Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
JANGAN SALAH PAHAM


__ADS_3

Alea ingin sekali menjelaskan tapi, ia paham raut wajah kekecewaan Theo. Jauh dalam lubuk Alea yang terdalam. Ia melihat pria yang sedang fokus menyetir, diam tak ada pembicaraan sepatah kata pun. Membuat dirinya merasa bersalah, apa dia salah paham denganku karena memiliki sebuah perasaan lebih.


Jauh dari kata sikap acuh, perhatian Theo. Sikap Theo ketika berdua dan di depan orang lain. Sangat berbeda, sangat profesional. Sehingga Alea takut, takut menjadi bagian rasa cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Alea masih mengisi nama Haris di hatinya, tapi ia sangat nyaman akan sikap Theo padanya. Hingga ia takut, takut untuk melupakan mas Haris, membuka hatinya. Dan benar jatuh cinta pada pria yang notabane bosnya.


'Saat ini ketika di kantor, aku menjadi karyawanmu mas Theo. Tapi saat di rumah, aku adalah istrimu. Apa jadinya, jika aku istri benar. Aku takut, aku takut kembali jatuh cinta.' batin Alea.


Tak menunggu lama, sekian jam telah sampai di kediaman Theo. Apartemen lux saat ini, mereka meninggalkan jarak yang amat dekat dari kantor. Sehingga Alea tak merasa sunyi, kesepian dengan jalan yang mudah di akses.


"Mas. Apa kamu marah, saat kamu tau aku menemui Haris?"


"Heuumph. Untuk apa aku marah, aku tak berhak Alea. Baiklah itu privasimu!"


Alea terdiam, ia mengekor. Sungguh ia sangat bersalah. Karena ia belum sempat menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


Tapi raut Theo telah salah sangka padanya. Alea pun menarik nafas dalam - dalam. Sehingga ia mencoba sabar, dan menerimanya dengan lapang.


Theo menempelkan akses kunci card nya. Lalu meletakan jas kesembarang dan masuk ke dalam kamarnya. Sementara Alea menutup pintu, mengunci dan pergi ke kamarnya juga. Hingga di mana, Alea mengakhiri dengan berendam di dalam bath up.


Alea yang telah berendam, melupakan sejenak sikap Theo yang marah padanya mendiamkannya. Hingga di mana, ia yang selesai dan berganti dengan piyama bertali satu, di bawah lutut. Ia menepi untuk membuat coklat hangat.

__ADS_1


Alea terkejut akan Theo yang berdiri di tepi balkon. Dengan tirai bertebar angin yang masih bergelayun ke kiri dan kanan. Ia pun menghampiri dengan membawakan segelas teh hangat dengan taburan jahe dan mint di atasnya.


"Mas, belum tidur. Aku buatkan ini!"


Theo melirik, lalu kembali menatap langit.


Sehingga Alea meletakkan teh itu ke dalam meja. Alea meminta maaf, atas sikap dan dirinya yang tak menjaga jarak. Ia tau, jika Theo pasti khawatir jika Irene akan melakukan hal buruk lagi padanya.


"Mas. Maafkan aku jika aku salah ya. Tapi apa yang kamu lihat, tidak seperti yang kamu bayangkan!"


"Jika aku melarangmu. Aku tidak punya kuasa penuh Alea." menatap penuh Alea.


"Iya, karena kita hanya menikah pura - pura." sambar Alea.


"Apa aku terlihat menikahimu dengan pura pura Alea Trihapsari?"


"A- aku tidak tau. Hanya saja aku takut. Maafkan aku Mas."


Alea berusaha melepas eratan itu, tapi Theo menatap dan semakin memeluk Alea dengan erat.


"Berhentilah. Jangan membuang waktumu dengan memikirkan pria bodoh seperti Haris. Kesalahanku menemukanmu yang terlambat Alea!"

__ADS_1


Alea terdiam, kala Theo memeluknya. Eratan itu, sangat dalam. Sehingga Alea takut akan terjadi sesuatu padanya saat ini, ia takut jika membuka hati.


Sakit hati kembali setelah mencintai dengan serius dan pria yang memeluknya saat ini. Akan berlaku sama seperti Haris, kelak padanya hanya luka dan perih membekas.


"Apa kamu berbicara serius mas?"


"Kita sudah dua bulan, meski pernikahan kita sangat baru. Tapi aku mencoba untuk membuatmu sadar. Haris yang kamu cintai, tidak seperfect dan sebaik yang kamu kenal Alea. Terlalu banyak intrik licik, aku rasa kamu tau. Hanya saja kamu menutupinya karena besar rasa cintamu."


"Mas. Aku tidak menutupinya, aku benar tidak tau. Apa maksud semua perkataanmu. Hanya saja aku takut. Setelah aku mencintai, kamu akan melukai hatiku. Setelah aku sayangi, aku takut kamu nodai. Aku ga sanggup Mas, lebih baik aku menutup hatiku rapat rapat."


Tangis Alea pecah, hingga di mana. Alea menangis dalam pelukan kehangatan tubuh bidang tubuh depan Theo. Theo lepas hanyut, kala Alea menangis.


Dalam hembusan angin, Theo membawa Alea dan menuangkan sesuatu dalam cangkir kecilnya.


Tbc.


Sambil tunggu ponsel author yang lagi di opname, Author lanjutkan bab selanjutnya dari warnet nih. Makasih atas dukungannya ya all!


Tiba tiba aja ponsel mati total sehingga menunggu up warnet di mall counter nih. Hehehe makasih atas dukungan menunggu istri yang tersakiti.


Nunggu lanjutan bab berikutnya, di jam sore ini, yuk mampir ke temen litersi Author. Sambil tunggu si Alea.

__ADS_1



__ADS_2