
Terdengar suara barang meledak di tong sampah dekat dengan ruangan rawat inap yang ditempati oleh Elizia. Dan tong sampah tersebut terlempar jauh hingga memgenai pintu kaca di ruangan apotik. Untung saja kado itu tidak langsung dibuka oleh Elizia. Jika dibuka mungkin Elizia akan terkena petasan yang akan menbuatnya celaka.
Petugas kebersihan lalu mendekati tong sampah tersebut dan mulai mengecek keadaan isi tong sampah. Hamzah menengok kejadian tersebut. Dan ditemukan beberapa petasan yang siap meledak dan beberapa katak yang sudah mati.
"Annisa! Kamu berusaha mencelakai Elizia ya! Awas saja, jika kamu berbuat jahat kembali akan saya laporkan kepada polisi!"
Hamzah sudah tidak tertipu lagi dengan sikap Annisa yang mencurigakan. Hamzah menggertak Annisa dan akan melaporkannya kepada polisi. Sedangkan Zafian tidak tahu menahu bahwa Annisa akan berbuat jahat dengan Elizia.
"Iya. Memang kenapa? Kamu tidak suka kah? Tetapi Elizia masih beruntung! Sialan usahaku gagal! Elizia itu punya kekuatan apa sih!"
Annisa tidak merasa bersalah malah mengumpat seenaknya sendiri. Yang ada dibenaknya adalah menjadikan wajah Elizia buruk rupa dengan petasan itu namun usahanya gagal.
"Cepat kalian pergi! Atau saya adukan kepada pemilik rumah sakit ini untuk melaporkan kepada polisi!"
Hamzah berteriak dan mengusir Annisa serta Zafian yang berdiri mematung. Zafian tidak menyangka pacar gelapnya akan melukai Elizia.
"Annisa! Kamu ternyata mau mencelakai Elizia. Saya kira kamu baik, ternyata kamu busuk. Sudahlah hubungan gelap kita cukup sampai di sini. Ternyata kamu sama dengan Rihana. Saya nyatakan putus atas hubungan kita! Dan bayi yang kamu kandung, lebih baik kamu gugurkan! Aku tidak sudi menjadi Ayah dari Ibu sejahat kamu! Elizia, semoga kamu cepat sembuh. Satu lagi, aku ke sini ingin menjenguk kamu dan aku masih mencintai kamu. Sudah itu saja. Hamzah! Tolong jaga Elizia, jangan sampai dia kecelakaan lagi!"
Lalu Zafian melenggang pergi saja sambil mengacak rambutnya karena kecewa dengan Annisa. Dikira Zafian adalah gadis baik dan panas di ranjang. Nyatanya dia hanya panas diranjang namun bersifat buruk. Jadi, sifat Zafian yang tanpa berpikir panjang, secepat itu ingin meninggalkan Annisa dalam keadaan hamil.
"Mas Zafian tunggu! Jangan pergi dariku kasihan bayi ini hik hik hik. Mas, aku ini hamil anak kamu. Kamu jangan pergi dariku."
Annisa menangis sejadi-jadinya dan meringkuk di lantai dan tidak ada rasa malu sedikit pun kepada orang yang berlalu lalang berjalan di sekitarnya. Dia sangat kecewa ditinggalkan oleh Zafian sendiri di dalam keadaan hamil hasil dari hubungan gelap.
Tiba-tiba datang dokter Rama beserta dua satpam yang sengaja menangkap Annisa karena telah membuat masalah.
"Berdasarkan hasil CCTV yang kami pantau, kamu tamu yang berusaha memberi bahan peledak di tong sampah itu! Kamu harus bertanggung jawab atas ulah kamu dan kami akan kamu larikan ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Karena kamu sudah mengganggu kenyamanan pasien yang sedang sakit!"
__ADS_1
Dokter Rama berkata tegas kepada Annisa yang masih menangis. Lalu kedua satpam itu mencekal tangan Annisa dengan erat dan akan dibawa ke kantor polisi.
Lalu terpaksa dokter Rama masuk ke dalam ruangan di mana Elizia berada dan berkata,
"Maaf Tuan Muda Hamzah, apakah kondisi istri Anda baik-baik saja? Maafkan kami dari pihak medis jika ada orang jahat yang masuk ke sini dan ingin mencelakai Elizia. Saya harap istri Anda harus dijaga, karena mungkin banyak orang yang akan mencelakai Elizia karena Anda seorang CEO terkenal dan diidamkan banyak wanita."
Dokter itu memastikan kondisi Elizia. Dia tidak mau wanita yang dicintainya terjadi apa-apa. Jiwa dokter itu meronta ingin selalu melindungi Elizia walaupun dia sudah menjadi istri orang lain.
"Baik, Dok. Terima kasih petuahnya. Sebentar lagi kami ingin segera pulang. Karena kondisi kita sudah lumayan membaik. Kami tidak mau berlama-lama di sini."
Hamzah sudah tidak cemburu lagi dengan dokter tampan itu. Dan ternyata dokter itu baik dan tulus tidak seperti Zafian yang egois.
