Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Ada Yang Cemburu


__ADS_3

Tepat pukul 07.45 WIB Elizia sudah sampai di tempat kerja. Elizia langsung memarkirkan motornya di tempat parkiran yang terletak di samping pintu masuk gedung perusahaan 'JAYA GROUP'. Lalu dia memasuki pintu utama gedung tersebut dan menemui petugas kantor yang berjaga.


"Selamat pagi, Kak. Saya Elizia karyawan baru di sini. Saya harus berada di area mana, ya? Mohon bimbingannya karena saya belum paham." Elizia berkata ramah terhadap petugas wanita yang berada di area depan.


"Oh. Baik, Kak. Saya akan segera menelepon CEO sekarang juga untuk mengetahui penempatan kerja Kakak."


Lalu petugas tersebut segera menelepon CEO perusahaan tersebut yang tidak lain adalah Hamzah Anggara. Beberapa menit kemudian, petugas tersebut selesai menelepon dan berkata,


"Kak, mari saya antarkan ke ruangan Kakak sekarang juga." Petugas wanita yang tinggi dan kurus itu mengajak Elizia ke suatu ruangan ber AC.


"Baik, Kak." Elizia berjalan mengekor petugas tersebut hingga mereka sampai di ruangan AC tersebut.


"Kak, tempat Kakak berada di pojok ruangan sana. Nanti setelah mulai jam kerja manajer ruangan ini akan memberikan 'breafing' sebentar agar pekerjaan kita bisa terarah dan mendapatkan hasil maksimal.


"Baik, terima kasih, Kak," ucap Elizia sambil tersenyum lalu dia berjalan menuju area yang sudah ditentukan oleh manajer kantor tersebut.


Elizia mulai duduk di kursi yang di depannya terdapat komputer sebagai alat utamanya dalam bekerja sebagai Admin di kantor tersebut.


Elizia lalu menempatkan diri di bangku dan bersaha menunggu intruksi dari manajer.


Beberapa menit kemudian, masuk seorang lelaki jangkung dan berdiri di depan para karyawannya yang siap-siap berbaris.


"Selamat pagi semua," sapa lelaki jangkung yang memakai kemeja berwarna putih tak lain adalah Reza Aditama, manajer perusahaan tersebut.


"Pagi Pak, Reza!" jawab beberapa karyawan yang berada di ruangan tersebut.


"Mari kita sambut karyawan baru kita yang bernama Elizia. Semoga dia betah kerja di sini dan bekerja secara baik dan profesional. Yasudah, tidak banyak yang saya katakan karena waktunya mepet, sekarang kita mulai pekerjaan kita dengan doa menurut kepercayaan masing-masing."


Lalu Reza Aditama mulai menundukkan kepala untuk berdoa dan diikuti oleh semua karyawan kantor tersebut.


Beberapa detik kemudian, mereka selesai berdoa lalu berhamburan untuk menuju posisi area kerja masing-masing.


"Elizia, ini tugas yang harus kamu selesaikan. Dibaca dulu intruksinya agar jelas dan tidak ada kekeliruan." Reza Aditama membimbing Elizia untuk melaksanakan tugas karena dia karyawan baru.


"Siap, Kak," jawab Elizia dengan kalem.


Lalu Elizia mulai mengerjakan pekerjaannya dengan fokus dan teliti.

__ADS_1


Beberapa jam Elizia bekerja akhirnya jam pulang pun tiba. Elizia telah selesai mengerjalan pekerjaannnya. Kini dia bergegas untuk pulang.


Saat pulang dia tidak sengaja menabrak Zora karena Zora menghalanginya untuk berjalan. Tidak lama kopi yang dia bawa jatuh dan pecah.


"Aduh, pecah 'kan kopi yang aku buat untuk Kak Reza? Kalau jalan tuh pake mata jangan melamun seperti orang bodoh?" Zora memarahi Elizia yang tidak bersalah.


"Tapi 'kan kamu yang menabrak saya? Saya mencoba menghindar tetapi kamu terus menghalangi saya, jadi kopi itu pecah karena ulah Anda sendiri!" Elizia menjawab lantang tuduhan yang diberikan oleh Zora yang licik.


Lalu tiba-tiba datang pak Reza menengahi mereka.


"Ada apa sih, ribut-ribut?" tanya Reza menyelidik.


"Ini lho, anak baru saja belagu. Dia numpahin kopi buatan saya dan dia menabraknya tapi dia tidak mengakuinya, Pak," jawab Zora dengan bohong. Zora sengaja menyudutkan Elizia agar dia segera dipecat karena dia takut akan ada yang menyaingi kedekatannya dengan seorang CEO dan manajer.


