Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Acara Yang Kacau


__ADS_3

"Benar, saya Elizia. Sudikah kiranya Bu Widya menerima sumbangan yang tidak seberapa ini dari saya?" Elizia memberikan amplop coklat yang berisi uang kepada 'Widya' mantan ibu mertuanya yang julid dan sombong.


Di malam itu, tepat pukul 19.00 WIB di rumah keluarga bu Widya sedang diadakan acara kondangan untuk anaknya yang kedua yang bernama Zafian. Dia akan menikah dengan Rihana yang notabene anak dari pengusaha yang memiliki pabrik terkenal di kotanya.


Irama musik qosidah yang dinyanyikan oleh musisi jaman dahulu yang terdengar dari 'speaker' mengiringi acara tersebut dengan irama yang menggema. Sekelabat bayangan Elizia teringat kejadian di masa lampau yang waktu itu dia dan Zafian juga mengadakan acara resepsi pernikahan dengan irama musik sama dengan saat ini. Namun, saat ini kenangan itu hanya menjadi bayang-bayang semu belaka.


"Siapa, Ma. Elizia? Oh. Kamu sekarang cantik sekali? Kemarin kamu juga mengendarai motor baru. Aku curiga, kamu punya simpanan laki-laki di luar sana. Uang itu jangan diterima, Ma. Takutnya uang tersebut adalah uang yang diberikan pria hidung belang kepada dia." Sinta menuding dan memfitnah Elizia seenak jidatnya. Ceplas-ceplos tanpa dipikirkan itu benar atau salah.


Seketika, para tamu undangan yang mendengar percakapan tersebut menoleh ke arah sumber suara dan termasuk ibu-ibu Gengster. Tiba-tiba pak Sujono berkata,


"Sinta, jaga ucapan kamu! Kalau berbicara itu harus dipikir dulu dan jangan memfitnah Elizia sembarangan karena dia itu wanita baik-baik."


Pak Sujono tersulut emosi karena anaknya sendiri mengucapkan kata-kata yang tidak patas didengar oleh semua yang hadir di acara tersebut seraya dia merasa sangat malu.


"Ayah, ada apa kok ribut-ribut?" tanya Zafian penasaran dan mengernyitkan dahi.


Zafian yang saat itu sedang menyalami tamu undangan seketika terdengar kericuhan yang membuatnya dan Rihana mendekati sumber suara kericuhan tersebut.


"Kakak kamu itu lho, membuat keributan di acara kondangan ini!" Pak Sujono menggeram dan akhirnya dia berbicara ceplas ceplos tidak peduli didengar oleh para tamu undangan.


Seketika Zafian masih bingung, sekilas matanya melihat wanita anggun dan cantik yang berdiri tidak jauh darinya dan berkata,


"Kamu siapa, Nona? Kamu cantik sekali? Maaf saya belum kenal Anda!" tanya Zafian dengan tiba-tiba kepada wanita cantik dihadapannya yang tidak lain adalah Elizia mantan istrinya yang sudah dia campakkan.

__ADS_1


Rihana yang melihat kejadian itu merasa geran seraya berkata,


"Mas, kamu kok tega bilang cantik kepada wanita itu!" Rihana menuding Elizia dengan wajah menyeringai dan tidak suka karena terbakar api cemburu.


"Maaf, Dek. Soalnya dia juga cantik seperti kamu," jawab Zafian yang merasa bodoh dan serba salah.


"Zafian adikku tercinta, kamu tidak tahu wanita cantik dihadapan kamu itu? Dia adalah Elizia mantan istri kamu!"


Sinta dengan ceplas ceplos memberi tahukan kepada Zafian bahwa wanita yang dia puji adalah mantan istrinya sendiri. Seketika, dengan wajah gugup, Zafian mulai tercengang dan tidak percaya.


Saat itu ibu-ibu anggota Gangster akan bertindak dan siap siaga jika Elizia diinjak harga dirinya di depan orang banyak. Kini mereka geram dan mendekati area kericuhan tersebut.