"Sama-sama. Nanti dari pihak medis akan ke sini dan akan membantu kalian untuk mengantarkan pulang."
Dokter itu lalu hendak pergi dan melanjutkan tugasnya kembali. Saat itu terlihat Fatimah dan Fauzan datang. Fatimah berkata,
"Hamzah, anakku, kamu sudah baikan? Maaf Mama dan Ayah kemarin ada kepentingan mendadak jadi kami tidak bisa menemani kalian. Oh. Ya Elizia, ini ada buah -buahan, dimakan ya? Agar kandungan kamu sehat dan cepat fit lalu kita nanti pulang bareng. Mama sangat mengkhawatirkan kamu dan kondisi calon bayi kamu! Sini aku kupaskan buahnya!"
Ibu mertua Elizia sangat baik dan perhatian kepadanya. Dia sangat menyayangi menantunya hingga Elizia angat bersyukur.
"Terima kasih, Ma. Kebetulan Elizia suka buah 'pear'. Jika makan nasi dan lauk berasa ingin muntah."
Dikit demi sedikit Elizia memakan buah 'pear' yang telah dikupas oleh ibu mertuanya. Hingga dua biji, Elizia menghabiskan buah teraebut. Terlihat Fauzan dan Fatimah sibuk merapikan barang-barang agar tidak berantakan karena sebentar lagi mereka akan pulang.
Beberapa menit kemudian, tim medis datang dan akan mengantar Elizia dan Hamzah untuk pulang. Namun, Hamzah meminta untuk naik mobil milik orang tuanya karena dia tidak mau diantar ambulan yang hanya akan membuat kepo tetangganya. Tim medis medis menyetujui usulan dari Hamzah dan tidak jadi diantar oleh mobil ambulan yang disediakan oleh rumah sakit.
Elizia dengan kursi roda diantar oleh petugas medis menuju mobil Fauzan. Sepuluh menit kemudian, keluarga Hamzah telah sampai di rumah mereka kembali. Elizia berada di kamarnya kembali dan beristirahat. Begitu juga dengan Hamzah mereka juga beristirahat.
__ADS_1
"Liz, Hamzah, kalian makan dulu yuk? Mama sudah masak opor ayam sama rujak uleg."
Fatimah menyuruh anak dan menantunya untuk segera makan. Dia sangat senang memasak karena sebentar lagi dia akan mempunyai cucu.
Lalu pasangan sejoli itu menuruti perintah orang tuanya. Elizia dan Hamzah menuju ruang makan untuk segera makan.
"Ma, Yah. Terima kasih kalian sudah hadir di sini dan msrepotkan kalian. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian. Hamzah sangat sayang Ayah dan Mama."
Hamzah berterima kasih kepada orang tuanya. Sungguh baik hati kedua orang Hamzah. Mereka kini menikmati hidangan makanan bersama.
"Sama-sama. Kita kangen suasana kebersamaan seperti ini. Semoga rumah tangga kalian langgeng selamanya. Hidup di dunia ini penuh dengan liku-liku, jadi kita harus tahan banting dan sebisa mungkin mempertahankan rumah tangga kita."
Fauzan memberi petuah kepada anaknya agar mempertahankan keluarganya. Karena mempertahanlan rumah tangga agar bisa langgeng itu sulit.
Saat mereka asik berbincang terdengar suara ketukan pintu yang keras. Lalu Fatimah segera membuka pintu. Joni salah satu satpamnya berkata,
"Nyonya, ada tamu seoarang ibu-ibu yang ingin bertemu dengan Elizia."
Satpam itu menyampaikan kepada Fatimah bahwa ada tamu seorang ibu-ibu.
"Pak Joni. Suruh ibu-ibu itu untuk menemui di ruang tamu. Kami menunggunya," jawab Fatimah tegas.
Lalu pak Joni mengangguk segera menemui tamunya. Lalu tamu itu masuk ke dalam ruang tamu. Keluarga Hamzah termasuk Elizia sudah berada di ruang tamu dan menantikan tamunya duduk bersama mereka. Elizia yang melihat siapa tamunya itu merasa terkejut karena tidak biasanya tamu itu datang ke rumahnya. Tamu itu adalah bu Widya seorang mantan mertua yang julid sekaligus matre.
"Ada apa gerangan Ibu datang untuk menemui Elizia? Apakah ada hal penting yang mau disampaikan?" tanya Fatimah kepada bu Widya.
Fatimah penasaran dengan kedatangan Widya. Dia sangat menantikan jawaban dari bu Widya tersebut.
__ADS_1
"Maaf, saya ke sini mau meminjam uang untuk membeli beras karena anak saya Zafian pergi bersama wanita ******. Sedangkan Rihana mengalami gangguan kejiwaan. Serta suami saya sudah bercerai dengan saya. Elizia, maafkan saya dahulu telah menghina dan selalu menyudutkan kamu. Ibu sekarang khilaf dan kamu memang orang yang baik."
Bu Widya meringkuk dan memohon di depan Elizia untuk meminjam uang sambil menangis. Kini bu Widya memakai daster compang-camping dan tidak layak pakai seperti orang gelandangan.