ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Murid Baru (S2)


__ADS_3

"Kita putus". Ucap Nadila,tepat dua minggu dia menjalin hubungan dengan Malvin.


Hingga akhirnya, Nadila memutuskan hubungan secara langsung. Tepat,di hadapan selingkuhannya.


"Nadila". Gumam Malvin,saat melihat kepergian Nadila.


"Baguslah, perempuan itu yang pergi". Ucap seorang perempuan,di samping Malvin.


"Ck,dia jauh lebih baik dari kami. Lebih baik,kita putus". Kata Malvin, langsung meninggalkan selingkuhannya.


"Malvin....Malvin...kau". Perempuan itu, langsung marah. tiba-tiba Malvin,malah memutuskan hubungan mereka.


Malvin, terus-terusan mencari keberadaan Nadila.


"Nadila, tunggu". Malvin, langsung mencengkram tangan Nadila.


"Apa lagi, bukankah kamu sedang berselingkuh". Nadila,hanya menyunggingkan senyumnya.


"Nadila,aku sudah memutuskan hubungan ku dengan perempuan itu. Kembalilah, kepadaku. Maafkan aku,". Malvin, langsung berlutut di hadapan Nadila.


"Maaf, aku tidak sudi kembali kepada orang yang sudah menghianati kepercayaanku". Tegas Nadila,ia melepaskan cengkraman Malvin.


"Aku sangat menyesal, maafkan aku". Pinta Malvin,ia tak ingin kehilangan Nadila.


"Ck, bahkan aku jijik melihatmu. Ancamkan itu". Dengan hati kesal, Nadila pergi dan masuk ke dalam mobil.


Tak menghiraukan teriakkan Malvin, yang terus mengejar-ngejarnya. Hingga mobil Nadila,jauh dari penglihatannya.


**************


Besok paginya,di sekolah.


Gempar dengan berakhirnya hubungan Nadila dan Malvin, anak-anak lainnya. Kebingungan,apa penyebabnya mereka putusan.


Ada juga yang curiga, bahwa Malvin selingkuh di belakang Nadila.


Begitu juga Nadila, menyimpan rapat kenapa mereka putusan.


Seorang perempuan cantik, sepertinya bersama ayahnya.


"Zam,murid baru". Ehan, langsung menepuk pundak Alzam.


"Wiiihh....seger banget,ada murid baru. Cantiknya, melebihi Nadila". Kata Shan.


Alzam, sampai tak mengedipkan mata melihat seorang perempuan. Sepertinya, murid baru.


Mereka semua, berdoa agar satu kelas. Biar biasa pendekatan,para kaum perempuan lainnya. Nampak tak menyukai, kedatangan murid baru.


Hingga akhirnya,semua murid-murid masuk ke dalam kelas masing-masing. Sebentar lagi,jam perjalanan akan segera di mulai.

__ADS_1


Benar saja,murid baru masuk ke dalam kelas Alzam.


"Perkenalkan namaku, Ana Jovanika. Panggil saja Ana". Murid baru tersebut, memperkenalkan diri.


Setelah selesai, barulah duduk tepat di seberang Alzam.


"Kenalkan,Aku Alzam". Alzam, langsung mengulurkan tangannya.


Ana, tersenyum dan menerima uluran tangannya. "Salam kenal,Ana". Suara lembut khasnya terdengar di telinga Alzam.


Saat tiba jam istirahat, banyak para pria lain. Berbondong-bondong, untuk berkenalan dengan Ana.


"kenalkan aku zyva".


"Namaku Jelita,salam kenal Ana".


"Salam kenal,Ana. Namaku Hyuna".


"Salam kenal balik,". Jawab Ana,sambil membalas uluran tangan mereka.


"Kita ke kantin yuk... barengan aja". Zyva, langsung mengajak Ana. Begitu juga Jelita dan Hyuna, mengangguk kepala.


"Baiklah,". Jawab Ana,yang langsung mengiringi mereka.


Ana,juga menceritakan tentang pindah ke sekolahnya.


"Boleh gabung gak,". Tanya Dodi,yang di iringi Alzam dan yang lainnya.


Alzam,hanya senyum-senyum saat memandang wajah Ana.


"Ana,kamu harus sabar yah. Sama teman kelas kita, mereka memang seperti ini. Suka sekali, berdempetan kaya perangko". Kata Hyuna, langsung sambil melirik Dodi.


"Yahhh... sudah ful,mau gabung sih". Kata Nadila,yang baru datang.


"Ehhh...sini,sini Nadila. Duduk saja, di samping Alzam. Gampang,aku duduk di seberang kalian". Reza, langsung mempersilahkan Nadila duduk.


