
hay namaku marni umurku 22 tahun. aku sudah menikah 4 tahun dan mempunyai anak laki laki yang sangat tampan.
saat ini hidupku bisa di bilang berkecukupan
akan tetapi aku merasakan kurangnya ke bahagiaan ini tanpa kasih sayang seorang suami.
dia selalu pulang pergi tanpa berpamitan
entak kemana dia pergi dan dengan siapa.
setiap aku tanya dia pergi kemna saja dia selalu menjawa pertanyaanku dengan amarahnya entah sebab apa aku dijadikan sasarannya saat amarah itu datang.
"mas dari mana ko baru pulang ini kan sudah lewat tengah malam.” Tegurku.
"Aku tuh kerja aku capek sudahlah kamu tidak usah ikut campur dalam urusanku tugasmu itu hanya menjaga rumah dan merawat anak!” Jawabnya ketus.
akupun hanya bisa menangis
__ADS_1
beberapa hari berlalu saat itu aku tak sengaja melihat hp suamiku yang ada di kantong celananya saat aku hendak mencuci pakaian dan aku tak sengaja melihat pesa yang dikirim seeorang tanpa nama.karena rasa penasaranku tinggi akhirnya aku membuka pesan itu.
"mas damar jangan lupa nanti malam kita ketemu di hotel xxx".
aku pun terkejut hanya bisa menangis melihat kelakuan suamiku yang bermain api di belakangku, ya Allah apa salah dan dosaku mengapa aku diduakan oleh suamiku padahal dulu dia sudah bersumpah janji di depan saksi bahwa ia akan salalu setia padaku tapi apa balasannya dia malah seperti ini padaku.
keesokan harinya suamiku pulang lebih awal dari biasanya.aku menghapirinya sembari berkata.
"tumben mas jam segini sudah pulang"tegurku.
"aku tuh heran sama kamu pulang cepet salah pulang malam salah juga aku tuh cape di kantor banyak kerjaan aku tuh sibuk"ketusnya.
suamiku lansung menapar pipiku tanpa dan langsung pergi tanpa sepatah katapun.
"ya allah,mengapa suamiku sangat kasar kepadaku".
seketika saat itu ingin sekali rasanya aku berpisah dari suamiku.tetapi aku berpikir lagi,aku mempunyai anak yang masih kecil yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah.
__ADS_1
Saat itu aku hanya bisa pasrah pada keadaan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mengadu pun aku tak berani, yang aku bisa lakukan adalah hanya berdoa dan terus berdoa agar kelak suamiku cepat disadarkan.
dulu aku berpikir aku dan mas damar bisa hidup rukun dan bahagia.
dulu mas damar selalu mengutamakan aku daripada yang lain tetapi karna wanita penggoda itu mas damar jadi berubah,dia jadi kasar dan tidak memperhatikanku lagi.
"teganya kau mas serti ini terhadapku,beraninya kamu bermain api di belakangku".ujarku sambil terisak
wanita mana yang kuat melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain selain istriny.
beberpa bulan berlalu dia tak pernah berubah dan selalu bertindak kasar terhadapku.
dan suatu ketika amarahnya sedang kambuh suamiku hampir memukul raka anaknya sendiri,untunnya aku dapat menahan tangannya yang hampir memukul raka.
di saat itu aku mulai berpikir bahwa aku ingin mengakhiri rumah tangga ini dan aku minta cerai.
"mas aku minta cerai jika kelakuanmu masih seperti ini jika rumah tangga kita gak bisa di perbaiki".
__ADS_1
"oke kalo itu mau kamu sekarang juga kamu kemasi barang-barangmu dan aku akan memulangkanmu kepada orang tua mu"
seketika bendungan yang menahan air mataku selama ini hancur seketika,tetapi aku harus kuat dan gak boleh memperlihatkan air mataku di depan Raka.