
[Semuanya sudah beres,aku akan ke sana sekarang].
Zahra, mengetik pesan kepada Farid. Sekarang Farid,tengah menunggu Zahra di sebuah taman.
Awalnya, Zahra sempat curiga kenapa Farid malah bertemu di taman. Padahal, dia menyarankan agar bertemu di sebuah kafe saja.
[Baiklah,aku menunggumu]. Farid.
Zahra,hanya tersenyum kecil dan keluar dari supermarket miliknya.
Saat menuju parkiran mobil, ia nampak terkejut. Seseorang tengah menunggunya,tepat di depan mobil miliknya.
"Davis". Gumam Zahra,ia langsung gelabakan. Kenapa, dia tiba-tiba ada di sini? Apa jangan-jangan,dia mengetahui sesuatu. Oke,kau harus santai Zahra jangan membuat curiga.
"Kenapa,kau terkejut. Aku kebetulan sekali, lewat di sini. Ada acara kolega bisnis,aku sengaja menghampiri mu dan ikut denganku". Jawab Davis, dengan santai.
"Oh, aku mana bisa ikut. Sedangkan, baju ganti aku tidak bawa. Kau pergilah,aku juga mau pulang". Alibi Zahra, sebenarnya dia ada janji dengan Farid. Aduhh.. bagaimana ini,aku ada janji lagi dengan Farid.
Davis,malah mendekati zahra dan fokus ke arah ponselnya. "Kalau masalah itu,gampang. Kita bisa langsung ke butik dan ke salon,apa susahnya".
"Aku tidak mau, aku gerah dan belum mandi juga. Kau saja pergi,". Zahra, menolak lagi ajakan Davis
"Davis,apa yang kau lakukan. Ini tempat umum, menjauhlah". Rengeknya Zahra,saat Davis semakin menghimpit tubuhnya di mobil. Jangan sampai Davis, melakukan aneh-aneh. apa lagi,ini di tempat umum.
Tiba-tiba saja, Davis merampas ponselnya miliknya. Membuat Zahra, terkejut dan syok.
Astaga, habislah aku. Sekarang Davis, bakalan tahu. Jika aku,ada janji dengan Farid.
Zahra,bimbang saat ponselnya berada di tangan sang suami. ia ingin merebut kembali,tapi di sisi lain takut kepada sang suami.
Davis, langsung mencek isi ponselnya Zahra. "Manis sekali, seorang istri janjian dengan pria lain". Seringai tajam ke arah zahra.
" Davis,aku bisa jelaskan semuanya". Zahra,hanya tersenyum kecil dan mengigit bibir bawahnya.
"Masuk, sekarang masuk ke dalam mobil ku". Tegas Davis, membuat Zahra langsung menuruti perkataannya.
__ADS_1
Aduhh... habislah aku,aku yakin. Farid, sudah menunggu di taman. Kenapa Davis, tiba-tiba ada? Apa dia sengaja menggagalkan pertemuan kami,batin Zahra. "Davis,bukan maksudku berbohong kepada mu".
Saat masuk ke dalam mobil, Davis masih membaca pesan istrinya dan Farid. Ia tersenyum kecil dan menoleh ke arah Zahra,namun sang istri hanya memalingkan wajahnya ke jendela mobil. Bagaimana ini,aku saja takut menoleh ke arah nya. huuuff...kenapa aku lupa, menghapus pesan Farid tadi.
"Jalan,kita ke taman bunga sana. Zahra, kau sangat percaya dengan Farid. Kita buktikan,kalau dia hanya menjebak mu saja". Davis, mengembalikan ponsel Zahra.
"Maksudmu,apa" tanya Zahra, nampak kebingungan. Menjebak? maksudnya apa,masa iya. Farid, berbohong kepadaku.
"kau lihatlah,siapa yang terbukti yang sudah berbohong". Ucap Davis,ia tersenyum smrik. Ku harap,kau tidak menyesal Zahra.
Saat sampai di taman bunga, Davis meminta Zahra untuk keluar dari mobil. Sebelum keluar,ia menelpon Farid.
Beberapa kali Zahra, menelpon namun tak kunjung juga di angkat. Farid,malah menyuruh Zahra hanya mengirim pesan saja. Kenapa Farid, tidak mengangkat telpon ku. dia hanya, mengirimkan aku pesan saja. kenapa aku jadi takut, jangan-jangan Davis benar.batin Zahra.
Zahra, semakin gelisah dan takut saat menuju ke taman bunga. Ia mengendap-endap dan Calingukan mencari sesosok Farid.
