Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Kecelakaan Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Pagi itu, Annisa dan Zafian sedang berciuman tanpa malu di depan Hamzah dan Elizia yang tidak sengaja berpapasan saat di pintu gerbang rumah dokter Alexsa. Annisa dan Zafian juga akan pergi ke dokter Alexsa.


"Zafian! Annisa! Kalian sedang apa! Kamu mau periksa hamil 'kah, Annisa!"


Hamzah terkejut melihat Annisa dan Zafian saling berciuman sambil berjalan menuju arah dokter Alexsa. Hamzah yang mengetahui kejadian itu segera menginterogasinya karena merasa kesal melihat perbuatan yang memalukan tersebut. Hamzah tidak bermaksud untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi dia melihat hal yang tidak terpuji maka, hatinya tergelitik untuk menggertaknya. Apalagi mereka melakukan ciuman bukan dengan pasangan halal.


"Siaalan! Kenapa dunia ini sangat sempit? Saya bertemu lagi dengan saingan dan mantan yang telah membuat saya frustasi. Kalian tidak perlu tahu kami ke sini mau apa! Elizia, seandainya kamu mau menikah dengan diriku lagi! Aku tidak akan berbuat gila seperti ini! Kau menghancurkan jiwa dan hatiku menjadi bejat seperti ini!"


Zafian mengumpat dan juga terkejut melihat Hamzah dan Elizia juga berada di tempat dokter Alexsa. Sementara Annisa, terlihat raut wajah gugup dan kesal. Zafian malah menyalahkan Elizia dan seakan-akan Elizia adalah penyebab dari kelakuan bejatnya.


"Zafian! Sepintar-pintarnya menyembunyikan bangkai pasti akan terungkap juga. Jadi, jika kita mengetahui hubungan skandal kalian, jangan salahkan kita! Ingatlah, Tuhan itu melihat apa yang kita kerjakan. Satu lagi, kamu jangan pernah mengkambing hitamkan istri saya! Istri saya tidak bersalah. Dia pergi juga karena kamu tega berselingkuh dengan wanita lain! Seharusnya kamu bertobat dan mencoba memperbaiki hubungan dengan istri kamu, bukan malah selingkuh dengan wanita lain!"


Hamzah tidak ingin istrinya selalu disalahkan karena Elizia hanyalah korban dari perselingkuhan suaminya sendiri. Hamzah semakin geram atas sikap Zafian yang selalu berselingkuh dengan wanita lain.


"Mas Hamzah! Kamu tahu apa tentang hubungan kami! Kami ini berhubungan karena hati kita sama-sama terluka dan patah hati! Awas ya jika di antara kalian mengadu kepada Rihana! Kami akan menghancurkan hidup kalian!"


Annisa angkat bicara. Dia merasa benar dan takut jika hubungan mereka diberi tahukan kepada Rihana.


"Saya hanya memperingatkan kalian! Dan saya juga tidak akan mengurusi rumah tangga kalian! Tapi setidaknya kalian tahu, hubungan yang sedang kalian jalin adalah hubungan yang salah dan hanya akan menambah masalah. Sudahlah bicara dengan kalian seperti berbicara dengan kemidi putar dan tidak akan ada habisnya."


Hamzah hanya sebatas memberi petuah kepada Zafian dan Annisa untuk tidak berbuat skandal hina tersebut. Jika mereka tidak mengindahkan perkataan Hamzah, Hamzah pun tidak masalah. Hanya saja, Hamzah ingin Zafian tidak sering menyakiti wanita karena istrinya 'Elizia' adalah salah satu korban atas tindakan perselingkuhan yang dilakukan oleh Zafian.


"Benar, Mas. Kita pulang saja! Hanya buang-buang waktu berbicara dengan mereka!"


Lalu Elizia menarik tanga Hamzah untuk segera meniggalkan Zafian dan Annisa yang entah akan memeriksakan tentang apa.


Tiba-tiba, saat Elizia dan Hamzah melangkahkan kaki beberapa langkah terdengar suara orang yang sedang muntah.


"Huek, huek, huek!"

__ADS_1


Annisa muntah-muntah di depan rumah Alexsa. Annisa tidak bisa menahan perutnya yang terasa sangat mual. Dia berusaha menahan rasa mual tersebut namun, yang ada adalah seluruh isi perut dia keluarkan. Elizia dan Hamzah reflek menoleh ke belakang untuk melihat ke sumber suara. Saar itu langkah mereka terhenti karena melihat Annisa muntah-muntah.


Beberapa detik kemudian dokter Alexsa keluar dan berkata,


"Kakak sedang muntah karena hamil 'kah? Ayo segera masuk dan akan segera saya periksa!"


Dokter Alexsa mendekati pasiennya yang masih di depan rumahnya karena secara tidak sengaja dia mendengar suara orang muntah. Dalam melayani tamu, dokter Alexsa mamang sangat perhatian dan berusaha menjadi dokter yang melayani pasien dengan pelayanan yang istimewa.


