
Zahra, tengah sibuk berkeliling supermarket miliknya. Entah kenapa,dia melihat seorang pria yang di kenalnya. Ia pun segera mendekati pria itu,siapa tahu memang benar temannya.
"Jemmy,ia kan". Zahra, menunjuk ke arah pria yang di hadapannya. Semoga aku tidak salah orang,semoga saja.
"Iya....aaaaakk, Zahra. Apa kabar,lama tidak bertemu". Ucap Jemmy, mereka saling berjabat tangan. Zahra,ia dia adalah Zahra. tidak menyangka bahwa bertemu dengan nya, hampir bertahun-tahun aku dan dia tak bertemu.
"Aku baik,kemarin anak-anak mengadakan acara reuni sekolah. Tapi,aku tidak ada". Tanya Zahra,ia tersenyum manis. syukurlah, kalau aku tidak salah mengenali seseorang.
Ternyata, Zahra terlihat semakin cantik dan masih seperti dulu. Menggunakan hijab dan berpakaian tertutup. "Iya,aku sibuk kemarin Karena di luar kota. Baru malam tadi,aku pulang dan mencari makanan. Kau sedang apa? Belanja kah". Jemmy,juga bertanya kepada Zahra.
"Pantesan,kau tidak hadir. Aku ke sini,hanya lihat-lihat karena ini adalah supermarket milik ku". Senyum merekah Zahra. Sepertinya Jemmy, terlihat banyak berubah dan terlihat sukses.
"Waw...kau sudah sukses rupanya,di usia muda mu. Selamat atas kesuksesan mu". Kekehnya Jemmy, sambil mengangguk pelan.
"Hemmm... Alhamdulillah,kau kerja dimana? Sepertinya,kau juga sukses dan selamat yah". Senyum merekah Zahra.
"Aku hanya bekerja di perusahaan dan memiliki jabatan sebagai manager keuangan. Alhamdulillah,aku terbilang sukses dalam berkarir". Jawab Jemmy,ia sedikit canggung saat menatap ke arah Zahra.
"kau sudah menikah Zahra,". satu yang aku harapkan Zahra,kau belum menikah.
Mendengar pertanyaan Jemmy, membuat Zahra terkejut dan gelisah. Ia hanya tersenyum kecil saat,memandang wajah tampan Jemmy. "Iya,aku sudah menikah. Kau sudah menikah atau tidak". Kini Zahra,balik tanya.
"Belum,apa kau bahagia bersama suamimu". Tanya Jemmy,ia memandang ke dua mata Zahra. Bagaimana, bisa menikah secepat itu. sedangkan hatiku,kau adalah cinta pertamaku dulu. maaf,aku terlalu malu untuk mengakui cinta ini kepadamu. sehingga, kau milik orang lain.
Zahra,hanya mengangguk kepala. "Iya,aku bahagia". Jawabnya dengan senyuman manis. Bahagia,tapi penuh misteri dan rahasia di balik suamiku.
"Selamat atas pernikahan kalian, semoga suamimu menyayangi sepenuh hatinya". Kata Jemmy, membuat perasaan Zahra jadi tak enak.
"Ini adalah pernikahan keduaku,yang pertama gagal". Ucap Zahra, dengan santainya. Yah,gagal karena cinta dan sekarang di paksa entah kenapa? sehingga aku, tidak bisa menolak pernikahan ini.
Gagal? Sial,aku telat rupanya. Perasaan ini,entah kenapa tiba-tiba masih ada kepadamu Zahra. "Benarkah,aku terkejut mendengar nya. Hanya laki-laki brengsek,yang menyia-nyiakan dirimu Zahra". Senyum smrik Jemmy. Dari sorotan matamu, aku tahu. jika ada sesuatu yang kau sembunyikan, Zahra. siapa suaminya,kenapa aku tiba-tiba penasaran.
__ADS_1
Cukup lama mereka berbincang hangat, sehingga Jemmy pamit pulang karena ada sesuatu yang mendadak. Jemmy,yang begitu banyak pertanyaan kepada Zahra.
Jemmy,sok dan terkejut saat mengetahui siapa suaminya Zahra. Walaupun Jemmy,tahu. dia tetap nampak biasa saja, seakan-akan tidak kenal. ia tak mau temannya menjadi pikiran,di sisi lainnya Jemmy tak kuasa menahan perasaan yang amat dalam kepada Zahra.
Begitu Zahra,ia langsung pergi meninggalkan supermarketnya. Semenjak, Zahra memberitahu suaminya. Entah kenapa, tiba-tiba Zahra merasakan sesuatu terhadap Jemmy. "apa perasaanku saja,jika Jemmy tahu tentang suamiku". gumam Zahra,ia nampak kebingungan. namun perasaan anehnya, secepat mungkin ia tepis.
Ting.....
Sebuah pesan masuk di ponselnya, terlihat jelas nama di layarnya.
