Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Rayuan Maut Rihana


__ADS_3

Sore itu, tepatnya pukul 16.30 WIB, Zafian masih melajukan mobilnya dengan cepat. Dia menuju rumah minimalis yang di kelilingi oleh kebun pisang. Jarak rumah satu dengan rumah yang lainnya saling berjauhan.


Rumah tersebut adalah rumah kosong peninggalan neneknya Zafian yang sudah meninggal. Walaupun kosong, namun rumah itu masih layak pakai.


"Ayo turun sayang, kamu sampai di rumah yang aman untuk kamu tinggali."


Zafian membukakan pintu mobil untuk Elizia yang masih berada dalam mobil 'JEEP' berwarna hitam milik Zafian.


"Tidak mau! Antarkan saya pulang ke rumah nenek Rumi sekarang juga! Saya tidak mau bertempat tinggal di rumah yang sangat sepi seperti ini!"


Elizia menolak untuk turun dari mobil. Dia masih duduk di jok depan mobil milik Zafian. Dia mengharapkan seorang penyelamat datang menyelamatkan dirinya dari pria seperti Zafian.


"Tenanglah Elizia. Mas akan menemani kamu sampai kita bisa menikah kembali. Tidak akan ku biarakan kamu lari dariku!"


Zafian berdiri di depan pintu luar mobil sambil menatap Elizia dengan tatapan elang tajamnya. Dia tidak mau Elizia dimiliki pria selain dia. Tangannya menggenggam kuat karena geram.


Tiba-tiba dari arah belakang Zafian, Hamzah sudah berdiri di belakang Zafian. Hamzah langsung mendorong Zafian hingga jatuh agak jauh dari pintu mobil milik Zafian.


"Elizia cepat keluar dan berlari menuju mobil saya sebelum kamu ditangkap pria bejat ini!"


Dengan Lantang Hamzah memerintah Elizia menuju ke mobilnya sebelum tertangkap kembali oleh Zafian.


Elizia lalu menuruti apa kata Hamzah. Dia lari tergopoh-gopoh menuju mobil milik Hamzah. Beberapa menit kemudian, dia berhasil masuk ke dalam mobil Hamzah.


Zafian berdiri kembali dan segera menyerang Hamzah dan siap meluncurkan bogem ke wajah Hamzah namun, Hamzah berhasil menangkis tangan Zafian dengan tangkas. Tanpa diduga, mereka saling berkelahi.


Zafian menyerang Hamzah secara bertubi-tubi dengan menendang Zafian namun, Hamzah dengan lihai bisa menangkisnya karena dulu Hamzah juara karate di kampusnya.


"Hebat juga kamu Hamzah, dulu kita teman sekarang kamu menjadi lawan karena kamu berusaha merebut Elizia dariku!"


Zafian memuji kehebatan Hamzah dalam menangkis lawan hingga membuat Zafian semakin kalah dan badannya lemas. Sedangkan Hamzah hanya luka sedikit di bagian jidatnya karena mendapat pukulan ringan dari Zafian.


"Diam kamu pria bejat! Kamu tidak akan pernah mendapatkan Elizia kembali. Pria seperti kamu tidak layak dengan wanita sebaik Elizia. Jangan ganggu dia lagi. Karena jika kamu bersikeras mendapatkan dirinya, akan selalu berhadapan denganku."


Hamzah memerintah kepada Zafian untuk menjauhi Elizia. Hamzah masih dalam sikap siap siaga untuk waspada jika diserang kembali oleh Zafian.

__ADS_1


Zafian kembali mulai menyerang dan tidak kapok. Lalu Hamzah mengeluarkan jurus andalannya agar lawannya jatuh telak. Dan benar saja Zafian jatuh tersungkur ke tanah. Zafian terluka bukan karena keinginan dia sendiri karena Zafian sudah kalah tetapi terus melawan.


"Sudah saya bilang menyerah saja kamu Zafian. Kamu tidak akan pernah mendapatkan Elizia. Dah, aku akan segera membawa Elizia pulang. Jangan coba-coba mengejar saya jika kamu tidak mau terjadi sesuatu yang buruk."


Telunjuk Hamzah menuding tepat di hadapan Zafian yang masih tersungkur di tanah. Tidak lama, Hamzah segera berjalan menuju mobilnya dan ingin segera membawa pergi Elizia dari tempat ini sebelum Zafian merencanakan hal-hal buruk yang akan mempersulit Hamzah untuk membawa pulang Elizia.


Tidak lama Hamzah segera menaiki mobil dan menoleh ke arah samping sejenak untuk memberikan seulas senyum kepada Elizia. Elizia masih terlihat di sampingnya dan gadis pujaan hatinya ternyata masih ada di mobil miliknya segingga dia merasa lega.


Tidak lama, Hamzah segera menyalakan mesin mobilnya dan segera tancap gas.


"Maafkan aku, Elizia. Aku terlambat untuk menjaga kamu hingga sekarang kamu harus pergi ke tampat asing ini!"


Hamzah merasa bersalah karena dia tadi kurang gerak cepat hingga Eliza harus jauh-jauh ke tempat ini. Sekarang Hamzah tidak ingin lengah yang kedua kalinya. Hamzah berencana akan mengirim pesan WA kepada orang andalannya untuk menjaga rumah nenek Rumi agar jika Zafian datang ke rumah tersebut, orang andalannya akan bertindak.


"Mas Hamzah tidak salah. Saya malah yang seharusnya berterima kasih karena di saat saya terkena bahaya maupun sedang dilanda kesusahan Mas selalau datang dan menyelamatkan diriku. Saya sudah merepotkan Mas hingga terluka seperti ini. Maafkan Elizia."