"Benarkah begitu Elizia?" tanya pak Reza kepada Elizia sambil mengernyit.


"Tidak benar, Pak. Dia berusaha menghalangi saya ketika saya mencoba menghindar," ucap Elizia kalem.


"Kamu masih mengelak?" tanya Zora dengan mata yang membola.


"Zora diam kamu! Kamu jangan memfitnah Elizia. Aku tahu kamu berusaha memfitnah Elizia 'kan?" Reza mulai meradang. Reza sudah mengetahui perangai Zora yang licik. Setiap ada karyawan wanita baru Zora selalu membuat masalah agar karyawan tersebut tidak betah.


"Elizia, kamu sudah makan?" tanya Reza tiba-tiba.


"Nanti saya makannya di rumah saja, Kak," jawab Elizia dengan kalem.


"Makan bareng sama aku, yuk? Nanti aku traktir. Plis." Reza mendesak Elizia untuk makan bareng bersama.


"Yasudah. Ayo!" Elizia akhirnya mau diajak makan bersama dengan Reza Aditama.


Mereka lalu berjalan ke arah kafe yang dekat dengan gedung tempat mereka bekerja. Beberapa menit kemudian, mereka menempati bangku pelanggan yang kosong.


"Kamu mau pesan, apa? Nanti tak pesankan," tanya Reza sambil melihat manik mata lentik milik Elizia.


"Saya bakso saja sama es teh manis," jawab Elizia malu-malu.


"Yasudah, saya pesankan dahulu." Lalu Reza memesan makanan kepada pramusaji yang berada di 'Stand'. Tidak lama Reza kembali menuju tempat dimana mereka duduk bersama dengan Elizia.

__ADS_1


"Elizia, sudah aku pesankan. Kita tinggal menunggu pesanan makanan yang kita pesan," ucap Reza yang sedang duduk kembali dan sambil memainkan gawainya.


Kemudian dari kejauhan Zora melihat Reza dengan Elizia dan membuatnya geram.


"Zora, kamu manyun seperti itu kenapa?" tanya Hamzah kepada Zora.


"Lihat, Bos. Wanita itu sedang duduk berdua sambil senyum-senyum. Padahal dia karyawan baru tapi sudah menggaet pria tampan seperti Reza Aditama." Zora menghasut Hamzah Anggara agar marah.


Seketika, wajah Hamzah mulai memerah dan mengepalkan jemarinya karena cemburu.


"Zora, ayo ikut denganku!" Hamzah lalu menggamit tangan Zora dan duduk di bangku kosong dekat dengan Reza dan Elizia duduk.


"Kamu mau pesan apa, Zora cantik?" Hamzah menatap intens manik mata Zora dan mengusap rambutnya sambil menawari Zora menu masakan.


"Eh. Em. Aku pesen steak daging sapi saja, Bos," jawab Zora dengan manja.


Seketika Elizia dan Reza menoleh ke arah sumber suara dan terkejut. Mereka langsung berpandangan.


"Bos Hamzah makan di sini juga?" tanya Reza seketika.


"Begitulah. Maaf kalau aku ganggu urusan kalian," jawab Hamzah dengan nada ketus.


"Urusan apa, ya?" tanya Reza yang belum paham.


"Urusan kamu dengan Elizia," jawab Hamzah dengan ketus.


"Bos. Pesenannya mana aku sudah lapar, nih," rengek Zora dengan manja.


"Oh. Iya. Aku akan segera memesankan makanan untukmu," jawab Hamzah berpura-pura manis dengan Zora.


Lalu Hamzah segera mendekati pramusaji untuk memesan makanan mereka berdua. Lalu Hamzah segera kembali ke bangku yang dia duduki.


Tiba-tiba Elizia berkata,


"Kak, Reza. Saya sudah selesai makan baksonya. Saya akan segera pulang, khawatir jika nenek mencari saya. Terima kasih Kakak Reza sudah berkenan mentraktir saya." Dengan muka kalem Elizia akan segera beranjak dari kafe itu.


"Sama-sama. Kamu hati-hati ya?" tanya Reza dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Hal ini membuat Hamzah semakin mendidih. Ternyata dia ditipu Zora. Ternyata Elizia hanya ditraktir oleh Reza karyawan bawahannya yang menyandang status manajer.


"Elizia, tunggu!" Tiba-tiba Hamzah memanggil Elizia yang akan beranjak pergi dari kafe tersebut.


__ADS_2