
hatiku terus gelisah tak menentu.
aku rindu dengan raka walaupun baru tadi pagi raka pergi tapi aku merasa hidupku kosong tanpa raka..
meskipun begitu aku tak mau melalaikan tugasku.
aku mempunyai keinginan yang masih ku simpan dalam hati aku berencana untuk membeli rumah di sekitaran perumahan ibu dan bapak..
tapi itu masih aku pikirkan dulu karna aku harus mengumpulkan lebih banyak uang untuk itu.
akhirnya akupun berangkat kerja dan berpamitan pada ibu.
"loh katanya tadi gak mau ke warung makan dulu,katanya mau istirahat sajah?" ucap ibu.
"iya tadinya begitu sih bu akan tetapi marni lebih baik mengisi pikiran marni di warung makn sajah,"aku ter senyum dan berpamitan pada ibu.
setibanya aku di tempat kerja,seperti biasa para karyawan bekerja dengan razin dan bersemangat aku masuk kedalam ruangan ku dan memeriksa keuangan..
"alhamdulillah semakin hari semakin ramai yang makan di sini" ucapku..
setelah memeriksa pembukuan aku keluar sekedar menghirup udara segar dan lagi aku memikirkan raka..
semoga mas damar menjaga raka dengan baik dan menyayanginya.
__ADS_1
setelah aku keluar dan menghirup udara segar aku merasa lebih baik dan kembali bekerja..
sorenya aku pulang dan tanpa sadar aku memanggil raka..
"Raka ibu sudah pulang"ucapku
akan tetapi aku lupa jika raka tidak ada di rumah.
aku merasa kesepian jika tidak ada raka.
padahal baru tadi pagi raka di bawa mas damar tetapi aku sedah merindikan raka lagi.
aku tak tau harus berbuat apa,hati rasanya gelisah jika tak melihat raka yang setiap hari berada di sekitarku mungkin kebiasaan yang membuatku merasa kehilangan raka..
akupu mengambil air whudu untuk melaksanakan ibadah..
selesai sholat aku berdoa pada ALLA SWT.
"ya allah semoga raka di sana baik baik sajah dan segera kembali ke kepelukan hamba lagi,aamiin".
selesai sholat aku segera beristirahat dan siapa tau besok pagi raka kembali..
ke esokan harinya,ternyata raka belum kembali mungkin raka betah tinggal sama ayahnya akan tetapi saat atu akan berangkat kerja tiba2 hanphone ku berdering..
__ADS_1
betapa bahagianya saat aku mengangkat telpon aku mendengar suara raka yang menggemaskan.
"*acallamualaikun ibu! aka kangen cama ibu" ucapnya.
"wa'alaikumsallam sayang,ibu juga kangen banget sama raka,raka kapan pulang na?".
"aka mau pulang tapi ayah juga ikut pulang kan bu*?".
aku terdiam mengdengar perkataan raka,harus berapa kali kah aku mengatakan pada raka bahwa aku dan mas damar gak bakalam bisa bersama apalagi sekarang mas damar akan menikah dengan amelia..
dan aku juga belum siap dan belum berencana membuka hati ini untuk siapapun,aku hanya ingin fokus menjaga raka dan melihatnya tumbuh besar.
bahkan aku tidak ada pikiran untuk kembali membangun rumah tangga.
akupun menyudahi pembicaraan dengan raka dan aku bahagia raka masih ingat untuk menghubungi ibunya,Raka memang anak yang pintar dan sangat lucu..
"sebentar lagi ulang tahun raka yang ke 4 tahun,betapa tidak terasanya waktu berlalu"ucapku.
rasanya aku baru kemarin melahirkan raka dan menggendongnya kemana mana.
aku berpikir untuk menyelenggarakan syukuran di rumah dan berdoa bersama anak2 dan ibu pengajian..
aku sangat menantikan hal itu..
__ADS_1
*to be continued*