"Benar, Dok. Tadi pagi saya cek pakai tes kehamilan dan hasilnya positif. Tetapi agar jelas saya ingin diperiksa kembali agar semuanya jelas."


Annisa mengangguk dan menjawab dengan jujur bahwa dia sedang hamil karena sebelumnya dia melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif.


Mendengar penuturan dari Annisa, Elizia dan Hamzah saling berpandangan dan tidak percaya.


"Mas, jadi Annisa ke sini juga mau memeriksakan kehamilan? Sungguh ini di luar dugaan. Annisa sungguh tidak mempunyai perasaan terhadap Rihana!"


Sambil berjalan menuju mobil suaminya, Elizia dikejutkan dengan Annisa yang mengaku bahwa dia telah hamil. Dia tidak menyangka mantan suaminya adalah penjahat kelamin.


Mereka lalu menuju mobilnya. Namun, tiba-tiba mereka terkejut karena semua roda mobil milik Hamzah kempes dan harus segera dipompa namun Hamzah tidak membawa alat pompa tersebut.


"Lihat, Mas. ban mobilnya kempes semua! Pasti ini ada orang yang sengaja menjahili kita! Atau jangan-jangan mereka berdua pelakunya! Sungguh kurang kerjaan dan kurang ajar, Mas!"


Elizia merasa kesal karena ban mobil suaminya kempes sehingga menunda perjalanan pulang mereka.


"Iya, nih. Siapa yang tega menjahili semua ini? Atau jangan-jangan ulah Annisa dan Zafian. Mereka memang pembuat onar dan suka membuat masalah baru terhadap rumah tangga kita agar hancur! Mas akan segera menelepon seserang untuk membawa mobil tersebut ke bengkel."


Hamzah segera menelepon seorang andalannya untuk menangani mobilnya yang terjadi masalah. Lima belas menit kemudian, orang andalannya datang dan segera memperbaiki mobil tersebut. Dan ternyata roda ban mobilnya tersapat sobekan di beberapa bagian. Terpaksa seluruh roda harus diganti. Lalu beberapa orang andalannya segera melakukan tugas yakni mengganti roda ban mobil dengan cekatan. Lima belas menit kemudian, roda ban mobil telah selesai dipasang lalu Hamzah dan Elizia bisa pulang.


"Ridho, terima kasih, kamu sudah membantu memasang roda ban yang rusak. Ini ongkos atas pekerjaan yang sudah kamu selesaikan."

__ADS_1


Hamzah memberikan beberapa nominal uang kepada pria jangkung berambut cepak yang bernama Ridho.


"Terima kasih, Bos. Kami akan siap membantu jika ada kesulitan lagi. Dan jangan sungkan untuk menelepon kami!"


Hamzah mengangguk. Lalu Ridho dan kawan-kawan segera menaiki mobilnya. Mereka lalu melesat pergi dengan mobilnya untuk melakukan urusan yang lainnya. Hamzah dan Elizia segera naik ke mobil kembali setelah mobilnya selesai diperbaiki. Lalu Hamzah mulai menyalakan mesin dan segera tancap gas.


"Liz, sebenarnya siapa ya, yang menjahili kita? Tega sekali mereka!"


Hamzah masih penasaran dengan orang yang telah merusak roda ban mobilnya. Dia berpikir bagaimana cara agar mengetahui pelaku yang merusak ban mobilnya.


"Lihat CCTV milik dokter Alexsa saja, Mas. siapa tahu kita menemukan pelakunya. Mas, kita jangan pulang dulu. Aku kepengin beli sesuatu yang segar. Kepengin beli buah."


Elizia memberi saran untuk melihat CCTV milik dokter Alexsa. Mungkin dengan melihat CCTV mereka mengetahui pelakunya.


"Oh. Benar juga saran kamu, Liz. Tapi besok saja ya ke rumah dokter Alexsa nya? Kita menuju ke mini market terlebih dahulu untuk membeli buah dan barang-barang lainnya."


Hamzah menyetujui saran Elizia namun, Hamzah akan ke mini market terlebih dahulu karena istrinya sedang ngidam.


"Iya, Mas. Nanti setelah kita ke mini market, kita mampir dulu ke tempat dokter Alexsa kembali. Agar kita cepat bisa menemukan pelakunya," jawab Elizia dengan wajah kalem.


Elizia yang baru hamil, sebisa mungkin harus bisa tenang hatinya agar tidak stres dan mengganggu kesehatan janinnya.


Lalu Hamzah mulai menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai ke mini market. Namun, tiba-tiba mobil Hamzah seperti ada yang aneh. Saat dia mengerem kemudi tiba-tiba tidak bisa dan mobilnya oleng. Hamzah hilang kendali.


"Mas! Kenapa dengan mobilnya! Elizia takut!"


Elizia berteriak karena mobil yang dia tumpangi oleng dan hilang keseimbangan.


Brugh!

__ADS_1


Tiba-tiba mobil Hamzah menabrak pohon yang amat tinggi di pinggir jalan.


,


__ADS_2