Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
BUKU KEJUJURAN


__ADS_3

Alea, yang saat ini merasa status menikah pura pura demi sebuah nilai uang pengobatan mertuanya, mantan mertua yang ia anggap ibu kandungnya. Di hentikan langkah oleh pria bernama Theo Anggara saat ini, ia yang memakai piyama sehabis mandi membuat aroma sabun sejuk semerbak taman bunga.


"Besok saja kita bersama sama ke rumah sakit!"


"Tapi kamu enggak apa apa, mama Riris dia itu .."


"Tahu, kenapa memangnya. Minum teh hangat, sekaligus tidurlah setelah ini. Good night." senyum Theo ia pergi menarik tirai dan bersandar di sofa yang menghadap televisi.


Dua jam Alea gundah, rasanya campur aduk dirinya merasa tak enak. Melihat pandangannya tertuju pada buku biru saat ini, tidak biasanya seorang pria mempunyai buku harian atau catatan harian.


Alea terdiam kala judul di depan sampul itu tertulis Buku Kejujuran.


"Theo aku izin membukanya ya." suara Alea sedikit senyap. Masih melirik arah sofa, karena pria itu tidur disana.


Perlahan Alea membuka dan membacanya, sehingga ia terkejut pada satu foto anak kecil dan dengan dirinya saat itu masih kecil berada di panti.


Bab Awal Kami ( Pandangan Pertama )


Kejujuran Theo Anggara, ia merubah namanya yang dikenal beberapa staff dan kerabatnya saat ini, dengan panggilan Chiyo adalah nama yang ia ambil dari almarhum pamannya, perusahaan yang ia dirikan adalah aset peninggalan yang hampir bangkrut.

__ADS_1


Alea ingatkah saat kita berpisah di bangku taman, aku menyapamu dengan nama panjangku. "Hey namaku adalah.. Tepatnya setelah kita bertemu kamu akan tahu, kelak nama panjangku adalah Anggara, hey gadis kecil bertahanlah dan tunggu aku!"


Belasan Tahun Kemudian.


"Aku tidak asing dengan gelang dan wajah yang tidak berubah seperti dulu, setelah mencari tahu, ya kamu adalah orang yang aku cari Alea. Sedih hatiku kala pertemuan pertama aku melihatmu menangis saat ada dicafe, aku tak sengaja melihat nama dirimu yang sedang di gugat oleh suamimu. Sakit tapi aku berusaha tidak patah arang mencari tahu kamu dengan kehidupanmu. Maaf aku terlambat!'


Menikah Pura Pura.


Aku menolongmu sangat munafik, sejujurnya aku benar benar tulus dan mengerti perasaanmu, tapi aku tahu masalahmu dan berharap kamu memberi ruang kesempatan kita selalu hidup bersama. Satu lagi namaku Theo Anggara, bukan Chiyo Ibrahim yang kamu anggap adalah atasan bos barumu. Maaf!! Tapi aku ingin melindungimu dan tak ingin menunggu lebih lama lagi.


Alea jelas membaca semakin larut semua isi dengan detail dan amat jelas.


"Maaf, andai kita lebih dulu bertemu. Tapi kamu harus tahu, aku takut kamu akan menyesal. Rahasiaku adalah wanita berpenyakitan."


Alea melekat dalam dengan mata yang berkaca kaca, jika ia ingat pernikahan kedua tahun, dan lima tahun.


Tidak mudah bagi pria berjanji hidup bersama meski tanpa kelucuan generasi. Pasalnya suamiku dulu meninggalkan aku karena aku mandul mas Theo! Aku dua kali mengalami hamil anggur, keguguran saat aku jatuh dari tangga petugas bangker saat pertemuan bisnis, di tahun kedua. Aku tak menyadari janinku telah berusia empat bulan.


Fatalnya tahun kelima aku garis dua, awalnya usg menyatakan tanda aku hamil. Tapi bulan berikutnya itu adalah hamil kosong dan sebuah tumor yang membesar, operasi pertama berhasil sehingga kemungkinan hamil 50%. Tapi apa, tumor itu kembali dan kehidupan aku hancur karena rahim harus diangkat, awalnya tanda mual dan aku yakin hamil, tapi aku susah untuk menerka aku putuskan aku tidak akan pernah menyetujui rahimku diangkat, kehamilan yang aku yakin mas Haris tak jadi menceraikan aku musnah, karena penyakit itu datang lagi, bahkan saat hubungan pun aku menahan sakit selama itu.

__ADS_1


"Jadi apa pantas aku untukmu mas Theo?"


Aku sadar! Gila kerja mas Haris saat itu, bukan karena tekanan kerja. Kepuasan wanita yang bisa memberinya keturunan, dan tahu aku yang saat mas Haris meminta, aku pun menahan sakit luar biasa.


"Jadi aku mohon mas Theo, kembalikan pernikahan pura pura kita. Akhiri agar besok kita tinggal dengan masing masing, menjadi rekan kerja dan sang atasan yang tetap dibatasi dinding. Maaf!"


Alea kembali ke tempat tidur, ia menangis dan meletakkan buku harian Theo.Tanpa sadar Theo yang telah mendengar penjelasan Alea tadi, menetes air mata dan merasa semu salahnya yang terlambat menemukan Alea.


'Maaf jika aku menyakitimu Alea. Percayalah tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan jika sudah kehendaknya. Aku ikhlas menikahimu dengan apa adanya, kamu tidak bisa memberikanku keturunan! Tapi tetaplah berjuang bersamaku. Aku janji akan membawamu pengobatan yang amat canggih.'


Tbc.


Curcol Ungkapan Makasih :


Hey Readers Makasih udah dukung lanjutin kisah Alea. Makasih juga ada yang ingetin kisah Alea bukannya hamil ya waktu dicerai. Jadi author udah ubah plot yang dari bab empat hingga ke dua belasan lebih, soal Alea dan Theo ada sebelum mereka menikah pura pura saat ini nih, temanya lebih maju cepet.


Maaf! Kalau enggak di koment, author ga cek bab yang dah lima hari lalu revisi masih warna kuning reveiw aja, belum lolos centang hijau. Efek ga sempet cek lagi karena bab paling bawah! By the way makasih loh.


Semoga setelah udah qna ma editor bakal lulus dan bisa balik lagi bacanya ya.

__ADS_1


Happy Reading All.


__ADS_2