Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Baby Sitter Aneh


__ADS_3

Drrtt drrtt


Pagi itu, saat Hamzah dan Elizia sedang menonton TV di ruang keluarga, ponsel Hamzah bergetar dan tertera nama polisi. Dia segera mengangkat telepon tersebut.


"Halo, ini dari petugas kepolisian? Ada hal yang bisa saya bantu?" tanya Hamzah kepada nomor telepon yang bernama polisi di seberang sana. Dengan penasaran dia bertanya kepada petugas tersebut.


"Iya. Apakah ini Hamzah? Kami dari pihak kepolisian ingin menyampaikan bahwa pelaku tindak kejahatan yang bernama Zafian telah berhasil kami tangkap! Kami akan segera menahannya karena bukti nyata telah ada pada kami bahwa Zafian terbukti bersalah. Begitu saja yang dapat kami sampaikan terima kasih."


Hamzah mendapat telepon dari pihak kepolisian untuk menyampaikan bahwa Zafian telah diringkus oleh polisi dan akan ditahan sesuai dengan ketentuan hukum.


"Oh. Iya, Pak. Terima kasih sudah menyampaikan informasi yang begitu penting bagi kami. Semoga pelaku mendapat hukuman yang sesuai dan jera yakni tidak mengganggu istri saya lagi dan mencelakainya."


Hamzah sangat lega karena Zafian ketangkap juga oleh pihak kepolisian. Dia tidak ingin Elizia selalu dihantui oleh hal-hal buruk yang dilakukan oleh Zafian.


"Baik. Kami dari tim kepolisian akan memberi hukuman yang sesuai agar jera dan kami akan menegakkan keadilan seadil-adilnya. Anda dan keluarga harus tetap berhati-hati dan waspada."


Lalu sambungan telepon tersebut mulai terputus secara sepihak. Hamzah lalu meletakkan gawainya di sakunya kembali. Dan Elizia menoleh kepada suaminya seraya berkata,


"Mas ada apa? Siapa yang menelepon?" tanya Elizia penasaran.


"Dari pihak kepolisian, Liz. Zafian sudah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dan kini dalam proses sidang hukum. Semoga dengan Zafian ditangkap, dia jera dan tidak berbuat bejat lagi. Dan istri Mas tidak diincar oleh Zafian lagi," jawab Hamzah dengan nada geram kala menceritakan tentang Zafian.


Mereka pasangan suami istri berhak mendapatkan kebahagiaan setelah mereka mengalami masalah yang silih berganti. Dan mereka kini bisa melalui liku-liku sampai sejauh ini. Mereka berhasil mempertahankan pernikahan. Kini mereka sedang menikmati acara TV bersama sambil bercerita dan saling bercumbu rayu.


"Mas, doain dedek bayi dan aku lahiran lancar ya?"


Elizia meminta doa kepada suaminya dengan penuh harap karena kandungannya beberapa bulan lagi pasti akan lahir ke dunia. Elizia sangat mengharapkan anaknya yang pertama nanti lahir secara normal dan sehat.


"Aamiin. Sekarang, Istri Mas harus makan dong? Aku ambilkan ya? Atau Mas pesenin masakan online?"


Hamzah menawarkan makananan agar janin yang dikandung istrinya tercukupi nutrisi dan tumbuh kembangnya baik dan normal.

__ADS_1


"Elizia minta gado-gado saja, Mas. Sama rujak uleg. Rasanya kepengin yang seger-seger gitu. Jika makan yang berbau daging, Eliz penginnya muntah terus. Padahal tadi sudah masak rendang sapi."


Elizia yang duduk di sofa bersama suaminya sedang mengelus-elus perutnya yang di dalamnya terdapat calon bayi yang dia dambakan. Saat itu, Elizia ingin makan yang segar-segar.


"Yasudah. Mas akan segera pesankan gado-gado."


Elizia tersenyum dan mengangguk kala suaminya langsung mengeluarkan gawainya dan buru-buru untuk memesan masakan 'Go Food' di aplikasi ponsel pintarnya.


Sepuluh menit kemudian, pesanan telah datang. Hamzah segera menemui abang kurir dan mengambil pesanannya dan membayar ongkos pesanan tersebut. Lalu dia menuju ruang TV dan memberikan gado-gado itu kepada istrinya.


"Sayang, ini gado-gadonya!"


Dengan senyum manis, Hamzah memberikan gado-gado tersebut diberikan kepada Elizia. Elizia lalu berbinar dan segera membuka masakan tersebut. Dan hal yang tidak diinginkan terjadi.


