ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Ulangtahun


__ADS_3

"Zahra,aku ingin berbicara padamu". Ucap Mawar,kepada Zahra yang baru saja datang di acara ulangtahun Mita. Baru saja sampai,namun Mawar membawanya ke tempat lain. teman-teman lainnya,hanya menatap kepergian mereka.


Sontak membuat Mita, terkejut. Bukankah Mawar, ingin meminta maaf kepada Zahra. Tapi,dari gelagatnya masih marah kepada sahabatnya. "Aku permisi dulu". pamit Mita,kepada yang lainnya.


"Mawar,aku tahu kau ingin meminta maaf kepadaku kan". Kata Zahra, walaupun lengannya di tarik paksa oleh Mawar.


Mita, segera meninggalkan acara ulangtahun dan menyusul sahabatnya itu. Dia takut kenapa-kenapa,jika tidak ada orang lain di antara mereka.


"Iya, awalnya aku ingin meminta maaf kepada mu. Karena aku mengetahui Farid, memiliki wanita lain di belakang ku. Ternyata kau dalangnya Zahra,iyakan". Bentak Mawar,ia juga mendorong tubuh Zahra.


Untung saja Mita,sigap menahan tubuh Zahra. Agar tidak jatuh ke lantai,karena dorongan Mawar terlalu keras. "Zahraaaaa...". teriak Mita.


Plakkk....


Satu tamparan mendarat di pipi Mawar, oleh Mita. "Munafik,tega sekali kamu mendorong Zahra. Ia tengah hamil,kalau kenapa-kenapa bagaimana? Apa kamu mau, bertanggung jawab ha". Bentak Mita,ia sudah geram terhadap sahabatnya.


"Tenang Mita,kita perlu penjelasan dari Mawar. Mungkin saja,dia salah paham". Zahra, menenangkan pikiran Mita. Walaupun dia, sangat marah kepada Mawar. "Aku tidak apa-apa,".


"Aku tahu,kau menculik Farid.aku melihat dengan mataku sendiri. Dia di tangkap, entah di bawa kemana? Aku juga tahu,kau kan menjebak Farid bersama wanita lain. Atau jangan-jangan janin,yang di dalam kandunganmu adalah janin Farid. Kenapa, benarkan". Bentak Mawar,ia tersenyum smrik. "Zahra,kau adalah wanita ular sangat licik dan berbisa". Jari telunjuknya mengarah ke Zahra, dengan sorotan matanya yang tajam.


Plakkkk....


Zahra,yang sudah terbawa emosi dari tadi. Di tambah lagi dengan kata-kata Mawar,yang memfitnah dirinya tentang bayi yang di kandungannya. "Cukup Mawar,jaga ucapan mu. Anak yang aku kandung, anaknya Davis.seujung rambut,aku tak pernah menyukai Farid. Dia hanya mengada-ada, sehingga dia membuat dirimu menjadi benci kepadaku. Farid, memiliki masalah dengan Davis. Begitu juga suamiku,sudah lama mengincarnya. Kau tahu itu? Tentu kau tidak tahu,buta karena cintanya. Farid,hanya sebentar di tahan oleh Davis. Mungkin besok,dia akan di bebaskan. Ini terakhir kalinya,kita berbicara. Jika suatu hari nanti,kau mendapatkan karmanya. Nikmatilah,jangan menemui ku". Ucap Zahra,ia menghapus air matanya.

__ADS_1


Mawar,hanya terdiam dan wajahnya memerah. Ia menatap lekat, kepergian Zahra. Ada rasa sakit hati, mendengar ucapan temannya yang kini sudah selesai.


"Aku tidak tahu, bagaimana nantinya. Aku harap,kau jangan menemui Zahra lagi. Aku lebih mempercayai Zahra, karena aku pernah melihat Farid bersama wanita lain". Mita,juga meninggalkan Mawar. Maafkan aku Mawar,dulu Farid juga menemui ku. Dia mendekati mu,hanya menghancurkan Davis. Tapi,cara dia melewati pertemanan kita. Kini kau sudah di andalkan Farid,hanya kau yang bisa lepas darinya.


"Aaaargghhh....". Mawar,hanya terduduk di lantai dan menangis kesegukan. "tidak,aku tidak salah pilih". gumamnya


Acara ulangtahun Mita, berjalan dengan lancar. Teman-teman yang lainnya,juga berdatangan. Cukup lama Zahra, bergabung dengan lainnya.


Di sudut Lainnya, Mawar tengah melihat mereka dari kejauhan. "Kau hamil". Ucap seseorang di belakangnya. Sontak Mawar, langsung membalikkan badan.


