
"Bagaimana Zahra, supermarket cabang milikmu sekarang". Tanya Mawar, kepada Zahra. Saat ini mereka di kafe, kebetulan sekali bertemu.
"Alhamdulillah,naik pesat. Makasih banyak,sudah merekomendasikan tempat itu. Pas buat buka supermarket". Jawab Zahra, tersenyum sumringah.
"Alhamdulillah, sekarang kamu tambah sukses Zahra. Apa lagi,sudah lepas dengan para benalu". Kekehnya Mawar.
"Hemm... sebenarnya kemarin,mantan suamiku datang. Dia meminta rujuk kepadaku, ditambah lagi. Pagi tadi ibunya,juga ke tempatku. Malahan mau numpang hidup gratis,di rumahku. Ogah banget,bukannya aku gak punya hati. Tapi, mereka juga mau memanfaatkan keadaanku". Gerutu Zahra,ia menghirup jus jeruknya.
"Ha...? Serius kamu, Zahra,jangan mau. Keenakan dong, mereka mau numpang hidup sama kamu. Pokoknya jangan mau,kamu hati-hatilah dengan mereka". Mawar, memperingati Zahra.
"Hemm...benar apa yang, kamu katakan. Aku harus berhati-hati,apa lagi mereka bisa nekat. Padahal aku,senang sudah gak ada yang ganggu. Ehhh... tau-taunya nongol lagi,moodku ambyar jadinya". Keluh Zahra, dengan wajah kesal.
Di sudut lainnya, Wahyu tengah menguping pembicaraan mereka. "Ternyata benar,kalau Zahra memiliki cabang supermarket baru lagi. Sial,aku sudah membuang Zahra. Aaargghhh.....aku harus menunggunya di depan rumahnya". Senyum smrik Wahyu,ia langsung meninggalkan kafe tersebut.
Setelah puas berbincang dengan Mawar, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
********
Di tempat lainnya.
Erwin,tengah termenung sejenak sambil duduk di halaman belakang rumah.
Ia masih memikirkan tentang jawaban dari Zahra, sebenarnya dia belum bercerita kepada siapapun.
"Mas Erwin". Seorang wanita, tengah membuyarkan lamunannya.
Sial,kenapa dia datang ke sini. Ganggu orang saja, lagi berkhayal tentang Zahra. "Hemmm...". Jawab Erwin, walaupun dengan deheman semata.
__ADS_1
"Aku kangen mas,". Wanita tersebut memeluk erat tubuh Erwin,dari belakang. Aku harus melakukan Sesuatu, agar hatimu luluh kepadaku.
Secepatnya Erwin, melepaskan pelukan wanita tersebut. "Gak usah peluk-peluk Kayla,aku bukan siapa-siapa mu". Tegas Erwin, dengan tatapan tajam. Untung saja Zahra,tidak melihat kejadian ini. bisa-bisa aku, langsung tak di anggap teman.
Wanita tersebut adalah Kayla,mantan istrinya Erwin. Pernikahan hanya berjalan satu tahun, sehingga kayla memutuskan perceraian dalam rumah tangga mereka. Alasannya Kayla,tidak mau hidup susah dengan suaminya Erwin.
"Apa mas,tidak merindukan ku. Hemm...aku tahu,jika mas masih mencintaiku. Buktinya sampai hari ini,masih belum menikah". Ucap Kayla, dengan pedenya. Aku yakin,jika kamu masih mencintaiku mas. tenang mas, walaupun sekarang belum membuka hatimu untukku. setidaknya berlahan-lahan Hatimu, terbuka lebar dan kita membina rumah tangga bahagia.
Erwin, terkekeh geli mendengar ucapan mantan istrinya itu. "Sebentar lagi,aku akan memberikan surat undangan pernikahanku. Jangan sok kepedean dulu,". Mungkin dengan cara ini, Kayla akan pergi.
"Apa...? Tidak mas,kamu hanya milikku. Katakan siapa wanita itu, temui aku dulu. Sebelum dia merebut hatimu, yang hanya untukku". Bentak Kayla, dengan emosinya.
Astagfirullah, bukannya sakit hati mendengar ucapanku. lalu pergi,menangis tidak akan menemuiku lagi. tapi,kenapa Kayla malah ngotot.
"Ck,kau tidak berhak mengatur segalanya. Kita tidak ada hubungan apapun, bukankah kau pernah menikah? Apa aku, pernah berkata siapa calon suamimu ha? Tidak kan Kayla, karena kita tidak berhak mengatur hidup di antara kita". Seringai tajam Erwin.