Entah kenapa Alzam , tiba-tiba tidak nyaman di dekat Nadila. "Zam,aku duduk yah". Kata Nadila,yang langsung di angguki Alzam. "Oh,ini murid baru. Kenalkan namaku, Nadila".


"Ana,salam kenal Nadila". Ana, langsung membalas uluran tangan Nadila.


"Nadila, kenapa kalian tiba-tiba putus? Emangnya, masalahnya apa". Tanya Ehan, kepada Nadila. Jiwa kekepoannya, meronta-ronta.


"Wouy...kaya perempuan aja,kepoan". Jelita, langsung menepuk lengan Ehan.


"Alahhh....kami manusia juga,makanya kepoan". Sahut Shan.


Membuat lainnya, cekikikan tertawa. Begitu juga Ana,hanya mendengar pembicaraan mereka.


"Ada deh, kepo banget". Jawab Nadila, langsung.sambil melirik Alzam,yang tengah menatapnya.

__ADS_1


"Aku pamit dulu,mau ke toilet". Alzam, langsung beranjak pergi meninggalkan mereka.


"Kenapa Alzam,kaya gak semangat gitu". Bisik Zyva.


"Mana kami tahu, perasaan orang-orang.bisa berubah-ubah,". Jawab Karlos, langsung. "Dah,aku pamit juga mau ke kelas".


"Yeeehhh...pada kabur". Gerutu Jelita, mereka melanjutkan makanan yang di pesan tadi.


***********


Sudah satu minggu, Alzam memperlihatkan Ana. Dia sangat beda dengan perempuan lainnya,sering kali menyendiri.


Alzam,yang tengah menuju ke dalam kelas. Ia melihat Ana,tengah sibuk dengan ponselnya.


"Kau di sini,Ana". Tanya Alzam, langsung duduk di bangku tepat di seberang Ana.


"Ehhh...iya, kenapa". Ana, langsung menyimpan Ponselnya ke dalam tas.


"Gak gabung dengan lainnya,malah asyik dengan ponsel. Apakah,ada seorang kekasih yang tengah menghubungi mu". Alzam,hanya bertanya basa-basi.


"Tidak ada,mana ada aku punya kekasih". Jawab Ana, sebenarnya tak nyaman dengan tatapan Alzam.


"Seriusan,tidak ada. Masa, sih". Alzam, nampak tak percaya. Ia akui,jika Ana memang sangat cantik.


"Hemmm... bahkan,aku belum pernah pacaran". Jawab Ana, dengan santai.


Terlihat sangat polos,tapi aku tidak mudah mempercayai ucapannya. "Oh,sama. Aku juga tidak pernah,pacaran". Kekehnya Alzam.


"Hemmm.... tapi,aku lihat kamu sering kali jalan dengan perempuan lain. Gak sengaja,aku lihat". Kata Ana,ia tersenyum kecil.


"Hemmm..soal itu,aku hanya jalan-jalan saja. Sebagai seorang teman,tidak enak juga selalu menolaknya. Sebelum,punya pacar. Kalau sudah,aku bisa beralasan". Jawab Alzam, memang benar dia sering jalan bersama perempuan lain. "Mau jalan dengan ku,hemmm....".


"Gak, makasih". Ana, langsung menolaknya


Gila,ini adalah pertama kalinya. Aku di tolak, oleh seseorang perempuan.batin Alzam, "Kau pertama kali,menolak ajakan ku".


"Haaa....? Kau serius,Zam". Ana, langsung melongo mendengar ucapan Alzam. "Waw.....".


"Hemmm... Bagaimana, kapan-kapan kita ngobrol-ngobrol dan jalan berduaan". Alzam, langsung mengajak Ana sekali lagi.


"Hemmm...tidak tahu,aku jarang sekali jalan-jalan. Kecuali,ada perlunya ". Jawab,Ana. Tersenyum manis. Kenapa Alzam, menatapku seperti itu.


Entah kenapa, Alzam semakin penasaran dengan Ana. Dia sangat menyukai, memandang Ana. "Kapan-kapan,aku main kerumahmu. Bagaimana,".


"Eeehhh...jangan Zam,aku takut ayahku marah. Soalnya, tidak pernah seorang pria dtang ke rumah orangtuaku". Ana, langsung melarang Alzam.


Alzam, semakin penasaran dengan kedatangannya. "Baiklah,". Aku akan melakukan hal ini, seperti apa jika aku datang ke rumahnya nanti.


Aduhh... jangan sampai deh, Alzam datang ke rumah. gawat, bisa-bisa dia di tudu kekasihku lagi. semoga saja,tidak akan pernah terjadi,batin Ana. "maaf, takutnya ayahku marah nanti".

__ADS_1


"Hemmm...aku mengerti,apa maksud mu". jawab Alzam,namun beda dengan pikirannya.


__ADS_2