ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Bertamu


__ADS_3

"mau pulang sekarang,". Tanya Gunawan,kepada Zahra. Kini mereka sudah menyelesaikan acara makan-makan.


"Bentar deh,aku lihat CCTV di teras rumah dulu. Masih ada gak, mantan suamiku ". Zahra, langsung membuka layar ponselnya. "Nah, benarkan... kalau mantan suamiku,masih ada. Apa lagi,ada ibunya. Gak jadi pulang aku,kalau baju ganti ada di dalam mobil". Zahra, mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah.


"Kerumah aku aja,yuk...tenang di sana ada kedua orangtuaku dan Erwin juga". Ucap Gunawan,agar Zahra mau ke rumahnya dulu.


Zahra,hanya tersenyum kecil apa lagi mendengar nama Erwin. "Baiklah,aku mampir ke sana dulu. Bukankah aku juga ada janji dengan ibumu,buat kue".


Zahra,lupa jika dirinya berjanji Sesuatu kepada Erwin.


"Baiklah, pastikan ibuku senang". Gunawan,hanya cengir kuda.


Mereka masuk ke mobil masing-masing dan Zahra mengikuti dari belakang.


Beberapa menit kemudian. Zahra,sudah memasuki rumah orangtuanya Gunawan.


"silahkan duduk nak Zahra, jangan sungkan duduk saja. maaf, Om masih ada kerjaan. ibumu dan Erwin,ada di teras belakang rumah. kamu panggilkan sana gih,maaf Om sibuk sebentar".


"Kerjakan saja,Om. Gak papa,santai saja". jawab Zahra, tersenyum manis.


Zahra,di sambut hangat oleh pak Darren dan mempersilahkan Zahra duduk di sofa.


"kamu duduk dulu,aku mau manggil ibuku dulu". Gunawan, pergi mencari ibunya. Zahra,hanya mengangguk pelan dan menatap kepergian Gunawan. kini suasana hening, Zahra calingukan melihat sekeliling ruangan.


Tak lama bu Martha, Erwin dan Kenny. Mereka datang dari arah belakang rumah, Zahra hanya tersenyum melihat Tante Martha.

__ADS_1


"Nak Zahra, apa kabar". Tante Martha, langsung memeluk erat tubuh Zahra.


Erwin,hanya tersenyum saja. kenapa dia datang ke sini? apakah sudah memikirkan matang-matang untuk menjawab pertanyaanku kemarin? kenapa aku jadi deg-degan seperti ini,batin Erwin.


siapa perempuan ini, apakah teman dekatnya Gunawan. cantik juga orangnya, tertutup sih? apakah hatinya juga Solehah,batin Kenny. ia memandang ke arah Zahra dan tersenyum kecil.


Zahra,juga membalas pelukannya. "Baik Tante,hemmm... kebetulan tadi aku dan Gunawan bertemu,jadi dia ngajak ke sini".


"iya,mah. sekalia. ajak ke sini,buat main-main. apa lagi ada janji sama mamah,aku jadi pengen cicipin kue buatan kalian". sahut Gunawan, langsung. "aku tinggal dulu,mau bersih-bersih badan". pamit Gunawan,ia pergi dan menaiki anak tangga.


Apa? Zahra dan Gunawan kebetulan bertemu,batin Erwin begitu gelisah.


Siapa wanita yang di sampingnya Erwin? Zahra, melihat kenny dari ujung kaki sampai ujung rambut. sepertinya Erwin dan wanita ini, terlihat dekat. apakah mereka memiliki hubungan atau ada sesuatu, batin Zahra.


"Silahkan duduk,nak Zahra. Kenalkan dia Kenny,mantan istrinya Erwin,". Bu Martha, memperkenalkan mantan istrinya Erwin.


Zahra, mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kenny. "Zahra,salam kenal".


"Kenny, mantan istrinya Erwin". Jawab Kenny,ua tersenyum merekah lalu duduk di samping Erwin. Namun seketika Erwin,malah menjauh dan duduk di tempat lain. "apa kamu kenal dengan Erwin,".


Kenapa Erwin, menghindari Kenny. Jadi dia mantan istrinya Erwin, sangat cantik wanita berkelas keliatannya. Otomatis perawatannya sangat mahal, cantik. Batin Zahra,ia tersenyum manis. "hemm...kami kami sudah kenal".


"benar sekali, kami saling mengenal". sahug Erwin,ia mengulas senyuman kecilnya.


