ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Alzam(S2)


__ADS_3

Tujuh belas tahun, kemudian.


Kehidupan sehari-hari Zahra dan Davis,di penuhi oleh kebahagiaan. Mereka juga di karuniai Tiga orang anak,dua laki-laki dan satunya perempuan.


Anak pertama bernama Alzam Jonathan,yang masih menduduki di bangku sekolah SMA. Anak kedua Elvano Jonathan,yang masih bersekolah SMP dan yang terakhir bernama Cahaya Jonathan,yang masih bersekolah Dasar.


Alzam,yang sebagai ketua tim basket. Dia banyak di puja-puja kaum hawa,yang sangat terpopuler ketampanannya.


Bukan hanya satu sekolahnya saja,para perempuan mengejar-ngejar dirinya. Melainkan juga,di luar sekolahan. Apa pagi Alzam,terbilang ramah setiap orang lain.


"Alzam....Alzam...Alzam..". Para murid-murid lainnya, bersorak-sorai karena ada pertandingan basket antara sekolah lainnya.


"Horeeeeee...... menaaaang....". Tim basket Alzam, akhirnya menang dan mendapatkan juara satu.


Alzam,berlarian dan melambaikan tangannya di pinggir lapangan. Ia tersenyum merekah,sambil memamerkan ototnya.


"Zam,minum dulu". Seorang perempuan menghampiri dan memberikan sebotol air mineral. "Selamat yah,menang".


"Terimakasih,Moana". Senyum mengambang di sudut bibirnya Alzam. Ia langsung membuka tutup botol air mineral dan meminumnya.


"Zam, sesuai janjiku. Kita malam nih,makan di luar yuk". Moana, langsung menggandeng tangan Alzam.


Sebelum pertandingan dimulai, Moana membuat perjanjian dengan Alzam. jika Alzam,menang. Moana,siap di ajak malam mingguan. Seandainya kalah, terpaksa Moana malam mingguan dengan tim basket musuhnya. kebetulan sekali Moana,juga akrab dengan lawan Alzam.


Siapa tidak terpesona dengan kecantikan Moana,dia primadona di sekolahan. Alzam,hanya mengangguk kepalanya bertanda setuju. begitu juga Moana, terpesona dengan ketampanan Alzam.


Moana, tersenyum manis.saat Alzam, menyetujui ajakan nya. Betapa senangnya hati,karena bisa makan malam bersama laki-laki seperti Alzam.


Melihat kedekatan mereka berdua, membuat kaum perempuan iri kepada Moana. Walaupun, mereka tahu. Di antaranya,tidak memiliki hubungan apa-apa.


Semua murid-murid lainnya, membubarkan diri.


"Kenapa gak jadian aja, kalian zam". Tanya Shan,teman setim basket.


"Apaan sih? Gak mungkin aku jadian sama dia,setara dia sangat cantik dan banyak yang suka". Jawab Alzam,yang tak pernah berpacaran sama sekali.


"Pepet terus Zam, keliatan sih? Kalau Moana, menyukaimu". Sahut Ehan.


"Benar kata Ehan,kalau Moana. Benar-benar menyukaimu, dicoba aja". Kekehnya Frey, menepuk pundak Alzam.

__ADS_1


Alzam,hanya menggeleng kepalanya. Saat mendengar ucapan dari teman-temannya,satu yang dia takutkan adalah gagal dalam cinta. Dia memang tengah jatuh cinta,namun bukan kepada Moana. Matanya, tertuju pada seorang gadis bermain gitar dan tertawa renyah bersama temannya.


"Boleh gabung". Moana, membuyarkan lamunan Alzam. Ia baru saja datang, sepertinya dia membawa semangkok bakso.


"Boleh banget,". Sahut temannya Alzam. yang cekikikan tertawa, sambil melirik ke arah Alzam.


Dengan berwajah bersemu merah seperti tomat masak. Moana,duduk di samping Alzam yang tengah tersenyum. "Makasih,banyak".


"Aku jemput,jam delapan malam". Kata Alzam, betapa senangnya hati Moana. Saat mendengar ucapan Alzam.


Moana, ingin berteriak dan kegirangan loncat-loncat. Namun,dia langsung berekspresi biasa saja. "Baiklah,jangan terlalu malam yah? Sekitar jam sepuluh malam,aku sudah pulang".


"Ciyeehh....hemm,ada yang malam mingguan nih". Kekehnya Ehan.


"Jomblo panas nih". Sahut Frey,yang mengibaskan tangannya.


"Huuuu...huuu... panas-panas..".


Moana,hanya tersenyum malu-malu. Mendengar ejekkan temannya,Alzam.


"Biasa aja kali,monggo sono...cari pacar,biar gak sendirian". Sindir, Alzam. Menyenggol lengan temannya.


