
Sepulang dari supermarket, Zahra di kejutkan dengan tamu suaminya.
Bagaimana tidak terkejut, tamu sang suami adalah Maya. Selingkuhan mantan suaminya, dulu.
Maya, bersama suaminya Ferry. Karena sudah lama tidak bertemu Davis, kebetulan sekali mereka berdua ada keperluan.
"Zahra,". Ucapnya, langsung mengulurkan tangannya.
"Maya,". Maya, langsung menyambut hangat uluran tangan Zahra.
Astagfirullah, kenapa kebetulan sekali. Apa Davis,tahu? Jika Maya, pernah jadi selingkuhan mantan suamiku. Ternyata dia suaminya, Maya. sangat jauh berbeda, dengan Wahyu. Pantesan Maya, memilih pria ini.batin Zahra,masih menatap ke arah mereka.
"Selamat yah,atas kehamilan mu. Kata Davis,kau hamil anak pertama kalian". Maya, mengucapkan selamat atas kehamilannya.
"Iya,iya... makasih, Maya". Zahra, yang sedikit canggung kepada Maya. Duhhh...kok aku jadi grogi sih.
"Ternyata kamu,orangnya yang bisa memikat Davis. Dia manusia batu, sangat susah di dekati wanita manapun". Kekehnya Maya, membuat Zahra tersipu malu-malu.
"Eng-enggak juga, mungkin kami kebetulan jodoh. Hehehehe". Zahra,hanya cengir kuda.
"Masa sih,cuman kebetulan? Tapi, kalian memang sangat cocok. Gak kebayang, gimana anaknya nanti. Beritahu aku,kalau lahiran. Aku ingin menggendong anak kalian". Maya, terlihat sangat mudah akrab kepada siapapun.
"Tentu,boleh. Davis,akan menghubungi mu nanti". Jawab Zahra,ia tersenyum manis.
"Terimakasih, semoga lahiran nanti kau dan bayimu selamat". Maya, tersenyum merekah.
"Terimakasih, Maya". Jawab Zahra, ternyata Maya terlihat ramah. Zahra, bersyukur karena Maya tidak jadi menikah dengan Wahyu.
Mereka berempat,cukup lama berbincang hangat. Hingga akhirnya, Ferry dan Maya pamit pulang.
Di dalam kamar, Davis mengikuti istrinya.
__ADS_1
"bagaimana bertemu dengan, Maya. Aku tahu,kau memiliki masa lalu kepada Maya". Ucap Davis,ia tersenyum smrik.
"Ck,sudah ku duga. Ternyata, kamu diam-diam menyelidiki masa laluku. Ada-ada saja, seperti kurang kerjaan". Decak Zahra,ia tersenyum kecil.
"Yah... karena aku kurang kerjaan, makanya aku ingin mengetahui semuanya. Zahra,aku tidak ingin mengenal seseorang. Hanya di depan saja, tanpa mengorek informasi sampai ke akar-akarnya. Kau tahu,aku bagaimana kan". Davis,duduk di sofa. Ia menyilangkan kakinya, tatapnya tak lepas dari Zahra.
"Terserah, kau saja. Ngomong-ngomong, aku sudah lama tidak melihat Keysa,kemana dia? Apa jangan-jangan dia,". Zahra, langsung syok dan menutup mulutnya.
"Jangan berpikir macam-macam, Keysa dia mengerjakan misinya. Itulah resikonya,karena ceroboh ". Jawab Davis,yang berdecak kesal.
"Misi apa? Apa aku boleh tahu,hemmmm...". Tanya Zahra,kenapa dia sangat penasaran sekali.
"Ada data yang sangat penting,hingga Keysa ceroboh dan data tersebut di ambil seseorang. Jangan kamu pikirkan,soal itu". Davis, langsung mencium kening istrinya.
Tokkk...Tokk...
Suara ketukan pintu kamar, menggagalkan ciuman mereka. "Tuan,ada seorang wanita yang ingin bertemu". Ucap seorang pelayan.
Zahra,hanya menghela nafas. Saat sang suami,hilang di balik pintu. "Siapa yah? Coba amu lihat".
Zahra,hanya melihat dari atas. Ternyata, Rebecca yang bertamu di rumah Davis.
"Davis,aku mohon...jangan siksa aku seperti ini". Rebecca, langsung bermohon-mohon dan berlutut di hadapan Davis.
"Kenapa,kau menikmatinya. Hemmm... makanya,jangan main-main dengan ku. Rasakan saja,akibat perbuatanmu". Davis,hanya menyeringai tajam ke arah Rebecca.
