
"Enggak, itu gak mungkin kan Sin. Mas Theo ga mungkin terlibat kecelakaan, gue mau pergi cari mas Theo!"
Teriakan Alea di hentikan oleh pelukan erat Sinta. Alea menangis tersedak sedu hingga ia lelah dengan sulit bernafas. Betapa tidak, keseharian manis manja mereka berlalu dengan cepat. Alea masih merasakan perlakuan manis suaminya beberapa jam lalu.
"Sin, gue mimpi kan. Ini gak nyata kan, semua ini ga benar kan. Kalian sedang bercanda dengan ibu muda yang mungkin sedang hamil. Ga lucu tau gak. Jangan seperti ini, gue harus susul mas Theo. Dia pasti masih di apotik, padahal gue baru aja mau kasih surprise gue hamil. Ga mungkin mas Theo, ga selamat. Bertahun tahun penantian gue hamil, mas Theo ga boleh pergi ninggalin gue. Huhuhu..." isak Alea, melemas tersungkur duduk.
"Al, sabarin. Tenangin diri lo, gue juga ga mau ini terjadi. Tapi semalam listrik total padam, lo masih perlu istirahat. Gue dan Erik serta Venzo udah suruh tim orang yang bertugas. Mereka sedang meliput kasus dan mencari tau semua dalangnya. Gue harap lo sabar ya!"
"Gue sabar. Gimana bisa. Kalau posisi lo di gue gimana Sin? Apa gue bisa sanggup sabar, diam di sini. Coba kalian pikir apa bisa kalian tenang hah ..?" teriak Alea masih mode histeris tak terkontrol.
Sinta masih mencoba menenangkan, memeluk erat Alea yang tak menerima kenyataan akan berita kecelakaan yang di lalui mobil Theo.
Venzo menyaksikan bagaimana istri sahabatnya itu terpukul. Ia tak menyangka jika pagi masih bertatap muka, tapi ketika malam, terjadi mati listrik seibu kota adalah tragedi kecelakaan sahabatnya.
__ADS_1
Venzo berlalu di balik tembok, ia menyembunyikan kesedihan menatap istri sahabatnya itu. Jika ia telah menikah pun kelak, ia pasti akan merasa bersalah karena dirinya meninggalkan pasangan dalam keadaan tragis.
"Erik, apa kejadian itu murni kecelakaan. Atau ada orang dibaliknya. Yang gue dengar, kalian sedang mendalami kasus kan ..?" sentag Alea pada asisten suaminya itu.
"Masih belum bisa di buktikan, takut sebuah fitnah berbalik fatal. Tapi masih dalam proses, dan secepatnya akan terungkap. Tuan besar juga sedang menuju kemari dari jerman."
"Apa. Tuan, papi angkat Theo akan tiba. Pukul berapa .. Lalu aku .. ?" serak melemas Alea tak bisa melanjutkan bicara, karena menangis.
Erik pergi pamit, setelah ia mendapat telepon dari tim gabungan kepolisian dan intel untuk mencari jasad sang bos. Ia berusaha untuk mencari tau dengan terjun ke lokasi. Jika bu Alea tau, ia akan syok jika petugas kepolisian berbicara tak ada jasad pak Theo. Belum lagi abu yang menempel pada kursi, Erik tak yakin jika arang berbentuk orang yang duduk itu adalah bosnya.
Erik merasa terpukul, ia ingin menyetir kembali berhenti lagi. Rasanya tak sanggup jika melihat bu Alea akan menerima beban dari belah pihak dan mungkin akan menyalahkannya. Belum lagi kasus bos nya yang hampir saja terungkap, namun fatal musnah karena luka dan duka kesedihan saat ini.
"Aaaargh! kenapa gue masih jadi asisten pecundang dan selalu terlambat sih." ungkap Erik. Ia merasa bersalah karena tak bisa melindungi Theo sesuai janjinya pada Tuan besar yang penuh budi padanya dan keluarganya.
__ADS_1
BERBEDA HAL DENGAN ALEA, KE ESOKAN HARINYA.
Alea masih memeluk erat liontin dengan inisial pernikahan mereka. Ia menatap barang barang yang di berikan kepolisian padanya.
Di kantor polisi, Alea menemukan beberapa barang dan benar adanya cincin pernikahan yang terukir namanya dan Theo gosong. Sebuah tangan gosong dalam plastik dengan sebuah cincin putih jelas miliknya.
"Aaakh!!!" teriak Alea. Ini gak mungkin kan Sin, gue harap itu bukan mas Theo. Huhuuuu.
Alea menutup wajahnya, dalam pelukan Sinta yang menenangkannya untuk melantunkan asma Tuhan. Sesekali menatap barang bukti, berharap itu bukan tangan mas Theo. Terlihat juga dokter forensik tiba ingin memastikan tes dna.
"Al, sabar tenangin diri lo. Kita sama sama harus ikhlas. Gue juga yakin itu bukan suami lo, kita semua bakal terus lanjutin semua kasus ini!"
Apalagi Alea bingung, akan tuan besar yakni paman dari Theo, yang di anggap sebagai pengganti papa Anggara yang akan tiba juga.
__ADS_1
Alea mengangguk, tak lama seseorang datang membuat Alea terkejut.
Tbc.