Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
PERHATIAN MEYADARKAN


__ADS_3

[ Alea tidak ada yang bisa mas lakukan tanpamu, jika kamu merasa mas tidak pantas! Maka bicarakan, apa yang harus mas lakukan agar pantas untukmu ]


Alea yang terbangun, ia menorek secarik kertas dari atas nakas meja. Hembusan nafas, ia sudah tau dimana dirinya. Terlihat jas milik Theo tergantung.


Alea segera menurunkan kakinya, mencari keberadaan Theo tapi tak ada.


Hingga disebuah kulkas ia menatap kertas kuning dan itu terlihat tulisan lagi.


[ Sarapan lah! Mas akan kembali dalam beberapa jam. Pertemuan penting yang tidak bisa mas hindari, jika kamu ingin bertemu Sinta hubungi dan bertemu di ruang ballroom vip yang mas telah sediakan ]


Alea kembali menyeka air mata, sikap pria ini baik sekali. Tapi bukankah sikap pria akan manis diawal saja, dan menghempaskannya setelah bosan.


"Maaf mas Theo, perlu waktu bagiku! Terlalu dalam luka sebagai istri yang tersakiti. Entah sesulit apa aku pahami, sehingga semua perlakuanmu aku sama ratakan."


Dan Beberapa Jam Kemudian.


Alea turun ke ballroom lebih dulu, dimana ruang pertemuan khusus mirip cafe dengan sekat khusus. Entah kenapa hotel ini baru Alea temui, rasanya mustahil jika hanya pelanggan vvip mirip pelayanan dimana hotel ini adalah pemiliknya.


Sinta telah duduk di rooftop menatap arah luar tinggi pepohonan besar, Alea menghampiri cukup lama meyakinkan Sinta yang marah, karena merasa tak tau apa - apa. Sembunyi dalam hal masalah bukan sepele, ia merasa tak di anggap.


"Jangan coba kaya gini lagi Al. Gue bukan orang lain kan?" teriak Sinta masih menangis. Tapi Alea memegang tangan Sinta dari belakang agar tenang.


"Sory! Gue cuma belum sanggup aja bilang kebenaran. Hanya lo yang tahu, gue dah nikah lagi. Tapi kita nikah.."


"Al, ga ada yang namanya pura pura, pak Theo jelas tulus lebih baik dari Haris. Buka mata lo lebar lebar. Gue kecewa, harusnya kemarin kita ga pergi kalau lo udah nikah. Lo itu bukan lajang lagi Al! Coba lo resapi baik baik, gue tau banget Haris dan Theo meski gue beda kasta. Gue pergi dulu karena gue harus berangkat kerja, ga seperti lo." nada Sinta sedikit marah karena Alea.

__ADS_1


"Sin, tapi gue .."


Satu jam Theo meninggalkan mereka berdua, lalu di saat telah tenang. Theo bergabung dan duduk menatap Alea yang memeluk Sinta dengan mode menangis. Sementara Erik berdiri tak jauh masih mode mengawasi.


"Gue permisi, kita ketemu lain waktu Al. Laki lo juga dah dateng." bisiknya dan berlalu.


Sepergi Sinta, Alea pun menoleh. Dengan beberapa saat ia tertegun.


"Alea. Bisa kita bicara?" tanya Theo.


"Ya, Mas."


Sinta melirik Erik, ia bergerutu tak percaya. Akan sikap natural pria yang terkenal bos pelit dan aneh. Sangat perhatian pada Alea.


"Huhuu .. ya elah. Kenapa selalu di ambang nasib kaya gini. Melihat dua sosok manja ria. Gue, nasib gue kenapa jadi nyamuk. Terus orang yang berdiri disana Jadi sarang nyamuk?" tawa Sinta.


"Alea. Jelaskan, apa maksud video pendek ini. Mengapa di sini, kamu meminta maaf pada seseorang?" tanya Theo.


Sinta yang melangkah terhenti, ikut terkejut, menatap lebar tablet yang dijabarkan Pak Theo. Yaitu video yang ada di tangan Alea.


"Ya ampun. Dasar artis terkenal maksa, kenapa dia unggah video ini. Bukannya udah clear ya Al. Ini kan pas tadi kita di grand Star?" sambar Sinta.


"Sin. Udah jangan di terusin!" pinta Alea. Agar Sinta tak mengobrol panjang lebih lagi secara mendetail. Lalu Erik menarik Sinta agar menjauh dari ruangan itu.


"Katakan, apa yang terjadi. Alea .. aku tanya denganmu!"

__ADS_1


Tatapan tajam Theo, meminta Erik pergi dengan Sinta. Alea takut ia akan melakukan hal buruk pada Irene.


"Mas. Jangan balas, biarkan saja. Aku enggak mau kamu lebih ke dalam lagi!"


"Alea. Tapi ini .. ?"


Mas aku mohon, beri aku waktu untuk menjelaskan. Aku salah, semua salah aku yang salah kamar. Aku ga ingat kalau reservasi Sinta adalah kosong tujuh kosong. Aku selalu ingat nomor yang menempel adalah tujuh kosong tujuh. Memori itu menempel karena aku ingat Mama Riris, rumah sakit yang hingga kini aku ..!


"Aku mohon Mas. Jangan membalas, dia perempuan sama kaya aku!"


"Alea. Tapi dia udah jahat sama kamu, mana mungkin aku tinggal diam?"


"Ku mohon Mas. Demi aku!" peluk Alea menarik jas di belakang tubuh Theo.


Alea mencoba menahan amarah, agar ia tetap tinggal tak membalas perlakuan Irene. Karena ia malas memperpanjangnya.


Sementara Sinta hampir pingsan setengah mati. Menatap Alea yang begitu romantis, tapi siapa sangka. Pak Theo super pelit dan kejam, bisa luluh hanya pada seorang wanita bernama Alea.


Katakan semua yang terjadi Alea. Apa ada hal lain yang aku gak tau? Jika Irene berlaku tak baik, aku akan memberikan peringatan!!


Tatapan Theo, sedalam itukah ia berkorban untuknya. Alea merasa bersalah, apa yang selama ini ia lakukan pada Theo tidak lah adil. Benar Sinta bicara, jika pak Theo pria yang berbeda dari Haris, meski ia sangat kejam tapi sikapnya lebih lembut dari Haris yang pernah menjadi suaminya.


Tbc.


Yuks mampir lagi, sambil tunggu Up.

__ADS_1



__ADS_2