ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Masa Lalu (S2)


__ADS_3

Satu Tahun, Kemudian.


Alzam, sudah menjalankan pekerjaan ayahnya. Dia mengambil alih, mengurus beberapa hotel dan tambang emas yang masih di awasi ayahnya.


Seorang perempuan cantik,melamar pekerjaan di sebuah hotel Alzam.


Karena Alzam, memerlukan resepsionis hotel. Dia langsung, membuka lowongan pekerjaan.


"Nona, silahkan masuk ke dalam". Ucap seorang pria, yang tidak lain adalah sekertaris Alzam.


"Baiklah, terimakasih". Perempuan itu, menunduk kepala dan masuk ke dalam ruang kerja Alzam.


Saat perempuan itu masuk dan Alzam menatap ke arahnya.


Deggg.....


Seakan-akan waktu, berhenti berjalan.


"Ana". Gumam Alzam, terkejut melihat kedekatan Ana.


"Alzam, kamu...jadi hotel ini,milikmu". Ana,nampak syok. Saat mengetahui, semuanya. Mantan kekasihnya,kini akan menjadi bosnya nanti.


"silahkan duduk,Ana". Alzam, tersenyum kecil dan merasa canggung.


Karena ini adalah pertemuannya,sudah cukup lama mereka berpisah. Satu tahun,sudah dan mereka baru di pertemukan.


"Apa kabar,Zam. Maaf". Lirih Ana, menatap ke arah Alzam.


"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Tentu baik bukan,satu tahun sudah berlalu pergi meninggalkan ku. Terimakasih,atas semuanya". Alzam, tersenyum. "Kamu di terima,mulai besok bekerja lah".


"Zam,apa kamu masih marah kepadaku". Tanya Ana,dia ingin sekali memeluk pria yang di hadapannya. Sesosok pria,yang di rindukan selama ini.


"Masa lalu, biarlah masa lalu. Kalau tidak ada apa-apa,lagi. Silahkan, keluar". Tegas Alzam, langsung.


"Baiklah,aku permisi". Ana,hanya pasrah dan beranjak berdiri. Kakinya,satu persatu melangkah pergi.


Namun,tidak ada tanda-tanda Alzam menghentikan langkahnya. Hingga, pintu ruang kerjanya tertutup rapat.


Ana, menangis kesegukan mengingat kebersamaan mereka. Menyesal, itulah yang di rasakan Ana. Setelah, kebenarannya tahu. Nadila, memberitahu kepada Ana. Kenapa Alzam,tidak datang ke bioskop waktu itu.


"Aku memang egois,kenapa tidak mencari tahu lebih dulu". Isak tangisnya,Ana.


Terus berjalan dan meninggalkan hotel Alzam. Air matanya, mengalir deras tanpa memperdulikan tatapan orang-orang sekitar.


Alzam,mengusap rambutnya ke belakang. Satu tahun sudah,dia menutup pintu hatinya. Semenjak kegagalan cintanya,Alzam tak pernah lagi jatuh cinta dengan perempuan mana pun.


Di dalam hatinya,masih ada rasa cinta kepada Ana. Namun tak mungkin,jika dia mengulanginya kembali.

__ADS_1


"Maafkan aku,Ana. Tidak akan pernah bisa, kembali seperti dulu lagi". Gumam Alzam, ia tersenyum kecil.


**********


"Mom,umur kak Alzam sudah tuakan. Terus,kapan kak Alzam nikah". Tanya Cahaya, adiknya.


"Hemmm...aku ingin sekali, menjadi seorang paman" sahut Elvano, cekikikan tertawa.


Zahra, langsung tersenyum merekah. Saat mendengar ucapan anak-anaknya, begitu gemas sekali. "Kalian ini menggemaskan sekali,mana mom tau? Semua itu, terserah kakak kalian".


"Emangnya, kamu ingin menikah". Tanya Davis, kepada anak pertamanya itu.


"Mau, siapa sih? Yang gak mau nikah,cuman calonnya tidak ada". Jawab Alzam, sambil mengunyah makanannya.


"Masa sih? Kakak ku,yang tampan ini jomblo". Kata cahaya,tak percaya dengan kakaknya.


"Bukannya jomblo dek, mungkin kak Alzam pernah patah hati. Hehehhehe..." Tebak Elvano, langsung.


"Oh, untung Cahaya belum mengenal apa itu cinta". Sahut sang adik,yang langsung dapat cubitan di pipinya oleh sang ibu.


"Apa perlu,mom carikan". Zahra, langsung menggoda anaknya.


"Carikan secepatnya, aku ingin menikah". Jawab Alzam, langsung.


Sontak membuat Davis, Zahra dan adik-adiknya langsung terdiam.


"Bukankah, daddy dan mom tidak saling mencintai. Alzam tahu,jika daddy memaksa Mom". Sahut Alzam, seketika Davis langsung skakmat.


Ada senyuman meledek ke arah, Davis. Siapa lagi,kalau bukan Alzam.


