ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU

ISI PONSEL KEDUA SUAMIKU
Bekal makanan


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Setelah pulang belanja di Mall, tiba-tiba saja mobilnya Zahra mogok di jalan.


"Astagfirullah, kenapa mobilnya mogok? Huuufff....jam segini mana ada bengkel buka.Aaaahh...sial,mana sepi lagi jalan". Gerutu Zahra,ia calingukan ke arah jalan. Siapa tahu,ada orang lewat dan bisa membantunya.


Zahra, langsung membuka ponselnya meminta bantuan kepada seseorang.


"Zahra....!!!". Ucap seseorang di belakangnya. Ia langsung saja, menoleh ke sumber suara.


"Erwin,". Gumam Zahra,ia tersenyum sumringah. Untunglah ada Erwin, semoga saja bisa membantu ku.


"Ada apa? Malam-malam begini,kamu di sini.hemmm....mana sepi lagi, nungguin seseorang". Tanya Erwin,yang masih di dalam mobil. masa sih? Zahra,mau bertemu Seseorang di tempat sepi ini.


"Mobilku mogok,". Jawab Zahra, dengan wajah sedih. Alhamdulillah, kebetulan Erwin lewat. huuuff.... takutnya para preman atau begal.


"Mogok?coba aku cek,siapa tahu bisa hidup". Erwin, langsung keluar dari mobil dan menghampiri mobil Zahra.


"Hemmm... baiklah,". Zahra, langsung menyusul ke luar.


Erwin,membuka kap mesin mobil Zahra. Ia mencari-cari apa penyebab mogok,ia terlihat mengotak-atik.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Erwin meminta Zahra menghidupkan mobilnya.


"Zahra,coba di hidupkan mobilnya". Pinta Erwin, kepada Zahra.


Zahra, langsung mengangguk kepala dan melakukan apa perintah Erwin.Zahra,beberapa kali distarter akhirnya bisa. "Alhamdulillah,bisa". Teriak Zahra, dengan senyuman sumringah.


Terlihat Erwin,menutup kap mesin mobil Zahra. "Alhamdulillah kalau hidup, ingatlah Zahra. Kalau ada apa-apa,tinggal hubungi aku aja. Siapa tahu,aku bisa bantu". Kata Erwin,yang masih berbaju dinasnya."mumpung aku patroli di jalan".


"Aku jadi gak enak, Erwin. Makasih banyak,mau bantu aku". Zahra, terlihat malu-malu. Ia tak berani menatap wajah Erwin, terlalu lama. "kalau tidak ada kamu, takut aja. siapa tahu ada orang,yang jahat menghampiri aku di sini sendirian".


"Hemmm.... Untung saja aku,yang datang duluan.pulanglah, ini sudah malam Zahra. Gak baik seorang wanita, malam-malam keluyuran".


"Aaahh...tadi habis ada yang di beli,makanya jam segini baru pulang. Maklum lupa waktu,". Kekehnya Zahra. "hemm...ya sudah,aku balik dulu. Makasih,banyak yah".

__ADS_1


"Sama-sama, hati-hati Zahra. Kalau ada apa-apa, hubungi aku". Kedip mata Erwin,kepada Zahra yang tersenyum manis.


Erwin, menatap kepergian mobil Zahra. Ada hati lega, karena barusan membantu dia


********


Besok harinya. Entah kenapa Zahra, berniat memasak untuk Erwin. Sebagai tanda berterimakasih,sudah membantunya malam tadi.


Dengan sepenuh hati dan senyum-senyum sambil memasak. Entah kenapa Zahra, terlihat bahagia mengenal Erwin.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Oke, kita siapkan sekarang". gumam Zahra,ia mengambil tempat bekal makanan.


Zahra, sudah menyiapkan bekal makanan yang berisi beberapa menu makanan untuk Erwin. Ia melihat sudah jam delapan pagi dan juga mengirim pesan kepada Erwin. Ternyata dia sudah berada di kantor polisi, rencananya pergi ke sana untuk mengantar bekal makanan buatannya sendiri. walaupun Erwin,tidak tahu jika Zahra akan ke kantor polisi tempat dia bekerja.


Dengan sumringah,ia bersiap-siap untuk berangkat. Zahra, menyambar kunci mobil dan tasnya.


Ia segera keluar rumah dan menguncinya sebelum pergi. Lalu dia masuk ke dalam mobil dan menancapkan gas menuju ke kantor polisi tempat Erwin bekerja.


Hampir setengah jam, akhirnya Zahra sudah sampai di kantor polisi tempat kerja Erwin.


