
"Kau tahu Maya,aku rela di cap sebagai suami brengsek. Karena meninggalkan istrinya karena mandul, orang-orang di luar sana. Memburukkan diriku,tapi aku hanya diam Maya. Itu semua demi dirimu, aku menutupi aibmu. Sebab aku sangat mencintaimu, Maya. Walaupun aku, tahu apa yang sudah kau lakukan. Sebenarnya menurut egois ku,aku sudah menuntut atas pencemaran nama baik. Tapi, semuanya hanya angan-angan ku saja. Karena cinta dan kasih sayangku, jauh lebih besar". Ucap Ferry, begitu tegas.
Maya, mendengar ucapan mantan suaminya. Ia terdiam dan hanya menangis kesegukan,ia sudah melakukan kesalahan yang sangat besar.
"Bahkan kau,tidak pernah memikirkan bagaimana keadaanku Maya.setiap hari,aku memikirkan dirimu". Sambung Ferry,ia duduk di sebelah Maya. Ia menoleh ke arah mantan istrinya,yang di rindukan selama ini.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Ferry memeluk erat tubuh Maya. Tangisannya Maya, semakin pecah. Ia juga membalas pelukan mantan suaminya itu,jujur saja dia juga merindukan kehadiran suaminya.
"maafkan aku,mas. Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku selama ini, maafkan aku". Isak tangisnya Maya,di pelukkan Ferry.
"Jadilah istriku lagi, Maya. Kita sama-sama membesarkan Nalendra, anakku. Sayangilah dia, seperti anakmu. Selama ini,dia tak pernah dapat kasih sayang seorang ibu". Pinta Ferry, suaranya mulai tenang.
"Tapi, apakah dia mau menganggap diriku seorang mamahnya". Maya, melonggarkan pelukannya.
"Berbalik lah,dia ada di belakangmu. Boy, apakah kamu mau? Dia sebagai mamahmu". Tanya Ferry, tersenyum manis.
"Horeeee.... Nalendra, punya mamah.. yeyeyehhh". Bocah itu, kegirangan loncat-loncat mendengar ucapan Deddy nya.
Begitu Maya, hatinya terasa hangat mendengar ucapan bocah tersebut. "Peluk mamah,sayang". Maya, merentang kedua tangannya. Nalendra, langsung menyambut dan mereka saling berpelukan.
Bagaimanakah,nasip sang kekasih Wahyu. Jika kekasihnya,rujuk kembali dengan suaminya. apakah Wahyu, benar-benar marah dan kecewa dengan Maya.
*******
Beberapa menit kemudian.
Zahra,sudah menyiapkan semuanya. sertifikat rumahnya, sudah keluar dan siap untuk di jual.
[Om, semuanya sudah beres. sertifikat rumahnya,sudah di tanganku Om] . zahra
[baiklah Zahra,Om akan menghubungi seseorang. biar para benalu itu,keluar dari rumah hanya membawa pakaian saja. apa perlu Om, memperlakukan Wahyu sejauh-jauhnya] Om Ridwan.
__ADS_1
[Terserah Om,aku benar-benar kecewa dengan mereka. Aku sibuk dulu, Om].
Zahra, langsung menyimpan Ponselnya ke dalam tas. saat ini dia, sedang santai-santai di sebuah kafe.
"Zahra...!!".
"Hai... dokter Gunawan,apa kabar? Lama kita tidak, bertemu". Zahra dan dokter Gunawan, mereka saling berjabat tangan.
"Baik,zahra. Panggil saja Gunawan,jangan pakai dokter. Kita lagi di luar, dengan siapa. Hemmm...sama suami".
"Aahhh...jadi gak enak,dok. Ehh... Gunawan,hemmm... sendiri saja kok. Tenang aku,sudah menjadi Janda". Kekehnya Zahra,ia malu-malu memberitahu kepada Gunawan tentang statusnya.
"Baguslah,kalau kalian berpisah. Aku tidak tega, melihat kau tersakiti apa lagi di pukul. Pria macam apa,mantan suamimu itu". Gunawan, menggeleng kepalanya.
"Yahh... namanya juga jodoh, gimana lagi. Kita dapat suami seperti itu, sekarang hatiku plong tidak seperti dulu. Sangat sesak, sekarang aku merasakan kedamaian ,". Uca Zahra,ia tersenyum manis.
mereka saling berbincang hangat dan saling bercanda tawa. mereka menikmati suasana di kafe, kebetulan sekali mereka berdua saling bertemu.
Di tempat lainnya.