"Alhamdulillah, jadi sebentar lagi akan menikah. Katakan siapa calon istrimu, Erwin. Tapi, nanti saja bilangnya. Nunggu suasana adem". Sahut bu Martha,yang baru datang.
Kenapa juga sih? Tante Martha,ke sini segala. ganggu orang saja, cepat sana pergiiiiii... Gerutu Kayla dalam hatinya.
Erwin,kalang kabut karena kedengaran oleh Tantenya. Ia bingung mau menjawab apa, sedangkan Zahra. Belum ada menghubungi dirinya dan memberikan jawaban pasti. "Baiklah Tante,akan aku beritahu siapa wanita itu". Erwin,nampak gelisah gusar dan kebingungan. Astaga,kenapa Tante Martha malah ikut mendengarkan perkataanku.
"Nak Kayla,anakmu mana? Aku lihat,kamu santai-santai saja. Seharusnya lebih peduli dengan anak sendiri, daripada mengurus hal-hal yang tidak penting". Tanya bu Martha, sebenarnya beliau tidak menyukai Kayla.
Kenapa lagi,segala nanya-nanya aneh-aneh. terserah akulah,mau kemana kek. itukan urusanku,bukan urusan Tante.
"Aaahhh...dia tinggal di rumah,bersama bi Eni. Makanya bisa jalan-jalan dan santai-santai, Tante. Aku ke sini,ada hal penting Tante. Hal pentingnya adalah hemm...ingin meluluhkan hati Erwin, Tante....kayla minta tolong dong,bujuk Erwin yah...agar dia mau rujuk sama aku". Rengeknya Kayla, dengan manja.
__ADS_1
Erwin, tambah jijik melihat kelakuan mantan istrinya. Bu Martha,hanya memutar bola matanya dengan malas.
***********
Saat Zahra, hampir sampai di pekarangan rumahnya. Ia menghentikan mobilnya,karena dia tahu ada seseorang di teras rumah. "Jangan-jangan mas Wahyu,waduhh.... gimana nih? Kabur dulu ahhh...". Gerutu Zahra,ia langsung memutar balik kemudi mobilnya.
"Kemana yah? Duhh....kemana yah,masa sih? Aku ke tempat Om Ridwan. Hemm...mau makan dulu lah, perutku lapar". Gumam Zahra,ia mencari tempat makan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian. Hari semakin sore, Zahra memutuskan singgah di warung makan tepatnya di pinggir jalan.
"Duhh... sebentar lagi, bakalan azan magrib. Apakah mas Wahyu, sudah pulang". Gumam Zahra,ia langsung memesan makanannya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya pesanan Zahra datang juga.
"Zahra,kamu makan di sini juga". Ucap seseorang baru datang. Pria tersebut duduk di sebelah Zahra, tentu Zahra tersenyum kecil.
"Dokter Gunawan, baru pulang. Hemmm.... perutku lapar,jadi mampir makan dulu". Senyum manis Zahra.
"Oh, makanlah Zahra. Aku sudah pesan kok, setelah makan mau pulang kah". Tanya Gunawan, lagi.
"Hemm...nanti dulu lah, soalnya tadi sudah pulang. Ehhh...ada mantan suamiku datang,jadi kabur dulu". Kekeh Zahra, membuat Gunawan terkejut mendengar ucapannya.
"Mantan suamimu, ngapain dia datang? Apa masih mengganggu dirimu, laporkan saja ke polisi. Apa lagi Erwin, sepupuku seorang polisi. Jadi gampang lah, ngelaporinnya. Kamu gak kenapa-kenapa kan".
"Aku gak kenapa-kenapa sih? Sudah dua kali,dia kerumahku. Untung saja ada orang yang menolongku waktu itu. Hemm...jadi mantan suamiku,pergi". Jawab Zahra,ia sengaja menyembunyikan siapa menolongnya. Mana mungkin dia, langsung memberitahukan kepada Gunawan kalau yang membantunya adalah sepupunya sendiri.
"Benarkah,kenapa mantan suamimu tiba-tiba datang. apa ada sesuatu,tapi dia tidak melakukan hal yang kasar kan". Aisss...kenapa juga aku khawatir dengan Zahra, bisa-bisa aku yang jatuh hati kepadanya.
__ADS_1
"Hemm...dia meminta rujuk,". jawab Zahra, mampu membuat Gunawan membulatkan matanya. ia mengusapkan wajahnya dengan kasar. Zahra, bingung dengan kelakuan dokter Gunawan.