ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Tambang Emas


__ADS_3

Kebahagiaan yang tiada duanya, Davis mengadakan acara selamatan di tambang emasnya. Ia malah merayakan kebahagiaan,bersama para pekerja keras tambang emas tersebut.


Zahra,yang baru pertama kali. Ia ikut ke tambang emas,ia terperanjat melihat sekeliling. Banyak rumah-rumah dan pepohohan buah-buahan. Udara sangat segar,di rasakan Zahra. Orang-orang sekitar, menyambut kedatangan mereka. Davis,yang banyak di sanjungi oleh masyarakat sekitar.


Setelah melewati perkampungan, seperti kota. Barulah Davis, membawanya ke tambang emas. Zahra,hanya berani di luar saja tak berani masuk ke dalam. Dia bergidik ngeri, melihat para pekerja keras postur tubuh mereka sangatlah kekar dan berotot.


Setelah berkeliling di sekitar, tambang emas. Barulah Davis, membawanya ke bawah daerah perkampungan tadi.


Sebuah rumah yang lumayan besar, ternyata milik Davis dan beberapa pelayan wanita juga. Ternyata Istri-istri para pekerja di tempatnya, terlihat sekali orang-orang sekitar begitu menghormati sang suami.


Zahra,juga di sambut hangat oleh para ibu-ibu dan wanita di sana. Apa lagi dia, seorang istri bernama Davis.


Acara selamatan yang begitu besar dan sangat ramai. Masing-masing mereka, mengucapkan selamat atas kehamilan penerus Davis.


"Bagaimana rasanya, menjadi istri seorang Davis". Tanya seorang wanita cantik, di samping Zahra.


"Hemmm...biasa saja,pada umumnya. Maksudnya, seperti suami-istri yang lainnya". Jawab Zahra, ia tersenyum manis. Sepertinya, wanita di samping ku ini. Tidak menyukai ku,dari tatapannya.


"Benarkah, beberapa hari ini. Entah kenapa,dia bermalam di sini. Apakah kalian ada masalah, atas kau yang membuat masalah. Kenalkan namaku Emy, pelayan Davis di sini" Emy, tersenyum sumringah.


"Dia di usir ibunya,makanya tidur di sini. Salam kenal Emy, pelayan Davis? Maksudnya,kau menyiapkan keperluan dia si sini". Tanya Zahra,yang sedang berkeliling di rumah Davis.


"Iya,aku yang menyiapkan keperluannya. Jika dia,berada di sini dan sering keluar masuk ke dalam kamarnya. Jangan cemburu,aku hanya menyiapkan air panas dan baju gantinya". Kekeh Emy,ia ingin membuat Zahra cemburu.


"Zahra dan Emy,kalian di sini? Bagaimana,kau senang berada di sini. Kenalkan Zahra,dia adalah kepala pelayan di rumah ini. Aku sangat mempercayai dia, usianya sangat muda". Davis,yang baru saja datang menghampiri mereka.


"Hemmm...kami Sudah berkenalan,". Jawab Zahra, ia tersenyum dan melirik sekilas ke arah Emy.

__ADS_1


"Benar, Tuan Davis. Aku juga menemani dirinya, untuk berkeliling di sekitar sini". Sahut Emy, tersenyum merekah.


"Davis,aku ingin pulang. Temanku, Mita mengadakan pesta ulangtahun di kafe. Dia mengundang ku,". Ucap Zahra,ia ingin memanasi perasaan Emy.


"Apa ada pria juga,yang ikutan". Tanya Davis,yang langsung di angguki Zahra. "Ya sudah, aku ikut. Aku tidak ingin, mereka menatap mu terlalu lama".


Mendengar ucapan sang suami, Zahra tersenyum mengejek ke arah Emy. Rasakan kau Emy,bukan aku yang cemburu buta mendengar perkataan mu. Tapi, Davislah yang selalu cemburu kepadaku. "Baiklah,kau ikut. Kita ke sana," Zahra, langsung menarik lengan Suaminya.


Emy,hanya menatap kepergian Tuannya yang bersama sang istri. Ia mengepalkan kedua tangannya,ada rasa perih di hatinya. Dia tidak berkata sepatah kata pun,apa lagi Davis adalah bosnya sendiri.


Davis, memperlihatkan barang-barang koleksinya. "Davis, sedekat apa kau dengan Emy? Apa kamu tidak tahu,jika dirinya menyimpan rasa cinta kepada mu. Terlihat jelas,dari sorotan matanya". Ucap Zahra,namun Davis hanya menyunggingkan senyum.


