ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Wahyu dan keluarganya, sudah sampai di pekarangan rumah Zahra yang baru.


Sebenarnya mereka pergi ke supermarket,namun tidak ada. Alhasil karyawannya memberikan alamat baru kepada Wahyu, tentu saja mereka langsung ke tempat tujuan.


"Palingan juga ngontrak rumahnya. Tapi,mas bukankah ini mobil Zahra. Loh,katanya dulu di jual, kenapa ada lagi. Apa jangan-jangan Zahra, selama ini bohong kepada kita". Ucap Arini,ia baru saja keluar dari mobil dan melihat mobil yang di kenal.


"Wahhh....gak bisa di biarin ini,dasar Zahra kurang ajar. Apa selama ini, kita di bodohinya" sahut bu Yuni.


"Awas kau, Zahra". Gerutu Wahyu, langsung menuju pintu rumah Zahra yang sedang terbuka lebar.


Saat ini Zahra,bersama tamannya Meta. Mereka saling tertawa lepas bersama, melihat adegan lucu di film drakor. Sampai-sampai mereka tidak tahu, jika Wahyu dan keluarganya menyelonong masuk ke dalam rumah.


"hebat sekali kamu, zahra. Ketawa-ketiwi tanpa ada beban apapun,aku kira kamu akan menangis dan bersedih saat kita berpisah. Nyatanya kamu bersenang-senang saja,tanpa memikirkan perasaanku". Ucap Wahyu, dengan tegas.


Membuat Zahra dan Meta, langsung terkejut melihat kedatangan mantan suami Zahra dan keluarganya.


Ngapain lagi, mereka ke sini segala? Dapat darimana alamat rumahku. "Ck, ngapain kalian ke sini. Hemmm...main masuk sembarangan rumah orang saja,ini rumah Meta". Bentak Zahra,tanpa ba-bi-bu lagi. Astagfirullah, apakah aku tidak bisa memiliki ketenangan sementara. kenapa lagi, mereka kesini? bikin gak mood sajam

__ADS_1


"Zahra, berani sekali membentak kami. Apa kamu lupa, siapa kami". Sahut bu Yuni. Berani sekali dia, membentak aku yang jauh lebih tua darinya. apakah ini didikan dari kedua orang tuanya, untung saja Wahyu sudah berpisah dengan dia.


"Kalian itu hanya benalu,lagian kita gak ada memiliki hubungan apa-apa toh. Ngapain juga,aku harus lemah lembut terhadap kalian". Decak Zahra, dengan kesal. semenjak mas Wahyu,menalakku. jangan harap kalian adalah bagian keluarga ku, tak sudi rasanya.


"Kurang ajar sekali kamu, Zahra. Kepada ibu mertuaku ha..!!! Dasar wanita tidak tahu, sopan santun". Timpal Arini, dengan geram. ingat sekali aku, menampar wajahnya sok polos itu. padahal dia, sangat munafik. sorotan mata Arini,ia sangat membenci mantan madunya ini. Arini,tak menyangka jika dirinya kalah dengan madu.


"Zahra....!!! Aku tidak menyangka kau, berbohong kepadaku. Bukankah kau, bilang. Jika mobil sudah kamu jual,lantas di depan rumah itu. Mobil siapa? mobil-mobilan begitu, Ck... ternyata kau wanita licik". Ucap Wahyu, dengan suara keras. Sial,aku meremehkan kemampuan Zahra. ternyata aku sudah kecolongan start di awal,hebat sekali dia melakukan hal ini. tanpa menaruh rasa curiga ku, apakah Zahra sudah kembali kaya raya lagi.


"Itu mobil aku,mas. Sudah aku,beli lagi. Kenapa ha? Gak terima,aduhhh....kita itu gak ada hubungan apa-apa lagi,mas. Pergilah dari sini,". Usir Zahra, sebenarnya muak sekali dengan keluarga benalu ini. Aisss...jangan sampai deh,dia meminta rujuk lagi. sedangkan dia tahu, jika aku seperti dulu. tidak ada hutang dimana pun,apa lagi jika mengetahui aku memiliki cabang lain juga.


"Zahra,mana bagian penjualan rumahmu. Kami berhak dapat bagian,karena kami yang menepati rumah itu". Kini bu Yuni,membuka suaranya. Daripada basa-basi lagi, lebih baik langsung saja. biar dapat uang, langsung pergi dari rumah ini. bisa-bisa darahku naik, terus-menerus melawan Zahra.