"Mampus kau". Decak Zahra, menyunggingkan senyumnya. "Ya sudahlah,mom akan carikan perempuan untuk mu".


"Sayang,aku dan Alzam berbeda. Hanya aku,yang bisa memahami segalanya. Alzam, sangat berbeda. Apa lagi, usianya masih muda". Davis, menyusul istrinya ke ruang tamu.


"Gak salahnya,kita mencarikan perempuan dulu. Masalah menikah, urusan belakangan". Kata Zahra, dengan santainya.


************


Besok paginya, Alzam sangat malas berangkat kerja.


Sudah pasti,akan bertemu Ana lagi.


Benar saja,baru masuk ke dalam ballroom hotel. Dia sudah,di sudah di cegat oleh Ana.


"Zam, sampai kapan? Kamu terus-menerus, menghindariku. Ak-aku sangat merindukanmu,". Tanpa memperdulikan keadaan lagi,Ana langsung memeluk tubuh Alzam.


Ada desiran di tubuh Alzam,saat sang mantan tiba-tiba memeluknya. Pelukan hangat,yang sudah lama tidak di rasakannya lagi. Tangannya, ingin sekali membalas pelukan Ana. Namun,dia urungkan niatnya.

__ADS_1


"Lepaskan,Ana...." Alzam, langsung menghempaskan tangan Ana."jangan sembarang memelukku,karena aku adalah bos mu sekarang. Ingatlah, untuk menjaga sikapmu". Tegas Alzam, langsung meninggalkan Ana.


Ana, langsung terduduk lemas di sebuah kursi. Hatinya hancur berkeping-keping, mendengar bentakan keras dari Alzam. "Sebenci itukah,kamu dengan ku Alzam. Aku yakin,kamu masih mencintaiku" Gumamnya.


"Bos,apa perlu aku memecat perempuan tadi. Yang sudah lancang, terhadap Anda". Ucap Sdit, sekertaris pribadinya.


"Tidak perlu, pergilah dan kerjakan tugasmu". Perintah Alzam,yang langsung di angguki Sdit.


Alzam,nampak termenung dan masih merasakan hangatnya pelukan Ana.


"Sial,kenapa aku terus saja memikirkannya". Decak Alzam, sorotan matanya sangat marah.


Dengan tergesa-gesa, Alzam keluar dari ruang kerjanya. Otaknya terpengaruh oleh pelukkan,Ana. Hingga dia,tak konsentrasi untuk bekerja.


"Bos.....". Sdit, memanggil bosnya. Namun Alzam, secepatnya memberikan kode agar tidak mengikuti kemana dia pergi.


Alzam, menghentikan mobilnya disebuah danau. Saat ini dia, memerlukan sebuah ketenangan dan kedamaian.


Alzam, menghidupkan udara segar. Ia bersandar, di sebuah pohon besar. Tepatnya,di pinggir danau.


Ia melihat sekeliling, beberapa orang juga menikmati suasana danau yang begitu indah.


Udara segar dan angin sepoi-sepoi. Hingga akhirnya,rasa kantuknya tiba-tiba datang dan mata Alzam mulai tertutup.


Sedangkan Ana, marah-marah kepada sang sekertaris Alzam.


"Maaf,nona...saya tidak tahu,kemana bos pergi. Mungkin saja,bos pulang". Ucap Sdit, kepada Ana.


"Ana,kamu itu kenapa sih? Terus mengejar bos,gak tahu malu". Ucap seorang perempuan, itu.


"Diam,kalian tidak tahu apa-apa. Tentang aku dan Alzam". Tegas Ana, langsung.


Beberapa karyawan hotel tersebut,memang banyak tidak menyukai Ana.Apa lagi,Ana sok kecentilan melebihi batas.


Sdit, sebagai sekretaris Alzam. juga merasa risih,karena Ana terus memaksa bosnya itu.


************


Seorang perempuan cantik,sambil membawa hewan peliharaannya. Tak sengaja melihat,Alzam masih terlelap dalam tidurnya.


"Sepertinya,hari mulai gelap dan akan turun hujan". gumam perempuan itu,mulai mendekati Alzam. "Hemmm... sangat tampan, seperti pangeran dalam mimpi". perempuan itu,tak henti-hentinya mengalihkan pandangannya ke arah Alzam.


"Om,bangun....Om, bangun". perempuan itu,terus membangunkan Alzam.


Alzam, mengerjapkan bola matanya dan terkejut saat melihat sesosok perempuan di hadapannya. "si-siap kamu? ngapain, bangunin saya".


"Om, pulanglah.kalau mau tidur,di rumah atau di hotel. jangan di bawah pohon, lihatlah....hari mulai gelap,hujan akan turun" ucap perempuan itu,lagi.

__ADS_1


Alzam, hanya mendengus dingin dan menatap ke arah langit. memang benar, hujan akan segera turun. "Terimakasih". kata Alzam, langsung beranjak pergi meninggalkan perempuan itu.


__ADS_2