ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Sesak Didada (S2)


__ADS_3

Alzam, dengan senang hati. Karena baru pertama kalinya,dia membawa Nadila ke tempat tepi danau biru. Begitu indah,damai,dan sejuk.


Beberapa anak muda-mudi,tengah menikmati suasana danau dan beberapa anggota keluarga tengah berpiknik.


Tidak jauh dari danau,ada juga ari terjun dan airnya sangat jernih. Orang-orang berdatangan, sangatlah ramai di hari libur.


Alzam, menyiapkan tempat duduk dan beberapa makanan. Di bantu oleh Nadila, ia merasa sangat senang.


"Gak nyangka, suasananya sesegar ini. Ini namanya, piknik Zam. Kapan-kapan ajak teman-teman kita,yuk". Ucap Nadila, padahal Alzam ingin berduaan saja.


"Boleh, Nadila. Senangkan". Tanya Alzam,yang langsung di angguki Nadila.


Tidak seperti Moana,yang ingin berduaan dengan Alzam. Ia tak suka,jika ada temannya yang menggangu kesenangan dia dan Alzam.


Tidak seperti Nadila, dia malah kepikiran teman-temannya Alzam dan temannya juga.


"Alzam,jangan di apload yah". Pinta Nadila,saat Alzam memotretnya secara diam-diam.


"Kenapa? Kamu secantik ini kok". Jawan Alzam, membuat wajah Nadila nampak memerah seperti kepiting rebus.


"Yah, janganlah... nanti orang bilang,aku kemana? Terus sama siapa,gitu". Rengeknya Nadila. "Pliss...jangan yah".


"Oke,deh... aku simpan yah,". Alzam, nampak kecewa dengan permintaan Nadila. Seperti ada yang di tutupinya.


"Zam,fotoin aku di sini". Pinta Nadila, langsung di angguki Alzam.


Alzam, seakan-akan menjadi fotografer profesional untuk Nadila. Cukup banyak Alzam, memotret Nadila dengan berbagai gaya.


"Zam,kita foto berdua yuk..". Nadila, langsung menarik lengan Alzam.


"Malas ah...gak di apload juga,". Tolak Alzam, langsung.


"Yahhh... Alzam,plisss...". Rengeknya Nadila, membuat Alzam tambah gemes.


"Kenapa,tidak apload? Apa kamu memiliki kekasih,hemmm". Tanya Alzam, sebenarnya dia sangat kepo dengan kedekatan Nadila dan ketua OSIS.


"Alzam,aku gak mau jadi bahan musuhan perempuan lain. Apa lagi,banyak fans kamu. Setidaknya, Moana. Aku tidak berani,". Jawan Nadila, sebenarnya dia sangat was-was pergi bersama Alzam. "Jujur yah,aku sangat khawatir. Kita jalan-jalan berduaan seperti ini, takutnya ada seseorang mengetahui kita. Aku bakalan habis,di musuhi para anak sekolahan nanti".


Apa yang di katakan Nadila, memang benar. Sial,kasian juga Nadila bahan bulian nantinya.batin Alzam. "Maaf,aku tidak kepikiran sampai ke situ. Aku kira kamu dan ketua OSIS memiliki hubungan".


"Soal itu,memang dia mengatakan cintanya kepada ku. Tapi,aku belum jawab". Kata Nadia,sontak membuat Alzam terkejut.

__ADS_1


"Apa...?? Dia-dia mengatakan cintanya,lalu kamu belum jawab sama sekali. Kenapa tidak menjawab, Nadila? Jangan-jangan,kamu menyukai nya". Alzam, mencolek menggoda Nadila. Walaupun, dadanya terasa sesak karena perkataan Nadila.


"Hemmm..aku tidak tahu, bagaimana menjawabnya. Sebenarnya,aku tidak menyukainya. Tapi, aku tidak mau menyakiti perasaannya". Jawab Nadila, dengan wajah masam.


"Nadila, kau harus memberikan jawaban pasti. Karena dia, sangat berharap dengan jawaban mu yang masih gantung. Sama saja,kamu menyakitinya secara berlahan". Alzam, mencoba memberikan pencerahan kepada Nadila.


Semoga saja Nadila, tidak menerima cinta Malvin. Jika dia menerima cintanya,maka aku bagaimana? Batin Alzam,ia merasa tak bersemangat untuk melanjutkan liburan mereka.


Apa lagi Nadila, memuji kebaikan Malvin dan perhatiannya. Otomatis Nadila, sudah menerima cinta Malvin.


Sehingga Alzam,hanya nampak biasa saja. Di saat dia masih bersama, Nadila. Hingga Alzam, mengantar Nadila pulang ke rumah.


Malam harinya, Alzam masih kepikiran Nadila. Sampai-sampai,dia sangat kesusahan untuk tidur.


***************


Pagi harinya,di parkiran. Alzam, melihat dari kejauhan. Nadila dan Malvin, mereka seling bergurau lepas.


Alzam,hanya menyunggingkan senyuman dan mengepalkan kedua tangannya. Hatinya memanas,karena sangat cemburu buta. Tapi,dia sadar cinta tak bisa di paksakan.


