Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
BAIK BAIK SAJA


__ADS_3

Alea membuka mata, benar setelah ia menatap alu lalang bangunan putih. Ia yakin dirinya masih di dunia, bukan di surga.


"Sayang, beristirahatlah! Mas sudah meminta orang yang membuatmu celaka, mendapat balasannya!"


"Mas .. A-Aku .." menutup mulut setelah suaminya mengusap pipi dan bibirnya lembut.


Alea bersyukur dirinya masih bisa melihat suaminya itu. Ia masih diberikan kekuatan untuk hidup bersama suami tulus yang pengertian, jauh dari kata sempurna baginya. Sosok Theo adalah pria idaman yang Alea syukuri karena, Tuhan mengirimnya dari luka yang pahit.


Sementara, Theo amat kesal, beruntung ia gercap dan cepat mencari lokasi dari ponsel Alea yang terjatuh. Sehingga ia mengerahkan banyak orang mencari keberadaan istrinya. Dan benar saja, sosok Alea berada tersangkut di gigir pohon.


Mungkin Alea berhasil melepas ikatan, dan kaitan penutup karung sobek mengenai punggung Alea. Beruntungnya luka tidak ada yang serius pada istrinya setelah di larikan ke rumah sakit. Andai Theo telat seperkian detik lagi, mungkin saat Theo meraih sebelum Alea kehilangan nafas ia akan jatuh ke dasar sungai tepi jurang.


***


Kediaman Haris.


Irene meminta asistennya Marini, untuk merencanakan sesuatu dan melakukan satu hal. Irene tak suka, jika suaminya kini kembali mencari tau hal, di mana ia mencelakai Alea.

__ADS_1


"Cepet gue tunggu! Terus kabarnya kemana, sharelock ikutin tanpa satu kesalahan ya!" ketus Irene memerintahkan lewat panggilan di ponsel pintarnya.


Irene membanting ponsel lipatnya, hingga di mana. Ia bulak - balik berjalan dengan perasaan cemas.


"Honey. Apa yang kamu rencanakan di belakang aku? Aku ga akan biarkan, meski kamu ingin jadi nomor satu. Tapi harus melibatkan Alea, dia bukan wanita itu. Bukan wanita pewaris keluarga madam Martha!" lirih Irene.


Irene menghubungi seseorang, ia memang menginginkan Haris, untuk tak jadi pergi ke suatu tempat. Di mana, irene takut ketika ia kembali ke panti dan mengingat semuanya. Irene takut akan benih rasa peduli yang menjadi cinta pada Alea kelak.


"Ini pasti si nenek tua itu, dia sudah banyak bicara meski tak semua mengerti." benak Irene.


Tapi begitu mengingat. Perasaan bersalah semakin menjadi - jadi dan kesal. Ia tak ingin Haris menemui yang akan berhubungan dengan Alea.


Haris pun meminta seseorang memutar rekaman. Meminta orang tersebut pergi. Lalu kesal dan berbicara sendiri menatap cctv, karena benar adanya penggerbekan orang dari Theo, mengarah ke istrinya atas pemalsuan data panggilan pesan dan merencanakan pembunuhan.


Haris tidak bisa lagi menutupi kejahatan istrinya, apalagi menghapus rekaman cctv. Terkait orang dari Theo cukup kuat dan lebih dulu datang. Padahal mereka sama sama berada di ceremony klien penting.


"Honey, kenapa harus Alea. Siaaaal bagaimana setelah ini." lirih Haris.

__ADS_1


"Sayang semua akan baik baik saja, maaf tapi aku ga bermaksud. Semua karena aku takut kehilanganmu! Jadi maafin aku kali ini."


Dengan tanpa basa basi, Haris memperlihatkan pada Irene. Irene juga menatap beberapa file. Jika kisah asmara Theo Anggara telah terkuak secara privasi.


"Apa. Jadi Alea menikah dengannya, tanpa berita. Apa yang si pria tua ini rencanakan, menikahi Alea dengan diam, sayang?"


"Jangan ceroboh lain kali!" ketus Haris emosi pada Irene.


Haris mengepal, lalu meminta seseorang untuk merubah rekaman itu. Haris memiringkan senyuman dan merencanakan hal yang tak biasa. Ia menginginkan Alea, meski dalam hatinya gemuruh.


Haris melempar asbak, ia begitu kesal. Karena telah membuang Alea, harusnya ia bertahan sabar. Hingga syok, di mana Haris mengetahui. Jika irene kekasih hatinya yang telah menjadi istrinya, ia telah bermain tanpa sepengetahuannya, dan sulit bagi Haris untuk meninggalkan Damian putranya itu. Ternyata Haris lah selama ini yang mandul, bukan Alea.


'Aku sudah buta, dan membuang briliant seperti Alea. Lalu Kenapa Damian bisa mirip sepertiku, jika dia bukan anakku. Irene kamu harus menjelaskan semuanya setelah urusanmu yang mencelakai Alea dengan brutal.' batin Haris menahan emosi.


"Irene, kamu membuat ulah. Bagaimana bisa? Kamu melakukan itu tanpa aku tau. Lalu karena ulahmu, rencanaku gagal untuk si tua sok tampan. Aku gagal membuat nama dan perusahaannya jatuh. Tapi aku mempunyai ide untuk ia perlahan hancur."


"Aku bilang aku minta maaf mas! Aku janji ini terakhir kalinya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2