Elizia menitikkan air mata karena iba melihat luka di jidat milik Hamzah. Dia rela terluka demi dirinya. Sebegitu besarkah cinta Hamzah terhadap Elizia?


Hamzah tipe orang yang senang melindungi orang yang dia sayangi. Apa pun akan dia korbankan walau dia harus bertaruh nyawa sekalipun. Sejatinya, kebanyakan pria sejati memanglah seperti itu.


"Yasudah, setelah sampai di rumah nenek Rumi kalau bisa kamu jangan keluar dulu. Nanti aku akan menyuruh orang untuk menjaga rumah nenek jika sewaktu-waktu Zafian berusaha menculik kamu. Mas akan segera mengurus pernikahan kita dan kamu bisa bersamaku selamanya tanpa ada rasa takut dan riweh jika dilihat tetangga karena sudah terikat pernikahan."


Hamzah ingin segera menikah dengan Elizia agar bisa melindungi dan selalu bersama. Lalu Hamzah terdiam sesaat dan dia mulai fokus berkendara karena sebentar lagi Hamzah akan sampai di rumah nenek Rumi.


Sepuluh menit kemudian, Mobil Hamzah sudah sampai di rumah nenek Rumi. Hamzah bernafas lega karena Zafian tidak mengejarnya saat perjalanan menuju Rumah nenek Rumi.


Terlihat di teras rumah nenek Rumi terdapat seorang wanita sedang berbicara dengan nenek Rumi. Hamzah dan Elizia segera mendekat ke arah tersebut.


"Tuh, dia Elizia. Dia itu baru saja pulang dari bekerja jadi kamu jangan asal nuduh. Suami kamu itu tidak sedang bersama Elizia."


Nenek Rumi berbincang dengan Rihana yang sedang mencari keberadaan Zafian.


"Selamat sore, Nek. Loh kamu ada di sini? Ada masalah apa sehingga kamu datang ke sini? Jika ingin membuat gaduh di rumah ini silakan angkat kaki dari rumah ini!"


Hamzah dan Elizia menyalamai nenek Rumi dengan takzim. Hamzah memarahi Rihana yang suka menuduh orang sembarangan.

__ADS_1


"Kirain suami saya sedang bersama dia. Saya ke sini hanya memastikan bahwa wanita lusuh itu tidak bersama suamiku."


Rihana menuding Elizia dan berucap kasar tanpa mempunyai adab sopan santun sedikit pun berbicara di depan orang tua yakni nenek Rumi.


Terlihat dari agak jauh datang seorang Zafian yang sedang berjalan mendekati rumah nenek Rumi.


"Rihana, kamu sedang apa di rumah nenek ini lagi? Ayo cepat pulang!"


Zafian tidak mau Hamzah bercerita tentang hal yang baru saja terjadi kepada Rihana karena jika hal tersebut bocor, pasti Rihana dan Widya akan murka dan terjadi masalah besar.


"Oh. Mas Zafian sudah pulang? Mas dari mana saja Rihana mengkhawatirkan Mas lho. Eh, itu muka kenapa babak belur? Mas habis berkelahi ya."


Rihana mulai meninggalkan rumah nenek Rumi dan mulai mendekati Zafian dan bergelanyut manja di pundak kekar milik Zafian yang membuat Rihana tergika-gila dengan Zafian.


"Sudah kamu jangan cerewet, ayo kita segera pulang!"


Zafian dan Rihana berjalann secara beriringan untuk segera pulang. Zafian segera masuk ke dalam kamarnya supaya mamanya tidak melihat luka babak belurnya. Rihana juga akan masuk ke dalam kamar milik Zafian. Namun tangannya tiba-tiba dicekal oleh bu Widya.


"Rihana kamu dari mana saja? Ibu menyuruh membalik tempe goreng malah dibiarkan saja jadinya tempenya gosong! Ibu itu sibuk, kamu pengertian sedikit dong! Cepetan kamu cuci piring yang menggunung itu jangan bilang kamu tidak bisa takut tangan kamu lecet!


Widya menyamprot Rihana dengan perkataan karena dia tidak mau berbagi tugas menyelesaikan pekerjaan. Bu Widya yang menyelesaikan semua pekerjaan rumah tersebut sampai pinggangnya terasa sakit. Rihana malah sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak mau diatur.


"Ibu, saya itu bukan pembantu di rumah ini! Mama saya tiak pernah menyuruh saya melakukan pekerjaan rumah tangga. Cari saja ART jika Ibu kerepotan. Jadi, jangan paksa saya untuk menjadi budak Ibu ya?"


Dengan lantang Rihana membentak ibu mertuanya sendiri. Lalu Rihana nyelonong begitu saja menuju kamar untuk menemui Zafian.


"Sayang, sini aku bantu membersihkan luka kamu. Setelah itu kita itu yuk."


Rihana mulai membersihkan luka memar yang sempat keluar darah. Setelah dirasa bersih, Rihana mulai membuka kancing kemeja milik Zafian.


"Rihana, Mas lagi capek."


Zafian berpura-pura capek padahal sebenarnya naluri sebagai lelaki normal dia menginginkan. Jantungnya berdebar-debar karena jiwa kelelakiannya meronta. Rihana mulai memberikan sentuhan lembut kepada Zafian dengan keahlian mautnya saat di ranjang. Hingga Zafian seperti mabuk kepayang.


"Mas, bagaimana? Masih ingin menolak? Enak tidak?"

__ADS_1


Rihana mulai membuka seluruh pakaiannya dan mulai naik ranjang mendekati Zafian. Rihana mulai memainkan jemari tangannya untuk segera memulai aksinya.


"Rihana, kamu hebat. Ayo, kita segera tuntaskan!"


__ADS_2