Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
SELALU BERSAMAMU


__ADS_3

Tlith!


Nada dering ponsel Theo, membuat ia berlalu menghubungi seseorang dalam beberapa puluh menit. Sampai mengakhirinya kata helaan Theo sulit diartikan menatap wajah istrinya.


"Oma sakit, aku harus pergi besok. Tapi, jika kamu dan anak anak ikut. Bagaimana apa sudah boleh naik pesawat?" tanya Theo.


"Mas sebenarnya, Oma sakit apa?"


Alea di bilik kamar, memeluk sang suami. Menanyakan penderitaan Oma yang telah lama di rumah sakit. Meski begitu berat, Theo memberitaukan.


"Mas tak begitu tau detailnya Oma! sayang. Tapi yang jelas oma Yani menyembunyikan penyakitnya telah lama, hingga paman Brian kini amat syok dan tak mau jika dokter berbicara ia telah tiada." jelas Theo.


"Aku sedikit prihatin pada Oma mas, tapi...? Aku berharap mas dan semua tetap sabar. Percaya dan ikhlas, aku melihat wajah dan tubuh Oma ..." terdiam Alea.


"Ya sayang, mas tau. Meski begitu, paman Brian tidak akan mau dan mengerti."


Theo pun menceritakan awal mula Oma, kakak dari sang papa sakit. Ia begitu mengkhawatirkan kondisinya. Meski begitu, Theo saat itu tidak tau apa yang harus di lakukan. Sehingga Alea mendengarkan ketika mas Theo menceritakan kisah Oma. Masih dalam mode menimang goyangkan ranjang kasur bayi Mahes dan Daren.


'Kamu tau sayang, saat itu mas pikir Oma sedang tertidur. Hingga sampai rumah sakit kala melihat tiba datang dan kami membawanya itupun, aku di ceritakan oleh Tante.'


Terlihat dokter memberikan sebuah alat pacu jantung. Namun sia sia selama berapa puluh menit dokter pun terhenti menyelesaikan pemeriksaan terhadap pasein.


Theo menatap dari bilik kaca bening, air matanya semakin deras. Tubuhnya lemah tak berdaya, mata semakin sembab dan lingkar gelap terlihat jelas. Pola makan yang memang sedikit tak teratur dan kurang tidur ia akui.


Theo semakin sedih menatap sendu wajah Papa. Ia menyangga peluk tubuh Papa yang hampir hilang kendali, lemas tak berdaya duduk di kursi luar kamar perawatan. Entah harus bahagia atau sedih, karena semua itu bercampur rasa, terlebih beberapa hari akan menjelang pernikahan tante Mira namun dibaluti dengan duka. Ia amat terluka dan prihatin memahami perasaan luka dan duka yang Papa alami, apalagi selama ini Oma seperti mendiang ibuku sayang. Itulah sebelum papa Theo menghembuskan nafas ia setia merawat Oma yang telah jatuh sakit.


Papa, aku janji tidak akan membuat sedih. Ada aku yang akan membuat Papa tersenyum dan selalu melindungi membuat papa bahagia. Itu adalah benak Theo kala selama ini bisnis selalu di jalankan oleh sang papa berkatnya, menggantikan sang kakak. Yaitu Oma Yani, yang dari muda telah kuat mengurus perusahaan, hingga kini dibantu paman Brian.


Theo mencium kening Oma, tubuhnya tergontai lemas duduk dengan tatapan kosong. Wajah pucat pasi karena ia berlarut dengan menangis.


Dokter memanggil keluarga pasien telah siuman dari masa koma nya. Ia melaju langkah dan mendekat pada sosok oma Yani pengganti ibu kandungnya.


Oma.. pasti sembuh, Theo sudah siapkan operasi terbaik dan Oma akan sembuh. Ucap nya. Papi pun bercerita Jika ia telah bahagia, dan semua keluarga menunggu kesehatannya.

__ADS_1


Wajah oma Yani hanya tersenyum wajahnya yang pucat menampakan cahaya senyum yang berbinar aura kebahagiaan. Oma Yani segera memajukan gerakan tubuh tapi amat sulit. Dengan suara yang tersenggal dan nafas yang sulit ia memaksa bicara.


"Anggara berbahagialah, kelak titip semua untuk Theo!"


"Lindungi Theo, jangan membuatnya menangis dan buatlah ia bahagia. Jangan mengingkari janjimu untuk selalu setia membahagiakannya. Jangan kecewakan Oma dan mulai kini kalian berbahagialah." ucap Oma kala itu agar rukun dalam keluarga yang tersisa.


Theo tersenyum memeluk sang papa dan berjanji akan membahagiakan. Tak lama oma Yani tersenyum dan terkejut mata Theo anak paruh baya yang masih menahan tangisan. Karena baginya, tangisan tidak boleh untuk pria.


Sebuah monitor berubah menjadi garis datar kesamping, Theo memencet tombol darurat. Tak berselang lama papa kembali menangis dengan panik. Theo tak sabar dan sedih ingin rasanya ia melindungi selalu sang papa ketika kakak satu satunya telah pergi. Namun begitulah, dengan masih ada nadi nafas, Oma hingga kini masih dalam krirtisnya.