"Maaf,mau cari siapa". Tegur seorang pria, anggota kepolisian yang tengah menghampiri Zahra.


"Maaf pak,saya mau kasih bekal ke pak Erwin. Hemmm...teman saya,yang itu". Tunjuk Zahra, langsung.


"Oh,dia teman saya. Apa perlu saya, panggilkan".


"Ahhh...tidak perlu,pak. Tapi,saya titip bekal makanan ini untuknya. Soalnya buru-buru,maaf merepotkan. Saya minta tolong,bolehkan". Tanya Zahra, dengan senyuman manisnya.


"Baiklah,nanti saya berikan ke pak Erwin". Jawabnya,dengan senyuman kecil menyambut kresek berisi bekal makanan untuk Erwin.


"Makasih banyak,pak. Bilang saja dari Zahra. Saya permisi,pak. Sekali lagi, terimakasih". Zahra, menundukkan badannya sedikit.


"Sama-sama,saya akan berikan bekal ini". Jawab pak polisi, tersebut. Ia tersenyum kecil, melihat kepergian Zahra.


Ada rasa lega dan gugup di rasakan oleh Zahra, tangannya saja sudah gemeteran. Ini adalah pertama kalinya,dia memberikan bekal makanan kepada seorang pria. Waktu dulu dengan Wahyu,dia belum pernah sama sekali.

__ADS_1


"Erwin, tunggu". Polisi yang menyambut bekal makanan dari Zahra, memanggil Erwin.


"Ehhh...ada apa Romy". Jawab Erwin,ia menghentikan langkah kakinya.


"Ini untukmu,". Romy, memberikan kresek berisi bekal makanan itu.


"Kamu apa-apaan, Romy? Jangan aneh-aneh lah,ngasih bekal makanan segala". Tolak Erwin,saat kresek tersebut memberikan ke arahnya.


"Yakin gak mau? Dari Zahra,lo. Hemmm... wanginya dan terlihat lezat". Goda Romy, membuat Erwin terkejut mendengar ucapannya.


"Dari Zahra? Serius kamu,". Erwin, langsung merampas kresek tersebut dari tangan Romy.


"Alahhhh...tadi gak mau,makanya di dengarin dulu. Sebelum aku memberitahu siapa yang ngasih,main tolak aja. Cantik yah, bernama Zahra. Siapa kamu Erwin, teman kah? Kalau teman,kenalin dong". Kekehnya Romy, membuat Erwin kaget dengan perkataan temannya.


"Gak,dia targetku". tolak Erwin, meninggalkan temannya


"Dasar duda buuciiiinnn...". Decak Romy,ia tersenyum kecil. Baguslah,kalau Erwin sudah mulai membuka hatinya lagi.


Sedangkan Erwin,yang belum sarapan pagi. secepatnya ia,membuka bekal makanan dari Zahra. aromanya saja sangat harum,ia mencicipi masakannya begitu pas di lidahnya.


"Jadi kangen sama, masakan rumahan". kekehnya Erwin,ia melahap makanan pemberian dari Zahra.


*********


Sore harinya, Zahra pulang dari supermarket nya. Zahra, melihat ada seseorang di teras rumahnya.


"Mas Wahyu,". gumam Zahra,tentu saja Wahyu sumringah melihat kedatangan Zahra. Ngapain lagi sih? dia ke sini,pasti ada maunya.


"Zahra,apa kabar? mas,lama menunggumu". Ucap Wahyu, mendekati Zahra. kalau tidak untuk bertahan hidup sementara,mana mau aku menunggu selama ini.


"Baik,mas. Tumben-tumbenan ke sini,ada apa mas? jangan bertele-tele segala,lebih baik langsung ke intinya". Tanya Zahra, sebenarnya dia sangat malas meladeni mantan suaminya.


"Zahra,aku ke sini mau rujuk dengan mu. tenanglah Zahra,aku sudah menceraikan Arini. kamu adalah istriku, satu-satunya. maaf,aku sudah bersalah kepadamu dulu. aku hilaf Zahra, sungguh aku menyesal". Wahyu, meminta iba kepada Zahra. agar dia mau kembali kepadanya lagi.


Ckckck....sudah aku duga, ternyata dia ke sini ada maunya. jangan harap mas,kita rujuk kembali. seandainya waktu bisa di putar ulang,aku tidak akan mau menikah dengan mu. Jijik rasanya mengingat aku, pernah jadi istrimu.

__ADS_1


__ADS_2