"Dimana Farid, bukankah dia ada di sini?apa jangan-jangan, aku sudah di bohonginya". Gumam Zahra,ia duduk di kursi taman.
[Kau dimana? Aku sudah berada di taman].
Namun pesan dari Zahra,hanya di baca oleh farid saja. Ia tak kunjung membalas pesannya.
[Farid,kau dimana]
Zahra, mengirim pesan lagi kepada Farid. Tangannya,sudah gemetaran. Apa lagi,ada dua orang berbadan besar mendekati dirinya.
"Apakah ini, wanita yang di maksud bos". Senyum smrik,pria yang bertubuh besar dan memiliki kumis tebal.
"Sepertinya,memang benar. Bahkan, dari fotonya sama persis". Sahut pria yang tidak memiliki kumis.
"Siapa kalian,jangan coba-coba mendekati ku". Bentak Zahra,ia langsung mengundurkan langkah kakinya. "Pergi kalian,sana".
"Hahahah...hai, Nona manis. Kami akan membawa mu,". Senyum smrik pria tersebut dan semakin mendekati Zahra. Saat mereka ingin menangkap Zahra, tiba-tiba....
Dorr....Dorr....
__ADS_1
Dua tembakan mengenai kaki mereka. "Aaaakkhhh....." Teriak Zahra,ia langsung berjongkok dan menutup telinganya. Toooloong.... Davisssss, Tolooong aku". teriak Zahra,ia masih berjongkok.
"Aaarghhh....". Pria tersebut, meringis kesakitan. Karena kaki mereka terkena tembakan,oleh Davis. Darah segar mengalir, di kaki mereka.
"Zahra, berdirilah". Ucap Davis,sontak Zahra langsung memeluk tubuh suaminya itu.
"Davisssss.... aku-aku sangat takut, mereka berdua. Ingin membawaku ". Ucap Zahra,ia menangis di pelukan Davis. Apakah Davis,yang menembak tadi. maafkan aku,aku salah.
"kalian, bawa dia dan kurung. Aku akan interogasi mereka nanti,". Perintah Davis, kepada anak buahnya.
"Siap,bos". Jawab anak buahnya dan langsung menyeret dua pria tersebut.
Zahra, langsung di gendong Davis. Kakinya tidak bisa melangkah,karena lemas. Ia terlihat syok berat,apa lagi melihat kejadian secara langsung.
Davis, segera menyimpan pistolnya. Agar tidak terlihat oleh Zahra dan memeluk erat istrinya. Davis, merasakan tubuh sang istri gemeteran karena syok.
**********
Zahra,mulai tenang tidak seperti tadi syok . Ia bersandar di sofa, sambil menikmati makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
Davis, menyuapi makanan ke mulutnya Zahra. Tiba-tiba saja,sang istri merengek meminta makan. Dengan sepenuh hati, Davis melayani istrinya.
Zahra,hanya tersenyum kecil. Namun,dia merasa takut karena kejadian tadi.
"Tenang saja, Farid sudah aku laporkan ke polisi. Ia akan menjadi buronan, secepatnya akan di tangkap". Davis, mengelus rambut Zahra.
"Maaf,jika tidak ada kamu. Aku tidak tahu, bagaimana nasip ku" Zahra, hanya menunduk kepalanya. Ia tak berani, menatap wajah sang suami.
"Tidak apa, lupakan semuanya. Sebenarnya,apa yang dia inginkan darimu. Katakanlah, sejujurnya Zahra. Kita suami-istri,saling terbuka". Pinta Davis,ia mengangkat wajah Zahra dan mereka saling bertatapan.
"Lepaskan tanganmu,aku jadi gugup kalau saling bertatapan". Kata Zahra,ia tersipu malu-malu.
Davis,hanya terkekeh geli mendengar perkataan sang istri. Ia segera melepaskan tangannya, dari wajah Zahra.
"Farid, beberapa kali menghubungi ku. dia meminta ku untuk bertemu,tapi dia selalu mengajak ketemuan sangat jauh. bahkan, beberapa kali gagal karena kamu. awalnya,aku sangat penasaran sekali apa yang di ucapkan. ia ingin memberitahu tentang dirimu,hingga akhirnya aku percaya. nyatanya,dia ingin menjebakku. aku tidak tahu,apa maksud muslihatnya. apa kamu tahu, Davis? sedangkan aku,tidak pernah memiliki masalah dengan Farid". Zahra, sangat kecewa dengan Farid. teman sekolahnya dulu,apa lagi Zahra tidak memiliki masalah apapun dengannya.
__ADS_1