Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan
Merasa Malu


__ADS_3

Di siang hari yang terik, Aslam menangisi ayahnya yang menghilang entah ke mana. Ayah yang biasanya menemani Aslam bermain di sela-sela kesibukannya kini sedang terjadi kemalangan yang bertubi-tubi.


Elizia, yang mengetahui suami nya hilang juga turut berdebar-debar karena hilangnya suaminya dalam keadaan yang masih kritis. Elizia segera menghubungi dokter Rama Andhika agar membantu suaminya yang sedang hilang. Elizia kini keluar dari ruangan ICU dan akan menelepon dokter Rama Andhika. Sebelum menelepon, tiba-tiba Rama Andhika berjalan mendekat ke arah Elizia dan berkata,


"Elizia, saya mendapat kabar bahwa suami Nona hilang ya? Kami dari tim medis sudah melihat CCTV. Dan ternyata Hamzah Anggara dibawa oleh kawanan penjahat. Tim polisi akan segera meringkus aksi kejahatan yang menculik suami Nona."


Rama Andhika menjelaskan sebab hilangnya Hamzah Anggara karena diculik oleh komplotan penjahat.


"Oh. Iya. Semoga suami saya baik-baik saja dan segera ditemukan karena dia masih dalam kondisi sakit," jawab Elizia dengan nada sendu.


"Iya. Elizia. Kamu dan Aslam tetap tenang ya? Sebaiknya kalian saya antar untuk pulang ke rumah karena kasihan Aslam."


Dokter itu menenangkan jiwa Elizia yang dirundung kesusahan. Aslam yang masih berdiri di samping Elizia juga terlihat seperti kelelahan. Sebelum malam tiba, sebaiknya dia dan Aslam pulang terlebih dahulu.


"Saya diantar sopir kami kok, Dok. Jadi Anda tidak perlu repot-repot," jawab Elizia dengan ramah. Dia tidak bisa ikut tumpangan dari dokter Rama karena ada sopir yang tadi menunggu. Tetapi, Elizia menengok ke kanan dan ke kiri tidak dijumpainya sopir tersebut.


"Eliz, sopir Nona tidak ada, dia sedang berusaha mengejar mobil penjahat yang menangkap Hamzah Anggara. Sopir Nona tertangkap CCTV yang baru saja kami dari tim medis melihat dan menyelidikinya. Jadi, agar lebih aman saya yang akan mengantar kalian. Jangan membantah ya? Ini demi keselamatan Nona dan Aslam yang terlihat kelelahan."


Ternyata, sopir yang membersamai Elizia dan Aslam sedang mengejar penjahat yang berusaha menangkap Hamzah sang CEO. Penjahat kelas kakap yang dendam dengan Hamzah dan ingin menguasai harta kekayaaannya. Dengan sakitnya, penjahat itu memanfaatkan untuk bisa merampas kekayaan dengan cara menculik Hamzah.


"Em. Bagaimana ya, Dok. Saya tidak enak dengan istri Anda jika saya diantar pulang oleh Anda."


Elizia yang masih berdiri di depan ruangan ICU merasa tidak enak jika dia pulang diantar oleh dokter tampan bernama Rama Andhika.


"Tenanglah, Nona Elizia. Saya sudah bercerai dengan Adelia. Jadi, Nona tidak perlu panik dan merasa tidak enak," jawab Rama Andhika dengan kalem dan senyum tulus.


"Sudah bercerai? Kalau boleh tahu, kenapa Dokter dalam waktu cepat bercerai dengan Adelia?"

__ADS_1


Elizia terkejut kala mendengar Rama Andhika sudah bercerai dengan Adelia yang pernikahan mereka baru seumuran jagung.


"Iya. Saya sudah cerai dengan Adelia karena dia hamil di luar nikah dengan kekasihnya. Saya dan dia sebenarnya tidak saling cinta hanya sebuah pernikahan di atas kertas untuk membahagiakan kedua orang tua. Namun, kebusukannya terkuak sehingga saya dan keluarga meminta untuk menceraikan dia!"


Dengan mata penuh benci, Rama Andhika menjelaskan duduk perkara kenapa dia bercerai dengan Adelia. Selama ini, Rama Andhika merasa dibohongi oleh Adelia yakni istri yang beberapa tahun, sempat dia nikahi.


"Oh. Semoga keputusan dokter Andhika membuahkan hasil dan dokter memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Yasudah, jika dokter tidak keberatan, baiklah saya mau diantar oleh Anda."


Elizia kini bersedia diantar oleh dokter Rama Andhika setelah tahu jika dokter tersebut sudah bercerai.


"Baik, ayo kita pulang sekarang juga. Aslam lelah ya? Biar Om yang gendong ya?"