"Tidak,aku mohon. kembalikan,aku seperti dulu. aku mohon Davis,aku rela menjadi simpanan mu". Rebecca, masih berlutut di hadapannya.
"seret wanita lain keluar,jangan pernah menyuruhnya masuk ke dalam rumah ini lagi". Perintah Davis,kepada anak buahnya.
Rebecca, langsung di seret keluar. "Davis,aku mohon jangan lakukan ini. Aku rela, jadi budak mu". Teriak-teriak Rebecca,agar hati Davis luluh.
__ADS_1
Davis,hanya menatap jijik dengan Rebecca. Ia benar-benar tak habis pikir, mengapa dulu bisa berpacaran wanita model seperti itu.
*********
Sudah dua hari, Mawar mencari-cari sang kekasih. Namun di tepi jalan,dia melihat Farid tengah berjalan. Sepertinya, dia barusan membeli makanan.
Mawar,yang mengendap-endap mengikuti kemana perginya Farid. Hingga suata tempat, seperti kost-kostan yang sangat padat sekali.
Terlihat Farid, tengah memberikan satu kresek tersebut kepada seorang wanita. Membuat hatinya Mawar, terisi sakit. "Farid". Teriak Mawar, sontak membuat Farid terkejut.
Mawar,sial sekali. Kenapa dia bisa tahu,jika kau sudah di bebaskan oleh Davis. Harus cara ini, batin Farid. Kebetulan sekali, wanita di hadapannya sudah masuk.
Seketika Farid, langsung menarik lengan Mawar. Agar menjauh dari kost-kostan nya, walaupun Mawar memberontak. "Farid, lepaskan aku.....siapa wanita tadi,ha? Kamu benar berselingkuh di belakang ku,". Bentaknya Mawar, air matanya luruh sudah.
"Huuuusttt... aku tidak selingkuh,". Jawab Farid,ia membungkam mulut Mawar. Karena orang sekitar, sudah memandangi ke arah mereka.
"Tidak selingkuh, katamu? Kamu sudah bebas, beberapa hari lalu. Buktinya mana,kamu malah asyik dengan wanita lain. Pokoknya,kita secepatnya menikah Farid. Aku hamil,anakmu". Ucap Mawar, sambil menghapus air matanya.
"Baiklah,aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku. Tapi,jangan sekarang Mawar. Aku masih ada sesuatu,yang harus aku bereskan. Mengertilah,". Pinta Farid,ia nampak gelisah gusar.
"Sampai kapan, Farid? Parutku, semakin membesar seiring waktunya. Apa kata-kata orang sekitar,aku malu". Mawar,tak habis pikir mengapa jalan pikiran sang kekasih berbeda. Di benaknya, masih bertanya-tanya siapa wanita tadi. walaupun Farid, selalu mengelaknya.
Mawar,akan mencari tahu siapa wanita tadi. tapi,tidak sekarang mungkin lain waktu. "pulanglah,sudah lama. besok lagi,kita bicara Mawar. aku benar-benar pusing, sekarang. percayalah,aku tidak akan kabur". Farid, mencium kening Mawar.
Entah kenapa, tiba-tiba Mawar langsung Luluh dan mengangguk kepalanya. "baiklah,aku akan menunggumu besok. tempat biasa,".
"Tentu sayang, secepatnya. kita akan menikah,aku janji". Bisik Farid,dalam pelukannya. Sial, kenapa sapa ini. harus cari jalan lain, Menikah dengan Mawar. aku mana memiliki uang,apa Zahra aku peras dan memanfaatkan dia. Aaahh...aku punya ide, pasti Zahra mau membantu ku.
Setelahnya, Mawar langsung pulang dengan hati senang. karena sebentar lagi, mereka akan menikah. Sedangkan Farid, dengan langkah gontai menuju kostan miliknya.
"Darimana saja,nasi gorengnya sudah mulai dingin. Apa jangan-jangan kamu,akan menikah wanita itu. ingatlah,aku istrimu. peras semua uangnya dan tinggalkan dia". pinta seorang wanita, yang tengah kesal kepada suaminya.
__ADS_1
"Aku salah target, Mawar hanyalah anak tiri. Mana mungkin dia mendapatkan kekayaan dari ayahnya,mana dia hamil lagi. Apa kamu memiliki kenalan, untuk menggugurkan kandungan". Tanya Farid,yang frustasi karena salah target. Dia tak percaya, berhasil atau tidaknya. Memeras Zahra, nantinya. Apa lagi dia sekarang memang, sudah lama memiliki istri karena kesalahan waktu itu. sehingga,dia kehilangan istri pertamanya yang kaya raya.