"Theo sayang, ayo kita tunggu keluar!" titah papa Anggara yang saat itu merasakan sakit di jantung, tapi tak menampilkan. Hingga paman Brian tiba datang ikut menjenguk.


Terlintas dokter kembali dan akan berusaha sebaik mungkin. Tak berselang lama dokter dan beberapa tim medis kembali.


Keluarga besar Anggara menatap wanita paruh baya yang benar amat bersedih, Ia sebagai pria tak pernah menitikan air mata dihadapan wanita dan pria. Tapi ini pertama kalinya ia rapuh ikut hancur begitu saja, melihat ketegaran sang papa tapi hatinya amat rapuh. Jika tau Oma kritis, maka itu mengingatkan luka lama saat Theo kehilangan sang mama. Maka dengan Oma masih kritis, Papa merasa bersyukur jika Oma benar masih bisa di selamatkan.


Theo pun menceritakan kala saat itu, hari dan tanggal sama seperti dirinya di lahirkan. Sang ibu meninggal dalam keadaan koma. Hingga sang papa meninggalkannya di rumah sakit, karena keluarga besar benar pergi ke pemakaman.


Dipemakaman Chemetery.


Tak menyangka sudah terlalu lama Oma Yani pandai menyembunyikan rasa sakit ini. Sama seperti mendiang sang istri yang meninggalkannya secara mendadak, surat itu pun berisi. Jika saja aku bisa menjenguk pemakaman sang papa ia juga akan dikunjungi secara bersamaan dengan menjenguk sang istri. Itu adalah benak Anggara papa dari Theo.


Dua hari kemudian Anggara menatap rumah telah dihiasi pernik untuk pernikahan Mira sang bibi, meski akad dirumah sebelah yang ditinggalinya berduka, tetap saja undangan telah tersebar. Tapi tak jauh beda karena dua rumah satu pekarangan ini hampir sama hanya dibatasi beberapa jarak dua mobil. Ia turun dari tangga entah ia harus bahagia atau sedih, kini ketakutan itu semakin takut.


"Sayang rupanya kamu disini?"


" Lovely euum.., aku rasa kita harus membatalkan pernikahan ini. Maaf!" Mira dengan Baron kekasihnya. Sementara Anggara hanya bingung untuk mendukung atau tidak diujung tangga.


"Tidak sayang, tapi kenapa esok pagi kita akan resmi menjadi sepasang suami istri. Keluarga yang utuh untuk kebahagian kita." balas Bahron.


"Maaf.. aku ga bisa Lovely." ia pun menangis dan duduk di bawah tangga.


Mira tante Theo mendekat dan merangkul peluk Bahron.

__ADS_1


"Aku paham, kamu masih takut tapi ini bukanlah takdir, pernikahan kita memang di liputi duka.Tapi cara semesta mempunyai banyak arti yang tak kita ketahui. Aku paham akan jadi dirimu. Tapi satu hal, aku akan membuatmu bahagia selamanya dan setia. Kita berjuang tunjukan pada Paman Anggara


aku harap kamu tak menyerah!"


Mira menatap Bahron, ia membalas peluk erat. Meski ia amat takut akan kembali pada sebuah pernikahan, namun istri paman kini telah tiada. Dan bayi kecil yang di berikan nama Theo Anggara masih dalam rumah sakit. Dan Oma sedang kritis pasca sakit dan jatuh karena kecelakaan tunggal.


Anggara pun menghampiri, meminta Mira untuk tetap melangsungkan pernikahan. Maka dari itulah, keluarga Anggara yang gigih. Bisa sampai bertahan dan meluas pesat karena bagi Theo, Tante Mira memang terlihat judes dan jahat bagi sebagian orang. Tapi aslinya, ia adalah tante yang baik.


¤ Dan ... Jelas sudah Theo menceritakan pada Alea, semua masa lalu kesedihan dukanya. ¤


"Ya mas, perjuanganmu sangat banyak. Aku salut denganmu!" puji Alea kala mas Theo selesai bercerita.


"Aku akan dampingi kamu kemanapun, kedua bayi kita sudah lewat 40 hari. Aku akan selalu membuat kamu bahagia dan senyum. Kita akan jadi keluarga penuh senyuman kebahagiaan, di jauhi dari kedukaan dan kesedihan. Tetaplah kita bersama! Berjuang mas."


"Pasti sayang." kecup Theo, memeluk Alea. Lalu mereka menatap kedua ranjang bayinya dan mengecup kening berkali kali pada Alea sang istri.


Theo berjanji akan membahagiakan Alea dan keluarga kecilnya. Dimanapun dan Kemanapun ia berada, selalu bersama tak pernah jauh sedetikpun.


--- End ---


Happy Ending Ya All, Kisah Alea.


Yuks Mampir Cerita Author Lainnya.


# Bad Wife -- end.


# DURI PERNIKAHAN. ( poligami )


# Hasrat Cinta.


# Pengantar Box Jutawan - novel Pria system


# PEKA - HOROR ( END )

__ADS_1


# Baby Genius Sang Pilot.


__ADS_2