Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
PESONA ISTRI KE 2


__ADS_3

"Bu. Mari saya antar, Tuan Bos telah menunggu!" titah pelayan.


"Alea Trihapsari. Panggil saya nama, saya bukan ibu kalian, atau bu bos kalian!" ketus Alea melangkah.


"Baik Nyonya Alea." balas pengawal.


Pyuuuuh!!


Alea meniup poni yang menyilang ke arah matanya. Menarik nafas dan melangkah ke arah beberapa pelayan yang menyambutnya.


Astaga. Aku bisa gila, hidupku seakan tidak bebas. Aku tak bisa lagi bergerak kemanapun, bukankah harusnya aku bebas. Jika Mas Haris telah menceraikanku sepihak, aku seperti Sinta yang setiap hari bekerja dan quality time dengan baik, tidur dengan nyaman tanpa ada orang aneh di sekitarku saat ini.


Tapi apa aku sanggup, jika bertamu ke rumah mereka. Tampak istri muda, dan seorang anak yang dibilang mas Haris, dia anak yang tak akan pernah di dapatkan dari rahimku.


'Ah, sesak sekali jika aku ingat.'


Alea di buat terkejut, kala ia menatap gaun indah yang tak pernah ia lihat. Mata nya berbinar binar, seolah emosi dan mood yang menurun menjadi berubah di zona nyaman.


"Apa ini. Jadi saat ini kita ke butik?" lirik Alea.


Dua pengawal menunduk ketika Alea menatapnya.


TLIIITH .. TLIIIITH. DERING PONSEL ALEA BERGETAR.


"Bagaimana, kamu suka. Pilih dan ukur pakaian sesuai tubuhmu! jangan ada kesalahan, besok kita akan melangsungkan akad. Sesuai papa Ben!"


"Tu-tunggu pak. Anda menyuruh saya datang cepat, lalu anda tidak ada. Maksud anda apa ya?" ketus Alea.


"Bukankah kita pura pura menikah. Kenapa? Atau kamu ingin di temani fitting Alea Triapsari. Jangan mimpi. Cepat lakukan dengan baik waktu saat ini! Aku sudah menyuruh rumah sakit untuk memindahkan perawatan mantan mertuamu itu, aku bahkan membantumu dan tidak keberatan akan masalahmu. Jadi apa lagi balasannya?!" menutup ponsel.


"Tapi saya belum bicara soal biaya pada anda pak, bagaimana anda bisa memutuskannya. Ah..! Sudah dimatikan."

__ADS_1


Alea terdiam, ia menatap layar ponsel. Menelan saliva dengan wajah geram. Mata yang kesal, dan wajah memerah itu bercampur emosi saat ini.


"Hoooh .. dasar dasar Pria Gilaaaaa ..." teriak Alea sedikit penat.


Setelah menerima panggilan, ia merasa kesal karena panggilan itu. Ingin sekali ia melampiaskan pada dua kurcaci besar, tapi ia bukan wanita yang tega, bahkan nyalinya tak ada.


"Aku belum sempat menyetujui, apa aku bisa kabur saat ini?" lirih Alea.


Alea pun memutar mata, ia mau tidak mau melakukan apa yang di perintah Theo. Jauh dari lubuknya, ia ingin kembali bekerja tanpa seorang pria yang menyuruhnya, tapi ia juga butuh biaya agar mama Riris bisa sembuh. Anehnya dengan pria itu, semua kesulitan yang ada di pikirannya saat ini, dia sudah tahu dan lebih dulu memutuskan tanpa bertanya.


'Dosa apa aku. Apa kesalahanku sehingga ujian ini seperti beruntun, kesedihan dan kerumitan menjadi satu.'


***


DI BERBEDA TEMPAT, KEDIAMAN HARIS.


Irene telah pindah di mansion Haris. Ia mengelilingi seisi ruangan, ia cukup senang tinggal di tempat yang baru. Asisten bernama Onah pun sering menjadi amarahnya saat ia tak puas akan pelayanan, bahkan mencicipi masakan tak sesuai seleranya.


"Ya. Nyonya, ada apa?"