Zahra,duduk di samping bu Martha. Sedangkan Erwin,di seberangnya. Erwin, tersenyum kecil saat Zahra melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Bund, Zahra sengaja ikut ke sini bareng Gunawan. karena ada janji waktu itu,apa lagi papah kangen sama buatan kue bunda". ucap pak Darren, memecahkan kehilangan dan di angguki oleh Zahra.


Tentu saja bu Martha, langsung tersenyum sumringah. "Ayo.. Baiklah pah, kami bikin dulu...kita bikin,nanti kemalaman baru selesai". Bu Martha, langsung beranjak berdiri sambil menarik lengan Zahra. "Tinggalkan saja mereka,".


Pak Darren,juga terlihat santai-santai sambil mengotak-atik laptopnya. "Di tunggu bund". Ucap pak Darren, tersenyum kecil. Bu Martha,hanya tersenyum lalu mengangguk kepala.


Sedangkan Erwin dan Kenny,hanya diam saja. Tanpa ada bersuara apa-apa. "Kenny,mau ikut kah". Ajak Zahra, seketika Kenny gugup. Dia mana bisa membuat kue-kue,apa lagi turun ke dapur.


"Makasih,aku mau ngobrol sama Erwin". Jawab Kenny, cengengesan. Ogah banget,tangan mulus ku bikin kue segala


Zahra, hanya mengangguk lalu menyusul bu Marta ke dapur. mungkin ada sesuatu hal penting yang di katakan oleh Kenny, kepada Erwin. walaupun Erwin, bersikap dingin kepada Kenny.


"Kau tahu Zahra,aku menyiapkan bahan-bahan semuanya. Takutnya kamu,mendadak datang. Ternyata benar,kamu datangnya mendadak". Bu Martha, mengeluarkan bahan-bahan dari dalam lemari.


"Benarkah,aku jadi gak enak Tante. Sebenarnya tadi bertemu dengan Gunawan,di warung makan. Terus ngajak ke sini, daripada pulang ada mantan suami sama ibunya ". Ia membantu bu Martha.


"Apa? Mantan suami kamu,datang menemui mu. Apa dia ingin meminta rujuk kembali,". Tanya bu Martha, dengan cepat Zahra mengangguk kepalanya. "Terus apakah,kamu mau dan memberikan dia kesempatan lagi".


"Tidak Tante,cukup satu kali aku di sakiti. Walaupun dia, ingin berubah dan memperbaiki semuanya. Tapi, pintu hatiku sudah tertutup". Jawan Zahra, wajahnya terlihat sedih.


"Kamu yang sabar,yah. Kita lanjutkan membuat kuenya". Bu Martha, memusut pundak Zahra.


kini Zahra dan bu Martha,saling sibuk membuat kue bolu sambil berbincang hangat saling bercerita mengenai hal-hal lainnya.


"Apa sering mantan istrinya Erwin,main ke sini". Entah kenapa,jiwa kekepoannya Zahra keluar begitu saja.

__ADS_1


"Gak juga, sebenarnya beberapa kali mantan istrinya itu. ngajak rujuk,tapi Erwin gak mau. Tante dan Om,juga gak setuju kok. waktu susah di tinggalkan, sekarang enak malah minta balikan lagi. wanita seperti itu, gak pantas di perjuangkan. kau tahu Zahra? Erwin, uring-uringan waktu itu di rumah orangtuanya. kami tidak tahu, bagaimana keadaannya. entah kenapa firasat kami,tidak enak. jadi niatnya mau jenguk Erwin,eehhh.. Erwin nya terkapar di lantai,kami syok dan langsung membawanya ke rumah sakit. beberapa hari di rawat, memulihkan kondisi tubuh Erwin. Erwin, pernah mengalami dalam terpurukkan. butuh waktu membuatnya bangkit lagi, semenjak kejadian itu. Erwin, terlihat begitu dingin terhadap wanita lain. sebenarnya Om dan Tante,sering meminta Erwin Menikah lagi. tanpa keluar dari rumah ini,toh jadi rame seisi rumah ". bu Martha,panjang lebar menceritakan tentang kehidupan Erwin.


Ya Allah,kasian sekali Erwin. segitunya dia gagal dalam rumah tangga dan ditinggalkan oleh orang yang dia sayang. untung aku gak seperti itu,batin Zahra.


__ADS_2