"Kenapa diam? Ingatlah,sore nanti kita latihan" Dodi, menepuk pundak Alzam.


"Dodi, jemput aku. Sepertinya,aku tidak enak badan". Pinta Alzam,terus berjalan menuju kelas.


"Aisss...bukan badanku,yang panas. Tapi,di sini". Alzam,memegang tangan Dodi langsung mengarahkan ke dadanya.


"Apa? Kenapa dengan dadamu,sakit hatikah? Sama siapa siapa, katakan kawan. Siapa, perempuan yang sudah menyakiti temanku ini". Tanya Dodi, langsung.


"Aku tidak bisa memberitahu,siapa perempuannya". Jawab Alzam, terduduk lemas.


Membuat teman-teman lainnya, langsung menghampiri Alzam. Mereka juga bertanya-tanya, mengapa Alzam nampak tak bersemangat.


Dodi, langsung menceritakan semuanya. Kenapa Alzam, tiba-tiba seperti ini.


"Apa...??? Sakit hati,siapa perempuannya". Ucap mereka bersamaan.


Moana, yang mendengar dari kejauhan. Ia nampak tersenyum, mungkin saja. Alzam, cemburu dan sakit hati. Karena dia , bersama pria lain saat kemarin jalan-jalan.


Dengan ide jahil, Moana meng-upload kebersamaanya dengan pria tersebut.


"Makanya,kalau cinta harus di katakan dong. jangan di biarkan,baru saja jalan-jalan dengan satu pria. huuuu... rasakan sakit hatikan". gumam Moana,ia tersenyum bahagia.

__ADS_1


karima, penasaran siapa perempuan yang sudah menyakiti Alzam. mumpung ada Moana,di balik pintu kelas yang sedang menguping. dengan ide jahil, dia bertanya kepada Alzam. "di sakiti perempuan, apakah itulah Moana? bukankah, Moana kemarin meng-upload fotonya bersama pria lain di sosmed". tanya Karima, membuat Moana menajamkan pendengarannya.


"Apa perempuan itu, Moana? Jawab Zam,biar kami akan menyelesaikan semuanya. Siapa tahu, Moana dan pria itu hanya keluarga". Tanya Ehan.


"Iya,Zam. Kita panggil saja, Moana dan beri penjelasan". Sahut Reza.


"Hussssttttt... pokoknya ada deh,gak usah panggil-panggil Moana. Aku lagi kecewa, dengan perempuan itu". Jawab Alzam, langsung menutup kepalanya menggunakan jaket.


"Fiks...aku yakin,ini Moana". Gerutu Shan, mereka semua langsung mencari Moana.


Karima, mengepalkan kedua tangannya. Ia benar-benar geram,kepada Moana. "Zam, Moana itu perempuan tidak baik. Untuk apa,kamu memikirkan dia segala".


"Karima,mending kamu diam. Sana kek,". Usir Alzam, langsung.


Karima,yang sudah kesal. Ia pergi dan menghentakkan kakinya.


********


Saat jam istirahat, Malvin membeli beberapa cemilan dan langsung mendatangi Nadila.


Nadila dan temannya,tengah bersantai di bawah pohon. Sambil memain-mainkan gitar dan bernyanyi bersama-sama.


"Eheemm...yang sudah jadian". Goda Zyva,karena tahu mereka baru saja jadian.


"Apaan sih? Santai aja kali". Kekehnya Nadila, tersipu-sipu malu.


"Nadila,ini minumannya". Malvin, memberikan satu botol air mineral yang sudah di bukanya.


"Makasih,Vin". Jawab Nadila, tersenyum sumringah.


"Malvin, ngapain kamu ke sini? Kita segera rapat lo,ayo...". Seorang perempuan, yang langsung menghampiri mereka.


Malvin, segera melepas genggaman tangannya. Membuat Nadila, merasa sedih. "Fana,masih setengah jam lagi. Pergilah,dulu". Jawab Malvin, ternyata Fana adalah anggota osis bagian sekertaris.


"Malvin,kamu itu ketua OSIS. Gak pantas tau, pacaran segala. Ingat pentingkan dengan urusan sekolah, pacaran bisa saja nanti". Bentak Fana, langsung marah.


"Fana,stop...apa yang kamu katakan,tidak baik sama sekali. Aku mana ada, meninggalkan tugas ku. Lagian,masih lama rapat OSIS nya". Jawab Malvin,nampak tak enak hati kepada Nadila.


Nadila, dengan wajah sedih. Langsung meninggalkan mereka, karena tidak mau mendengar keributan kekasihnya dengan perempuan lain.


"Nadila,tunggu...". Malvin, ingin menyusul namun di tahan oleh Fana.

__ADS_1


"Sudahlah, ngapain juga ngejar-ngejar perempuan sok ngambekkan gitu". Fana,menarik lengan Malvin.


Malvin,hanya menghembuskan nafas beratnya dan menuruti perkataan Fana. Tentu saja,Fana tersenyum sumringah karena Malvin memilihnya.


__ADS_2