra.


Saat merasakan nasi goreng,milik zahra. Ia tersenyum kecil,dan dia tahu bahwa milik Zahra tak pedas seperti miliknya. kau mengerjaiku Zahra, lihatlah apa pembalasanku. Davis, menyunggingkan senyumnya.


Zahra, langsung menuju ke ruang tamu. Ia menuangkan air sprite ke dalam gelas. "Terimakasih, istriku. Setelah makan, kita ke kamar. Aku ada Sesuatu untukmu,". Bisik Davis,namun Zahra langsung mengangguk kepalanya.


Keysa, terpaksa melahap makanan yang di beli oleh Zahra. Walaupun sangat pedas, wajahnya sudah memerah dan keringat di keningnya.

__ADS_1


"Aku tidak sanggup menghabiskan nasi goreng nya, aku tidak tahan sangat pedas". Keysa, meletakkan sendok nya dengan kasar.


Zahra,hanya mengangguk kepala dan melanjutkan acara makannya. ia bodo amat, terserah apa mau Keysa.


__ADS_2