Tiga orang berbadan besar dan wajahnya nampak sangar, seperti preman saja. Tengah mendatangi rumah Zahra dan mengetuk pintu rumahnya.
"siapa kalian". Tanya Wahyu,ia nampak bingung.
"Secepatnya kalian keluar dari rumah ini, karena rumah ini sudah di jual". Ucap seorang pria yang sedikit brewok.
"Dijual..? Mana mungkin rumah ini,dijual. Kalian ada-ada saja, salah rumah paling. Sana cepat pergiiiiii.... ganggu orang saja". Bentak Wahyu, kepalanya nyut-nyutan karena hari libur malah mengurus anaknya.
"Kami ke sini atas nama Tuan Ridwan, keluarga Zahra. Kalian harus secepatnya pergi, karena rumah ini sudah di jual dengan seisi rumahnya. Pergi dengan secara baik-baik atau kami seret". Bentak pria yang tinggi, tangannya sudah menyilang ke dadanya.
Wahyu, langsung terkejut mendengar ucapan mereka. "Baiklah, bari waktu untuk bersiap-siap pergi". Jawab Wahyu, dengan gelisah.
__ADS_1
"Oke,kami beri waktu sampai sore. Ayoo...kita cabut,sore lagi kita ke sini". Para preman itu, langsung meninggalkan perkarangan rumah Zahra.
Wahyu, langsung naik pitam amarahnya. "Ada apa,mas". Tanya Arini, sambil menggendong anaknya.
"iya nak, wajah kamu seperti ada memikirkan sesuatu. Emang mereka siapa,bikin takut aja". Tanya bu Yuni,juga kebingungan.
"Zahra bu,rumah ini sudah di jual oleh Om nya. Kita harus segera mungkin, keluar dari rumah ini". Jawab Wahyu,ia mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kok bisa mas, bukankah rumah ini di gadaikan Zahra ke bank. Apa jangan-jangan Zahra,sudah menebusnya. Mungkin saja dia,mau mengusir kita dari sini. Lalu menjual rumah ini, benar-benar Zahra". Decak Arini, dengan kesal.
"Gak bisa di biarkan wahyu,kita harus menemui Zahra. Enak banget,dia malah menikmati uang hasil penjualan rumah ini. Walaupun kalian sudah berpisah,hak kita masih ada. Kita yang tinggal di sini,". Sahut bu Yuni, dengan geram.
"benar juga katamu,bu. Kita harus menemui Zahra,kita harus dapat bagian hasil terjualnya rumah ini. Uangnya lumayanlah,buat cari sewa rumah. Seterusnya aku, menikah dengan Maya. Kita bakalan tinggal di rumah besarnya,akan aku ejek zahra habis-habisan karena aku kaya raya. Awas kamu Zahra, membuatku marah. Dasar sombong, bahkan berani-beraninya menipu kita". Decak Wahyu, ia sudah sangat marah kepada mantan istrinya itu.
"Iya mas, keenakan dong, kalau di biarkan si Zahra.secepatnya mas,kamu harus menikahi Maya. Aku juga,tidak sabar lagi untuk menginjak-injak Zahra. Aku ingin balas dendam mas,". Arini,juga geram kepada Zahra. Walaupun dirinya sendiri,akan di madu oleh suaminya. Tapi,tak apalah demi masa depan yang lebih baik.
Ting....
sebuah pesan masuk di ponselnya Wahyu, tentu saja Wahyu langsung memancarkan senyuman merekah.
[Besok kita bertemu di kafe xxx. ada yang aku bicarakan,ini masalah serius]. My love.
"pesan dari siapa,mas. kaya serius amat". tanya Arini, kepada suaminya.
"Dari Maya, katanya mau ketemu besok. kok mas,kaya ada sesuatu yah. apa jangan-jangan Zahra, memberitahu semuanya. Aduhhh...bisa gawat ini, bisa hancur semuanya". gerutu Wahyu.
"Mana mungkin Wahyu,zahra itu tidak tahu apa-apa tentang Maya. kecuali ada seseorang memberitahu kepadanya". sahut sang ibu .
"aku gak ada,mas. ngapain juga memberitahu kepada Zahra,bisa jadi dia ngikutin kamu". Arini, langsung menjawab pertanyaan ibu mertuanya. seakan-akan ibu mertuanya, menyindir dirinya.
Wahyu, mengerut keningnya saat membaca pesan dari Maya. entahlah tiba-tiba perasaannya tidak enak,ia langsung membalas pesan dari sang kekasih. ia setuju untuk bertemu dengannya besok,kini mereka bersiap-siap untuk menemui Zahra di supermarket miliknya.
__ADS_1