Salah satu ibu anggota Gengster yang bernama Tuti berkata,


"Iya. Dia adalah mantan adik ipar saya yang miskin dan lusuh dan sekarang entah kenapa dia berubah cepat menjadi cantik dan punya motor baru. Kalian tidak curiga jika Elizia mempunyai simpanan laki-laki?"


Di depan ibu-ibu anggota Gengster, Sinta memfitnah Elizia dengan keji. Mendengar ulasan dari Sinta, ibu-ibu tersebut murka.


"Hei, jaga mulut kamu yang seperti tomat busuk! Elizia bukanlah simpanan laki-laki hidung belang! Dia wanita baik dan cerdas jika kau ingin mengetahuinya! Dan kamu Zafian! Kamu pria pengecut yang tega mencampakkan istri baik seperti Elizia. Kalau istrimu pengen cantik ya dimodalin! Jangan terlalu pelit terhadap istri sendiri!" ucap bu Tuti dengan tegas dan lantang.


Tatapan mata bu Tuti bagai singa yang siap menerkam nyiyiran dari keluarga Widya dan berusaha melindungi nama baik Elizia.


"Sudah-sudah! Bapak-Bapak, Ibu-Ibu tamu undangan sekalian, saya sebagai kepala keluarga mohon maaf atas kelakuan buruk keluarga saya. Saya harap acara ini masih berlangsung dengan baik."

__ADS_1


Pak Sujono yang bijak, berusaha mencairkan suasana dan berharap acaranya tidak gagal.


Seketika, banyak para tamu undangan yang mulai berhamburan untuk segera pulang karena acaranya berantakan dan malah ada keributan yang membuat tamu undangan kecewa. Mereka tidak jadi menyumbang dan mereka menjadi tahu sifat asli dari keluarga Widya yang buruk.


"Ibu-Ibu, tolong jangan bubar dulu karena acaranya masih berlanjut!"


Widya merasa kesal dan sedih, yang awalnya dia berpikir acaranya akan lancar dan mendapatkan sumbangan banyak dari tamu undangan, kini acara kondangan tersebut malah kacau dan berantakan.


"Bu, Widya, kami beri saran ya? Punya anak itu dididik dengan benar bagaimana cara menghargai orang lain dan bersikap secara sopan santun! Jangan terlalu dimanja dan akhirnya anak Anda yang membuat kericuhan atas acara keluarga kalian sendiri!"


Bu Ratih angkat bicara dan berusaha menasihati Widya, tetangga yang selama ini dia anggap baik ternyata mempunyai sifat julid dan sombong serta tega membuang menantu yang bagai berlian. Dia kini seperti memakan buah simalakama.


Bu Widya diam beberapa saat, dan matanya mulai berkaca-kaca karena dia tidak menyangka jika tamu undangan akan menghujatnya. Saat itu, dia merasakan begitu sakit hatinya jika dia dihina oleh orang lain.


"Elizia, ayo kita segera pulang! Keluarga ini tidak mau menerima amplop berisi uang dari kamu. Itu malah bagus, uangnya bisa dipakai untuk jajan cilok." Bu Tuti mengajak Elizia dan anggota groupnya untuk pulang dan menyindir Widya karena menolak uang yang diberikan Elizia.


Lalu Elizia menuruti arahan dari anggota ibu Gengster tersebut.


"Hei, kamu Elizia! Jangan coba-coba kamu mendekati calon suami aku! Dia itu milikku." Tiba-tiba Rihana marah-marah yang tidak jelas kepada Elizia karena dia masih tidak terima jika Zafian memuji kecantikan alami dari Elizia.


"Heh, kamu wanita ******! Kalau jadi pelakor itu yang cerdas sedikit kenapa? Lawan kamu itu bak bidadari kayangan, sedangkan kamu hanya wanita remahan."


Salah satu ibu-ibu anggota Gengster yang bernama Susi memanas-manasi hati Rihana karena tidak kapok dan selalu mengancam Elizia.

__ADS_1


"Heh, Ibu-Ibu julid, tidak usah ikut campur urusan saya dengan Elizia," ucap Rihana tegas dan dongkol karena ada orang yang berani menghina dia. Biasanya dia disanjung-sanjung oleh banyak orang karena dia adalah anak dari keturunan kaya raya.


__ADS_2