"Pake nanya lagi. Kamu bisa masak ikan bakar ga sih? ini terlalu lembek, bumbunya terlalu banyak kecap. Dan pinggirannya terlalu arang. Terlalu gosong aku tak suka, cepat kau buat lagi. Anak ku, Damian tidak suka seperti ini. Jika tidak ku potong gajimu!"


"Ba-baik nyonya." Onah asisten rumah tangga kembali menghela nafas.


Pasalnya setelah ia tau jika Nona Alea tak ada, dan Tuan Haris mengumumkan. Jika Irene adalah nyonya Anggara saat ini.


Bi Onah hanya bergerutu ketika di dapur, ia menggerutu tak habis pikir. Jika Haris membuang Nona Alea yang baik, demi artis yang baik hanya tampil di televisi.


Irene pun menaiki anak tangga, ia masuk ke dalam kamar utama. Sementara Haris masih mengguyur tubuhnya dengan air shower, setelah pergulatan manja beberapa saat lalu.


Irene menatap ponsel Haris yang menyala, tampilan pesan itu jelas dari Alea. Irene membuka pesan itu satu persatu dan membacanya.

__ADS_1


'Sial, mantan istrinya tidak bisa move on. Kenapa sih dia terus saja menganggu. Akan aku tampar menemuimu Al, sudah mengganggu ketenangan suami orang. Lupa, aku Irene, nomornya saja semua miliknya sudah aku pegang agar model seperti ini aku lihat.'


[ Mas. Apa kita bisa bertemu ]" pesan Alea.


[ Mas, ada hal yang ingin aku bicarakan. Penting ]" pesan Alea.


[ Mas, aku minta maaf jika kamu terganggu. Tapi ini soal mama. Aku mohon bantuanmu, aku tidak bisa melihatnya dengan kondisi seperti ini. Mama harus cepat di tangani. ] pesan Alea.


Alea .. Alea. Haaah, kamu masih saja menghubungi suamiku? Apa kamu mau membalas menjadi istri siri dari suamiku saat ini, kamu ini pakai segala alibi, alasan mama. Mama dan mama, kamu pikir aku bodoh. Aku ga akan biarkan kamu bertemu sedetik pun dengan suamiku. Lirih Irene tersenyum miring.


IRENE DENGAN PUAS, MENGHAPUS PESAN ALEA. DAN MENGHITAMKAN PANGGILAN DARI NOMOR ALEA.


"Dengan begitu, kamu tidak akan menerima pesan dari wanita tak berguna lagi. Honey, aku ga mau kamu dekat dan bertemu Alea." lirih Irene kembali duduk di atas ranjang.


Haris pun keluar dari kamar mandi, masih basah dengan rambut yang di keringkan oleh handuk kecil. Irene pun menghampiri dan mendekat, membuat mata Haris membulat sempurna saat ini.


"Sayang, Damian sudah tidur?"


"Sudah mas, setelah makan dia ke kamar. Tapi aku kesal, pembantumu itu. Bagaimana kita pecat, dan sewa chef terkenal?" pinta Irene, membuat Haris menelan saliva.


"Kenapa harus chef? Kamu hanya belum terbiasa, ingat kantorku sedang dalam gugatan. Aku masih perlu membayar empat pengacara, karyawan semua gajinya belum aku turunkan sebulan lebih ini."


"Honey, aku masih punya tabungan. Setidaknya satu bulan aku gaji chef dengan uangku 30 puluh juta. Sisanya bulan berikutnya kamu ya honey." senyum Irene dengan enteng, mengambil remot tv dan menyalakannya.


'Irene dan Alea memang jelas berbeda, selama ini Alea tidak pernah menuntut, kenapa aku baru sadar aku telah salah menyakitinya.' benak Haris, menjemur handuk sendiri.


Tbc.


Happy Reading, aku seneng kalian jejak buat author semangat lagi asli aku sedih nulis kisahnya, awalnya kisah Alea mau aku buat di bab berbayar karena kebanyakan on going.


Tapi Author akan buat terus disini, sampai selesai. Terimakasih sudah membaca kisah Alea, dan dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2