"Hemmm....dia pernah dulu, menyatakan cintanya kepada ku. Tapi,aku hanya menganggap nya sebagai pelayan tidak lebih. Tidak hanya diak, bahkan beberapa wanita lain juga".


"Ck, narsis...". Decak Zahra,ia mengambil satu barang koleksi Davis. Sebuah vas bunga yang sangat cantik, dengan ukiran yang sangat cantik. "Aku mau ini, cantik sekali".


"Ambillah,yang mana kamu suka. Jangan di jual,aku sudah lama mengumpulkan barang koleksi seperti ini" Davis, memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.


Selesai dengan acara semuanya,Zahra meminta langsung pulang. Rasanya tidak nyaman,bermalam di sana. Davis, hanya mengikuti kemauan sang istri.


Awalnya Emy,senang karena Davis beberapa hari kemarin. dia tinggal di rumah ini dan tidur juga,dia bisa melayani Davis dengan sepenuhnya. walaupun dia tahu,jika Davis hanya menganggap sebagai pelayan saja.


************


pagi-pagi Zahra, tidak menemukan keberadaan suaminya. "kemana dia? tumbenan gak bilang dulu,kalau pergi". gumam Zahra,ia turun dari ranjang dan berniat untuk mandi.


beberapa menit kemudian, Zahra sudah menuruni anak tangga. saat menuju ke arah dapur,sang ibu mertua sudah menyiapkan segelas air susu khusus ibu hamil.

__ADS_1


Bu Winata, sepenuh hatinya menjaga Zahra. apa lagi tengah mengandung calon cucunya,dia bertambah semangat menjaga menantunya.


"bu,tahu gak? Davis, pergi kemana gitu". Tanya Zahra, sambil menikmati sarapan paginya dengan roti.


"Kata pak parnim, pagi buta sekali. Dia pergi,gak tau kemana? Emangnya, Davis gak ada cerita sama kamu". Tanya bu Winata,yang langsung di angguki Zahra. "Kenapa dia, tidak bilang-bilang sama kamu".


"Makanya itu,bu. Padahal,aku ada janji ke acara ulangtahun temanku. Davis,juga ikutan. Tapi,dia tidak ada". Jawab Zahra,ia mendengus kesal.


"Sudah kamu hubungi, Davisnya". Tanya sang ibu mertua.


"Hemmmm....sudah, tapi gak ada balasannya. Telpon, juga gak di angkat. Sibuk kali bu,". Kata Zahra, dengan santainya.


"Ya sudah,ibu mau mandi dulu. Habiskan susunya". Pinta sang ibu mertua, Zahra hanya mengangguk kepalanya.


Ting....


sebuah pesan masuk,dari Mita.


[Zahra,kamu pasti tidak percaya apa yang aku katakan? Mawar,gak jadi nikah karena Farid ketahuan selingkuh] Mita.


Zahra, hanya tersenyum kecil saat membaca pesan dari temannya. [Benarkah,apa ada buktinya sampai Farid ketahuan selingkuh. bukankah, mereka mau menikah yang selalu di banggakan oleh Mawar]


[Farid, kepergok berduaan di hotel oleh Mawar sendiri. dia benar-benar sedang terpuruk, dalam percintaannya. Mawar,juga meminta maaf kepada mu. hari ini datangkan,ke acara ku? awas loh,gak datang] Mita.


[mungkin aku ada telat Mita,karena Davis tidak tahu dimana berada? aku sudah menghubunginya,dia ingin ikut katanya. baguslah,kalau ketahuan belangnya Farid. sebelum mereka menikah, semoga saja pelajaran dalam kehidupannya Mawar]. Zahra.


"Kasian sekali, Mawar. dia di kecewakan oleh cintanya,sudah beberapa kali dia gagal". gumam Zahra, ia menghela nafas leganya.

__ADS_1


[Apa..? suami kamu ikut,jangan deh. kamu bakalan gak enak,karena tidak bisa. apa lagi teman-teman cowokku ganteng lo,tinggal saja suami kamu. nanti acara ulangtahun ku,jadi seram tau] Mita.


Zahra,hanya tersenyum dan cekikikan tertawa. saat membaca pesan dari Mita,memang akan jadi suram acara ulangtahun Mita. kalau suaminya ikut,suasana akan jadi dingin. mereka tidak bisa bicara ceplas-ceplos, apa lagi bercandaan.


__ADS_2