"Huek, huek, huek!"


Elizia memuntahkan seluruh isi perut karena perutnya sangat mual. Dia berusaha menahan rasa mual itu namun tidak bisa malah muntahan tersebut tumpah di meja ruang tamu.


'Ini calon bayi, maunya makan apa, ya? Makan rendang muntah, sayur asem muntah dan ini gado-gado juga muntah. Apa seisi 'Go Food' harus aku beli agar Elizia bisa memilih?' gumam Hamzah di dalam hatinya.


Lalu Elizia segera berdiri dan akan membersihkan muntahan yang mengenai meja.


"Liz, jangan. Nanti Mas saja yang bersihkan. Kamu istirahat saja di kamar. Dan sisa biskuit yang diberi dokter Rama masih ada dan kamu bisa makan makanan itu. Mas heran, calon bayi kita maunya makan biskuit pemberian dokter Rama? Padahal kita bukan bagian dari keluarga itu?"


Hamzah heran, istrinya hanya mau makan biskuit pemberian dari dokter Rama.


"Iya, Mas. Kepala ini juga pusing terus. Yasudah, Eliz mau ambil biskuit itu."


Saat Elizia sudah masuk ke kamarnya, terdengar ketukan pintu. Lalu Hamzah segera membuka pintu.


"Ada apa, Joni? Apa ada hal penting yang mau disampaikan?" tanya Hamzah dengan pertanyaan menyelidik.

__ADS_1


"Bos, ada tamu seorang wanita yang mengaku suruhan dari Ibu Fatimah. Wanita tersebut bernama Siti. Dia diperintahkan oleh bu Fatimah untuk menjadi 'baby sitter' dan ART di rumah ini karena Nona Elizia hendak melahirkan. Agar saat melahirkan nanti, Elizia tidak kerepotan."


Joni melaporkan tentang tamu yang datang kepada Hamzah bahwa ada seorang wanita yang mengaku sebagai orang suruhan dari bu Fatimah yakni mamanya Hamzah Anggara.


"Benarkah? Apakah kamu sudah menelepon Mama Fatimah untuk memastikan bahwa wanita itu memang suruhan Mama saya?" tanya Hamzah dengan nada menyelidik.


Hamzah tidak mau lengah dan khawatir jika akan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan.


"Benar, Bos. Kami sudah menghubungi bu Fatimah bahwa dia wanita baik-baik. Kata bu Fatimah, dia tetangga dekat seorang teman ngajinya. Dia wanita berumur 30 tahun yang seorang janda yang tidak mempunyai anak. Saat dua bulan menikah, suaminya telah meninggal."


Begitulah penuturan dari satpam yang bernama Joni. Dia sudah menelusuri identitas tamunya dan dinyatakan bahwa tamu wanita itu memang baik.


"Oke. Bawa dia ke sini dan suruh dia di kamar tamu."


Hamzah memerintahkan tamunya untuk menemuinya di ruang tamu. Dia ingin memastikan wanita seperti apa yang dibawa oleh mamanya. Tujuh menit kemudian, Joni membawa tamunya tersebut sampai ruang tamu. Setelah tugasnya selesai dia mulai kembali di tempat dia menggeluti kerjanya sebagai satpam.


Lalu wanita itu masih berdiri dan terlihat agak malu. Dia memakai kerudung instan berwarna coklat dan memakai gamis berwarna senada. Pakaiannya memang sederhana tetapi dia memakai bedak agak tebal dan memakai gincu merah merona. Dilihat dari bentuk tubuhnya, dia terlihat menawan dan seperti bodi gitar. Wajahnya cantik namun, dandanannya terlihat berlebihan.


"Masih berdiri? Silakan duduk!"


Hamzah mempersilakan duduk wanita itu dan dengan raut wajah heran karena wanita itu tertunduk dan tidak berani menatap Hamzah Anggara.


"I-iya, Tuan," jawab wanita itu dengan terbata-bata.


Lalu wanita itu duduk dan seketika arah pandangannya mengarah ke dalam ruangan dengan tatapan yang gelisah.


"Ada keperluan apa kamu datang ke sini?" tanya Hamzah memastikan.


"Saya di sini diperintah oleh Bu Fatimah untuk menjadi ART dan calon 'beby sitter', Tuan. Saya dulu berpengalaman kerja di luar kota sebagai 'baby sitter' selama lima tahun," ujar wanita itu.


Dia mulai berani mengungkapkan maksudnya dan tiba-tiba tatapan wanita itu menatap Hamzah dengan tatapan tajam dan nakal.

__ADS_1


__ADS_2