Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Pergi Ke Mini Market


__ADS_3

"Elizia, selamat hari ini adalah hari pertama kamu gajian. Saya sangat suka dengan cara kinerja kamu yang baik dan cepat. Semoga ini menjadi awal kesuksesan kamu." Sang CEO menyodorkan slip gaji ke dalam amplop coklat yang berisi uang kepada Elizia yang tengah duduk berhadapan di ruangan kantor milik Hamzah Anggara.


Tepat satu bulan Elizia bekerja di perusahaan 'JAYA GROUP' yang penuh dengan tantangan saat bekerja. Bagaimana tidak, dalam bekerja Elizia tidak sepenuhnya para karyawan menyukainya. Ada salah satu karyawan yang selalu berusaha menjailinya dan berusaha mengeluarkan dari perusahaan tersebut. Namun, dengan kesabaran dan ketegarannya Elizia sanggup melewati masa-masa sulit tersebut.


"Terima-kasih, Mas Hamzah. Yasudah saya tidak bisa lama-lama di sini. Saya harus pergi sekarang." Elizia ingin segera pergi dari ruangan itu karena dia tidak mau lama-lama di ruang CEO takutnya digunjing para karyawan yang tidak suka kepadanya.


Elizia berjalan menuju parkiran motornya. Lalu dia segera menaiki motor 'Beat'nya. Namun, tiba-tiba kerudung yang dia pakai ditarik oleh seorang wanita.


"Hei, lepaskan kerudung saya! Mau kamu apa sih, ganggu aku terus!"


Elizia menoleh ke arah seorang yang berani menarik kerudungnya tidak lain dia adalah Zora.


"Kamu gajian ya? Serahkan uang sebagian gaji kamu ke aku, maka aku tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi!"


Zora mendongakkan kepala dan menarik kencang kerudung Elizia dan ingin meminta sebagian uang gaji jerih payah Elizia.


Lalu terdengar derap langkah orang menuju tempat Elizia dan Zora berada.


Plak, plak!


"Dasar wanita bejat! Beraninya mengancam anak baru! Sekarang kamu ke kantor saya sekarang juga!" Sang CEO datang menyelamatkan Elizia. Hamzah Anggara tidak tanggung-tanggung jika ada yang berbuat dholim kepada sesama karyawan. Apalagi itu adalah Elizia. Gadis yang secara diam-diam dia kagumi.


Zora dengan muka cemberut menuruti apa kata bosnya sambil memegangi pipinya yang merah karena ditampar oleh Sang CEO karena tersulut emosi. Bagaimana tidak, dia dengan lancangnya menarik kerudung Elizia secara kencang dan Elizia tidak berbuat salah sedikit pun.


Sedangkan Elizia segera menstarter motornya menuju mini market untuk membeli ikan untuk memasak menu spesial untuk nenek Rumi.


Sepuluh menit berkendara, akhirnya Elizia sampai di mini market. Dia akan membeli ikan kakap untuk dimasak asam-asam ikan kakap pedas manis.


"Kak, beli ikan kakapnya satu kilo sama dibersihin sekalian ya?"


Elizia membeli satu kilo ikan kakap. Sambil berdiri menunggu ikannya selesai dibungkus, Elizia mau menelepon nenek Rumi. Lalu dia memencet nomor nenek Rumi. Tidak lama, sambungan telepon tersebut mulai terhubung.

__ADS_1


"Halo, Nek. Ini Elizia. Nenek doyan ikan kakap atau tidak? Ini Elizia membelikan ikan kakap untuk Nenek." Elizia mulai menelepon nenek Rumi di seberang sana.


"Halo, Nak. Apa yang kamu beli Nenek suka kok. Apa kamu ada uang untuk membeli ikan kakap tersebut? Kamu tidak pulang dulu nanti tak kasih uang untuk membeli ikan tersebut." Nenek Rumi malah menawarkan uang untuk Elizia. Dia belum mengetahui jika hari ini Elizia gajian.


"Nek. Alhamdulillah hari ini Elizia gajian. Jadi, Nenek tidak usah khawatir jika Elizia tidak punya uang," jawab Elizia dengan senang hati.


"Yasudah. Syukurlah kalau kamu sudah gajian. Nenek ikut. Senang. Yasudah Nenek matikan teleponnya ya soalnya ada tamu."


Nenek Rumi langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak karena katanya sedang kedatangan tamu.


Karyawan mini market tersebut sudah selesai membungkus ikan kakap yang dipesan Elizia. Lalu Elizia segera menbuka isi amplop slip gajinya. Dia kaget gajian satu bulan sebesar lima juta. Menurut Elizia gaji lima juta sebulan lumayan banyak. Dia berbinar dan merasa senang sekali. Hasil dia melamar pekerjaan tidaklah sia-sia.


"Berapa ya Kak harga totalnya?" tanya Elizia kepada karyawan laki-laki yang berumur sekitar 25 tahun.


"Enam puluh ribu rupiah, Kak," jawab karyawan tersebut sambil tersenyum hangat.


Lalu Elizia memberikan satu lembaran merah kepada karyawan mini market tersebut. Lalu karyawan tersebut berterima kasih sambil menyodorkan uang kembalian beserta nota pembelian.