"Farid,tumben dia kirim pesan". Gumam Zahra,ia langsung membuka ponselnya.
[Bisakah kita bertemu] Farid.
Zahra,hanya mengerutkan keningnya saat membaca pesan dari temannya. "Ketemu? Kenapa,dia ingin bertemu denganku. Huuff...iya atau tidak, takutnya Mawar marah denganku. Hemmm...aku tolak saja deh,jangan sampai aku dekat-dekat dengan duda itu" gumam Zahra,ia langsung membalas pesan untuk temannya.
[Maaf, sepertinya aku sibuk]. Zahra
Deggg.....
Zahra, langsung terkejut dan menghentikan mobilnya. Saat membaca pesan dari Farid,ia ulang lagi membaca pesan itu. Siapa tahu,dia salah baca. "Apa jangan-jangan, Farid tahu. Tentang Davis, bagaimana ini".
[Baiklah,dimana kita bertemu]. Zahra,ia langsung mengiyakan ajakan Farid.
Hatinya sudah sangat penasaran,apa yang ingin di beritahu oleh Farid tentang suaminya.
Zahra, tersenyum kecil saat Farid membaca pesan darinya.
Namun di tempat lain,ada seseorang yang tahu. Aksi mereka, yang ingin bertemu di sebuah taman. Ponsel Zahra,sudah di sadap oleh Davis.
Davis,hanya tersenyum kecil. "Sepertinya,ada tikus kecil yang ingin mengganggu kehidupan ku".
__ADS_1
"Sepertinya,kau sudah tidak bermain-main dengan tikus-tikus licik itu bos". Sahut Roy,sang sekertaris pribadinya.
"Hemmm... benar apa yang kau ucapkan,kita lihat bagaimana kelanjutannya". Ucap Davis,ia menyeringai tajam.
"Sepertinya, tikus kecil itu. Ingin mempengaruhi pikiran istri Anda,Tuan. Aku yakin, Keysa dan pria itu bekerja sama". Roy, memperlihatkan sebuah video antara Farid dan Keysa bertemu di suatu tempat.
"Tapi,aku tidak rugikan. Membeli Keysa, sekarang dia sudah menjadi suruhan ku. Lihatlah, keahliannya. Bagaimana cara merayu, para tikus-tikus licik itu.Ck". Davis, menatap jijik melihat aksi Keysa tengah duduk di pangkuan seorang pria.
Keysa,di jadikan umpan untuk para pria berhidung belang terutama pembisnis ternama lainnya. Untuk melancarkan aksi Davis dan mendapatkan informasi tentang kejadian itu. Kejadian yang melibatkan anak buah Davis,tewas dan emas sebanyak satu trak dan senjata . Hilang dalam sekejap, bahkan menewaskan beberapa anggota militer.
Davis, langsung menyelidiki siapa yang berani sudah melakukan hal se Al keji itu dan melibatkan beberapa orang meninggal dunia.
******
Zahra, tengah mengemudi mobil dan pergi ke tujuan.Dimana dia dan Farid, bertemu.
suara dering ponselnya berbunyi, tertera nama suaminya Davis. Zahra, langsung menepikan mobilnya dan mengangkat telponnya.
(Zahra,kau dimana) Davis. Terdengar suara dinginnya,di telinga Zahra.
(Aku lagi di jalan,kenapa hemm...ada sesuatu kah,atau sudah pulang). Zahra,ia berbicara dengan Davis melalui telpon.
(pulanglah,bantu aku untuk menghiasi rumah. malam nanti ibuku,akan pulang. hari ini ibu,ulang tahun. aku ingin membuat kejutan kecil-kecilan kepadanya, tolong pulang sekarang). Davis, menyuruh Zahra secepatnya pulang.
(Baiklah,aku akan pulang sekarang). jawab Zahra, telponnya langsung di matikan oleh Davis. "bagaimana ini,apa besok saja. aku hubungi dulu, Farid". Zahra, langsung mengirim pesan kepada Farid.
[Farid,besok saja kita bertemu. aku harus pulang sekarang,karena suamiku menyuruhku pulang. kami ingin memberikan kejutan kepada ibu mertuaku, karena malam ini beliau pulang dan berulang tahun]. Zahra, langsung mengirimkan pesan itu.
[Baiklah, besok kita bertemu. ingatlah,jangan lupa. satu hal lagi,kau jangan dekat-dekat dengan suamimu. dia bahaya Zahra,dia bukan suami baik-baik]. Farid.
Deggg....
__ADS_1
sontak membuat Zahra, terkejut saat membaca pesan dari Farid. tiba-tiba saja tangannya gemeteran,jujur saja. dia masih terngiang-ngiang saat Davis, mencekik leher Keysa. "Tidak mungkin, Davis sejahat itu kepadaku. aku harus percaya dengan suamiku, sebelum ada bukti apapun" gumam Zahra,ia membelokkan mobilnya dan putar balik kemudi.