Kini mereka tertawa lepas, bersama dan menghabiskan makanan yang di pesan di kantin.


"Alzam,ini kerja kelompok kita. Aku sudah menyelesaikan separo dan kamu sisanya. Tolong,di cek lagi". Ucap seorang perempuan, memberikan tugas kepada Alzam.


Alzam, tersenyum manis dan dia menyambutnya. "Baiklah,aku bakalan cek lagi. Zyva,hemmm...".


"Apa Zam,ada sesuatu kah". Tanya zyva, melihat Alzam yang menggaruk kepalanya.


"Tidak apa,gak jadi. Sudah lupa,kalau ingat bakalan aku beritahu kamu". Kekehnya Alzam,ia seperti salah tingkah.


"Baiklah,aku duluan yah". Zyva, langsung pamit dan meninggalkan kelas.


"Tunggu,kita barengan saja". Alzam, langsung menyusul Zyva.


Walaupun, mereka tidak ada berbicara apapun. Hanya saja senyum-senyuman.


Tiba di parkiran, mereka berdua berpisah. Kebiasaan Alzam,ia duduk di depan mobil sambil menunggu pujaan hati.

__ADS_1


"Alzam,lagi nungguin siapa? Nunggu Moana,yah. Sayang sekali,dia sudah pulang". Ucap Jelita, kepada Alzam.


Alzam,hanya mengangguk dan matanya tertuju kepada seorang perempuan cantik. Dia tengah menuju parkiran, motornya.


"Alzam, kenapa bengong". Jelita, melambaikan tangannya di depannya.


"Tidak, terimakasih". Alzam, langsung masuk ke dalam mobil. Ck,malah ganggu orang saja.


"Aneh". Gumam Jelita,ia langsung menuju ke arah temannya.


"Barengan sama aku". Tanya Hyuna, kepada Jelita. Yang sedari tadi, menatap kepergian Alzam.


"Hemmm...mobilku,rusak dan masuk bengkel". Jelita, langsung naik ke motornya."Kapan yah,aku bisa mendapatkan Alzam? seandainya,aku menjadi kekasihnya. betapa beruntungnya,aku".


"mumpung Alzam,bukan milik siapa-siapa? kenapa gak kamu, ungkapin perasaan saja. pas waktu berdua". kekehnya Hyuna, kepada Jelita.


"Ngaurr....emang aku cewek apaan sih? apa lagi jauh cantikan Moana,aku sama kamu aja. masih cantikan kamu, Hyuna". Jelita,malah mencubit pinggang Hyuna.


"Auuuu....seram gak sih? seandainya,kamu pacaran sama Alzam. bukan hanya satu sekolahan,yang jadi musuhmu. bahkan,di luaran juga. jangan-jangan,tiap hari bakalan di teror perempuan lain". Hyuna,malah menakuti temannya.


"Benar juga,emang kamu gak suka sama Alzam. ganteng loh dan kaya lagi,siapa sih? gak kenal keluarga, Jonathan".


"Sejauh ini,aku belum suka dengan dia. gak tahu, kedepannya nanti". jawab Hyuna, kepada Jelita.


beberapa menit kemudian, akhirnya Jelita sampai di rumahnya. Hyuna,hanya pamit pulang. ia menolak untuk mampir,kerumah temannya itu.


******************


"Assalamualaikum". Ucap Alzam, yang baru datang dari sekolah.


"Wa'alaikum salam,". Jawab Aya,adik kandungnya.


"Loh,cuman kamu dek. Mana yang lainnya, Nenek mana, tumben-tumbenan gak ada di sampingmu". Tanya Alzam,santai di sofa sambil melihat adiknya bermain boneka.


"Gak tau,tadi ada. Mungkin,sibuk kali". Jawab Aya,yang bermain-main dengan boneka.


"Sudah pulang nak, cepat sana ganti pakaian dan bersihkan tubuhmu. Setelahnya,baru sarapan sana". Zahra, yang baru datang dari dapur.


"Hmmm...aku ke kamar dulu,Mom". Alzam, pergi meninggalkan ibu dan adiknya.

__ADS_1


Sesampai di kamar, Alzam menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. "Kenapa tuh,cewek. Cuek dan gak peduli, denganku. Gak seperti perempuan lainnya,makin penasaran". Gumam Alzam,ia tersenyum-senyum sendiri saat mengingat wajah perempuan itu. "Aku setampan ini,masih saja. ada perempuan tidak terpesona dengan ku, bagaimana aku mencari perhatiannya. mana tidak memiliki nomor ponselnya,lagi". Decak Alzam, sambil mengacak-acak rambutnya.


Alzam, bangkit dari ranjang dan siap-siaplah membersihkan tubuhnya. apa lagi perutnya,sudah keroncongan karena lapar.


__ADS_2