Lalu Elizia mulai berbalik arah untuk segera pulang. Namun, langkahnya terhenti ketika Elizia melihan Zafian dan Rihana juga berjalan ke arahnya.


"Eh. Pengantin baru. Ini saya beli ikan kakap. Kalian juga mau beli ikan juga?" tanya Elizia kepada pengantin baru tidak lain adalah Rihana dan Zafian dengan senyum manis.


"Iya dong. Elizia, jangan sok akrab dengan kita deh. Tidak level tahu. Gayanya beli ikan kakap. Pasti kamu ngutang ya?" Rihana mulai melontarkan hinaan kepada Elizia yang masih berdiri di depannya.


"Terserah saya dong, lagian yang ke sini duluan 'kan saya. Kalian hanya ikut-ikutan 'kan? Mau bikin ulah dan menghina saya. Memangnya kalau situ kaya mau beli ikan berapa kilo sih?" Elizia diam-diam mau ngerjain pengantin baru tersebut. Salah sendiri memulai menabuh genderang perang.


"Bang, saya beli ikan kakapnya dua puluh kilo saya tunggu ya?" Lalu Rihana mendekati penjual ikan kakap dan mulai membelinya.


"Dek, belinya banyak banget. Emang kamu bisa masak ikan sebanyak itu?" tanya Zafian ragu jika ikan sebanyak itu akan semuanya dimasak.


"Ya bisa dong sayang. Nanti aku bisa lihat internet untuk belajar memasak," ucap Rihana dengan rasa percaya diri.

__ADS_1


"Ini Kak, pesanan ikannya. Totalnya satu juta dua ratus ribu rupiah." Pemuda tersebut memberikan beberapa kantong plastik berisi ikan yang sudah dipesan oleh Rihana.


"Mas, mana uangnya. Semuanya satu juta dua ratus ribu rupiah." Rihana meminta uang kepada Zafian. Rihana sekali pun tidak mau membayar jika dia berbelanja dengan Zafian.


'Haduh, kacau. Rihana berulah lagi. Bisa habis uangku kalau seperti ini,' gumam Zafian di dalam hatinya.


Dia dengan terpaksa mengambil uang dari dompetnya dan membayarkan kepada petugas mini market tersebut.


Elizia melihat kejadian itu hanya bisa nyengir kuda dan menahan tawa. Dia senang sekali Rihana merengek minta uang kepada Zafian. Dulu saat menikah dengan Elizia, Zafian tidak pernah mengajak jalan-jalan ke mini market.


Sekarang Zafian baru merasakan dikuras habis kantongnya dengan istri barunya. Salah sendiri dia membuang berlian hanya demi batu kerikil.


"Mas, bawain dong belanjaannya. Rihana tidak mau bawa barang berat-berat, nanti tangan Rihana bau amis dan kasar." Kantong plastik berisi ikan tersebut diberikan kepada Zafian. Rihana tidak mau membawa apa pun karena takut tangannya akan bau amis dan lecet.


Elizia semakin menahan tawa karena istri baru mantan suaminya begitu resek. Lalu Elizia akan segera pulang ke rumah nenek Rumi. Sebelum pulang Zafian tiba-tiba memanggilnya.


"Elizia, tunggu!" Zafian mamanggil Elizia dengan nada nyaring dan tatapan elangnya yang tajam.


"Ada apa Mas mantan?" Elizia menoleh ke sumber suara dan menjawab pertanyaan dari Zafian.


"Elizia. Ini ada uang untuk kamu. Maaf. Mas dulu jarang memberi kamu nafkah. Mas sangat menyesal saat ini." Zafian menyodorkan lembaran merah berjumlah sepuluh lembar kepada Elizia namun, dengan sigap Rihana merampas uang tersebut dari tangan Zafian.


"Mas. Kamu sudah tersihir sama Elizia ya? Aku ini sekarang istri sah kamu. Kok yang dikasih uang mantan istri kamu yang miskin itu!" Rihana tidak terima jika Elizia diberi uang oleh Zafian.


"Sudah, cukup. Saya tidak mau diberi uang sama orang seperti kalian! Dah, saya mau pergi!" Lalu Elizia berusaha lari dari orang-orang yang membuat hatinya terluka.


Elizia segera ke parkiran motor untuk segera pulang. Tidak lama dia sudah sampai di parkiran dan segera menstarter motornya dan segera tancap gas melaju dengan cepat.


Dua puluh menit kemudian, Elizia sudah berada di depan halaman rumah nenek Rumi. Elizia melihat mobil Alphard Hitam terparkir tidak jauh dari Elizia menghentikan motornya. Dia penasaran siapa yang datang bertamu ke rumah nenek Rumi.


Beberapa menit kemudian, Elizia sudah meletakkan motor 'Beat'nya di garasi rumah. Lalu Elizia segera masuk ke dalam rumah nenek Rumi.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Nek. Elizia pulang." Elizia membuka pintu masuk rumah nenek Ru


mi yang tidak di kunci. Lantas, Elizia terkejut melihat tamu yang datang.


__ADS_2