"Aku sudah bilangkan,kalau mereka tidak tahu malu. Ingat yah,jangan harap kalian meminta uang sepeser pun dari penjualan rumahku itu. Secepatnya kalian keluar dari rumah itu, sebelum para preman mengusir kalian. Atau jangan-jangan, mereka sudah mengeluarkan baju-baju kalian". Senyum semerik Zahra,ia menutup mulutnya. Seakan-akan terkejut dan kasian. Hihihihi,entah kenapa aku,jadi senang melihat mereka menderita seperti ini.


"kau tidak punya hati, Zahra. Tega sekali melakukan hal ini,dimana letak hati nurani mu ha? Apa kamu tega, melakukan hal ini terhadap ibuku, istri dan anakku. Apakah kamu,balas dendam kepadaku". Tanya Wahyu. kurang ajar sekali dia,tak memberikan bagaian uang kepadaku. lihatlah nanti Zahra, setelah aku menikah dengan Maya. bakalan aku injak-injak harga dirimu,karena aku jauh lebih kaya dari pada kamu.


"Salah satunya itu,mas. Aku ingin balas dendam kepada kalian,yang sudah mengusik kehidupanku dan membuatku sakit hati. Terima saja mas, inilah karma yang kalian tuai". Senyum merekah Zahra. makanya jangan main-main denganku,ini akhirnya. tapi, lihatlah kejutan lainnya. gulung tikar hidup kalian, dapat karmanya.

__ADS_1


"Zahra,kau benar-benar tidak waras. Berikan uang hasil penjualan rumahmu,biar kami bisa membeli rumah baru. Jangan seenaknya menikmati uang itu,tanpa memberi kepada kami". Arini,juga ikut serta meminta uang kepada Zahra. Sambil menggendong bayi, yang baru lahir beberapa hari .


"Sampai kapan pun,jangan harap kalian dapat uang dariku. Rumah itu, milikku tidak ada sangkut pautnya dengan mas Wahyu. Kalian pergi,atau aku teriak. Biar warga sekitar,yang menyeret paksa kalian". Ancam Zahra, langsung. Bikin ribet aja, mereka Ke sini. apa tidak Kasian dengan anak mereka, belum apa-apa sudah di bawa keluyuran.


"Dasar wanita jahat kamu, Zahra. Aku benar-benar menyesal sudah menikahi mu, ternyata sifat aslinya sangat buruk". Wahyu, menjelekkan sifat aslinya Zahra. Awas kamu Zahra,kau akan aku balas. bahkan lebih dari ini,huuu....


"Kalau sifat Zahra, memang tidak baik. Baguslah,agar kalian tidak menemui Zahra lagi, sebelum mengatai orang. Seharusnya berkaca dulu,yang benar". Sahut Meta, dengan kesal. Ingin sekali aku, menjadikan mereka perkedel.


"Ayo,bu. Kita pulang, percuma memaksa Zahra untuk meminta bagian uang hasil penjualan rumahnya. Sampai kapan pun,tidak akan dapat". Wahyu, menarik lengan ibunya. "ingatlah Zahra,aku tidak akan tinggal diam. suatu hari nanti,aku akan membalas atas perbuatan mu ini".


"Awas kamu Zahra, seorang menantu menzolimi mertuanya. Hidupnya tidak akan tenang,lihat apa yang terjadi pada mu nanti". Bu Yuni,tak segan-segan menyumpah Zahra. "ingatlah ancaman anakku,kau akan menderita dan bersimpuh di kaki ku nanti". senyum semerik bu Yuni.


kini mereka meninggalkan perkarangan rumah Zahra, dengan hati kesal karena rencananya mendapatkan uang telah gagal. untung saja mereka masih, memiliki mobil yang di berikan oleh Maya.


"Sabar Zahra,jangan kau tanggapi ucapan mantan mertuamu itu. Yang ada mereka yang mendapat karma,yang setimpal. Biar tahu rasa deh, mereka. Sumpah,aku geram sekali ". Gerutu Meta,kepada keluarga mantan suaminya Zahra.


"Apa lagi aku, Meta". Kekeh Zahra, tersenyum merekah. "yuuk...kita lanjutkan nonton film drakornya,ngapain juga mikirin yang tadi".

__ADS_1


Zahra dan Meta, langsung duduk santai di sofa sambil menikmati film yang sempat tertunda karena masalah tadi.


__ADS_2