Dokter itu iba kepada Aslam yang terlihat mengantuk dan letih setelah seharian berada di rumah sakit. Elizia juga belum sempat menceritakan kejadian ini kepada mertuanya karena kondisinya begitu rumit seperti ini."


"Kita mau ke mana Ma? Aslam pengen lihat Ayah."


"Aslam, kita pulang dulu ya? Nanti jika ayah sembuh, Om akan antar ayah pulang. Aslam pasti lelah 'kan?"


Dokter itu berusaha membujuk Aslam agar mau pulang bersamanya. Dokter itu khawatir jika Aslam akan sakit karena kondisi yang lelah dan ngedrop.


"Oh. Tapi beneran ya Om. Ayah nanti diantar sampai rumah. Aslam tidak mau lama nunggunya karena Aslam kangen Ayah," jawab Aslam yang masih sedih dan menantikan ayahnya datang.


"Iya, benar dong. Maka dari itu, agar ayah Aslam cepat sembuh maka Aslam istirahat di rumah terlebih dahulu biar nanti ayah melihat Aslam dengan keadaan sehat dan bisa bermain lagi. Oke?"


Dokter Rama perlu alasan jitu untuk membujuk bocah cerdas seperti Aslam.


"Oke, Om. Ayo kita segera pulang. Nanti Aslam mau bobok karena Aslam sudah lelah agar tidak sakit seperti ayah."

__ADS_1


Akhirnya Aslam mau pulang juga. Kini Aslam digendong oleh sang dokter. Sementara Elizia berjalan mengekor dokter tampan tersebut. Namun, Elizia teringat sesuatu dan berkata,


"Maaf, Dokter. Saya belum menyelesaikan biaya administrasi pengobatan suami saya. Saya sampai lupa," ujar Elizia yang terlupa jika dia belum ke kasir untuk menyelesaikan biaya adaministrasi pengobatan.


"Oh. Iya. Saya juga lupa menyampaikan itu. Elizia, kamu tenang saja, biaya pengobatan sudah lunas karena saya yang menangani. Saya sudah membayar di kasir beberapa menit yang lalu. Ini buktinya."


Dokter Rama Andhika menyodorkan secarik nota yang telah lunas yakni biaya pengobatan pasien atas nama Hamzah Anggara.


"Dokter. Saya tidak bisa menerima itu. Nanti saya akan mengembalikan uang biaya pengobatan suami saya. Keluarga Anda sudah sangat baik kepada saya. Saya tidak bisa menerima itu. Izinkan saya menggantinya."


Elizia akan mengganti biaya pengobatan suaminya yang kini lunas dibayar oleh Rama Andhika. Elizia bukanlah orang yang suka dikasihani. Dia ingin membayar sesuatu dengan jerih payah dia sendiri maupun keluarganya.


"Sudahlah, Nona. Ayo kita segera pulang! Kasihan Aslam. Soal itu, kita bicarakan lebih lanjut," tutur dokter itu dengan tegas.


Lalu beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai tempat parkir. Saat itu, Adelia juga akan berjalan untuk menuju tempat parkir. Dan ternyata, Adelia berjalan mendekati Rama dan Elizia yang akan segera masuk ke dalam mobil. Setelah sampai, Adelia berkata,


"Oh. Ternyata kamu sungguh wanita murahan ya, Elizia! Suami sakit dan kini hilang, kamu malah menggaet mantan suami saya! Kamu sungguh wanita tidak tahu malu!"


Tiba-tiba Adelia dengan lantang mengucapkan kata hinaan kepada Elizia yang belum sempat masuk ke dalam mobil. Adelia sangat cemburu melihat mantan suaminya dekat dengan Elizia karena dia tidak terima. Dahulu, saat Rama menikah dengan Adelia, sikapnya sangat cuek dan dingin sehingga membuat Adelia sakit hati.


"Adelia! Jaga mulut lancang kamu! Elizia tidak seperti itu! Berani kamu menghina dia sekali lagi, saya akan tampar kamu!"


Rama tersulut emosi karena tiba-tiba, Adelia menuduh Elizia wanita murahan. Dia tidak menduga mantan istrinya akan membuntutinya padahal, dia dengan seenaknya selingkung di belakang Rama Andhika. Sungguh, Adelia adalah wanita egois dan licik.


"Silakan Mas! Tampar saya sekarang juga! Saya tidak takut!"


Adelia dengan garang meminta Rama untuk menamparnya dan tidak takut sedikit pun. Padahal di kiri dan kanan banyak orang yang melihat adegan kericuhan tersebut hingga membuat Elizia sangat malu saat itu. Seakan-akan Elizia adalah seorang pelakor.

__ADS_1


__ADS_2