Saat membalikkan badannya,ia tahu sekarang berhadapan dengan siapa. Tiba-tiba saja,hawanya menjadi dingin. "Tu-Tuan Davis. Maaf, maksudnya apa dengan perkataan anda".


"Aku melihatnya,kau mendorong tubuh istriku. Kau tahu,jika istri ku tengah hamil. Farid,aku yang menangkap nya dan Zahra tidak ada sangkut pautnya. Jika kau benar-benar hamil,aku lepaskan bajingan itu dan aku serahkan kepada mu. Asalkan kau tahu, siap-siap menelan pil pahit". Ucap Davis, dengan tegas.


"Ck,aku sudah melepas Farid. Dua hari yang lalu, apakah dia tidak menemui mu. Kasian sekali,kau hanyalah sebuah pelampiasan saja". Decak Davis,ia menyunggingkan senyumnya.


Apa? Jadi Farid,sudah bebas. Kenapa dia, tidak menemui ku. Apa jangan-jangan, aku sudah di permainkan Farid. Tidak,aku harus mencari Farid.batin Mawar,ia harus segera pergi.


Davis, melihat sang istri dari kejauhan dan mulai menghampiri mereka.


"Davis,". Gumam Zahra. "Mita,aku harus pergi. Selamat ulangtahun,aku harus membawanya pulang". Bisik Zahra, yang langsung di angguki Mita.


Orang-orang sekitar, tercengang dan terdiam atas kedatangan Davis. Zahra, langsung menghampiri suaminya. Tak mungkin,dia mengajak suaminya bergabung dengan yang lain. "Ayo, acaranya sudah selesai. Kita pulang saja". Zahra, langsung menarik lengan Suaminya.

__ADS_1


"Kenapa pulang? Bukankah,aku baru saja datang. Aku lihat,kau tertawa lepas bersama mereka. Ayolah,kita duduk dan nikmati acaranya". Davis, tersenyum smrik.


Zahra, tahu bahwa sang suami. Sangat marah kepadanya, karena dia pergi tanpa dirinya. "Pulang saja,aku merajuk kepadamu. Sudah beberapa kali,aku menghubungi dan menunggumu. Nyatanya, aku pergi sendiri. Terserah,kau ingin tinggal di sini atau pulang". Zahra, langsung menggunakan senjata ampuhnya.


Mita dan lainnya, merasa lega karena Zahra sudah membawa suaminya pergi. mau tak mau, Davis akhirnya membujuk istrinya karena dia salah. niatnya untuk menemui Zahra dan marah kepadanya. sekarang malah kebalikannya,dia yang harus membujuk sang istri marah.


Kenapa aku yang membujur Zahra, seharusnya dia yang membujuk. Aaakkhh.. sial, kenapa aku lupa. Gerutu Davis,di dalam hati. Ia mengusul istrinya,masuk ke dalam mobil.


Terlihat Zahra,yang memalingkan wajahnya ke jendela mobil. "Maafkan aku,tadi ada tamu istimewa di hotel. Sampai aku melupakan janjian kita dan mengabaikan mu". Davis, menggenggam erat tangan Zahra.


"Kau jahat,kau mengabaikan ku". Ucap Zahra, dalam isak tangisnya.


"Maafkan aku,jangan menangis lagi. Kasian anak kita,dia ikut sedih". Davis,membawa istrinya ke dalam pelukannya. Sial,dia menangis.. maafkan aku, yang terlalu sibuk. kenapa aku juga lupa, memberitahu Zahra pagi tadi.


"Kau yang membuat anak dan istrimu menangis, pergi tidak memberitahuku". Kata Zahra,namun dalam tangisannya. Dia tersenyum,karena Davis tidak jadi marah.


Yess... akhirnya,aku berhasil membuat Davis tak jadi marah.


"Aku minta maaf, katakanlah apa keinginan mu.Anggap saja,aku menebus kesalahanku. Janji tidak akan, seperti itu lagi. Ayolah, katakan kau ingin apa". Davis, sesekali mencium kening istrinya.


"Benarkah,kau yakin tidak menolak apa keinginan ku". Zahra, langsung berbinar seketika saat mendengar ucapan suaminya. ini adalah kesempatan emas, untuk membalas Davis. Zahra, menyunggingkan senyumnya.


Davis,malah merasa tidak nyaman. di saat melihat senyuman Zahra, seakan-akan nyawanya di ujung tanduk.

__ADS_1


__ADS_2