Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
belum saatnya


__ADS_3

mulai besok aku harus berangkat lebih awal ke rumah makan dan menyiapkan pesanan pak indra.


besoknya aku berangkat lebih awal dan semua karyawanpun datang lebih cepat.


setibanya di sana aku lang bergegas membatu menyiapka bahan yang akan di masak.


setelahnya aku membatu membuat kotak nasi dan melanjutkan pekerjaan yang bisa ku kerjakan.


beberapa saat kemudian alhamdulillah semua pekerjaan selesai 100 kotak nasi box siap di antar kan.


akan tetapi saat aku akan mengantarkan pesanan itu mas indra datang dan menyapa.


"assalamualaikum gimna mbak apa semuanya sudah siap?"tanya nya.


"wa'alaikumsallam,saya baru mau mengantarkan nya ke tempat pak indra eh maksud saya mas indra"jawabku.


"ah sepertinya gak perlu mbak.. biar saya saja setiap hari yang mengambilnya kesini" ujarnya sambil tersenyum.


aku merasa tidak enak karna itu adalah tanggung jawab ku.


tapi aku tak bisa tawar menawar masalah siapa yang mengantarkan pesanan itu.


"karna mas indra sendiri yang bilang begitu,ya sudah tapi jika mas indra tidak bisa mengambilnya ke sini hubungi saya sajah" ucapku.

__ADS_1


mas idra hanya mengangguk tersenyum dan langsung berpamitan.


hari hari berikunya pun mas indra selalu datang untuk mengambil pesanan,berbincang sebetar lalu pamit.


tapi setelah itu mas damar jadi sering ngehubungiku dan mendekatiku.


tetapi mas indra tau bahwa aku adalah seorang Janda beranak 1 dan aku tau mas indera masih lajang.


dari saat itu aku dan mas indra menjadi dekat akan tetapi dalam artian sebagai teman biasa sajah.


sabtu malamnya mas indra menghubungiku dan mengajak ku dan raka untuk makan di luar dan sekedar jalan jalan dan bermain di taman.


untungya raka anaknya mudah akrab dengab orang lain yang penting orangnya baik.


raka langsung akrab dengan mas indra mungkin bagi raka mas indra orangnya termasuk baik .


di mobil raka sampai tertidur karna kecapean.


"makasih mas atas kebaikanya selama ini" ucapku.


"sama-sama mar saya juga sangat berterimakasih atas waktunya,sayah telah banyak memakan waktu kamu" jawab mas indra.


aku dan mas indra mengobrol sepanjang jalan dan tak terasa ternyata kita sudah sampai di depan rumah orang tuaku.

__ADS_1


akupun berpamitan dan masuk ke dalam rumah,aku tak mengajak mas indra mampir ke rumah karna sudah terlalu larut malam.


aku menggendong raka masuk, mas indra pun berpamitan dan pulang.


aku pun masuk dan menidurkan raka dan mengganti baju setelah itu aku pun berajak tidur.


paginya karna hari ini hari minggu aku akan menghabiskan waktuku di rumah dengan raka.


setelah bangun tidur aku turun ke bawah untuk membantu ibu menyiapkan sarapan.


"mar lelaki yang kemarin itu siapa" tanya ibu.


"nama nya indra bu di teman aku dia yang pernah kuceritakan sama ibu yang memesan nasi box buat pekerja proyek itu bu" jawabku.


"oh iya ibu ingat,mar ingat ya kamu harus telitu kalo dekat laki laki jangab samapai sepertu dulu,kamu harus belajar dari pengalaman" .


ibu menasehati ku.


aku senang ibu berkata begitu,dan aku pun tidak beranggapan mas indra jahat ko,dia baik dan penuh pengertian bahkan rakapun suka dengannya.


akan tetapi aku masih belum membuka hatiku untuk laki laki lain saat ini.


 

__ADS_1


*to be continued*...


 


__ADS_2