Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
memaafkan


__ADS_3

setelah pertemuan mas damar dan Raka


akupun mulai melupakan masalalu yang menurutku sudah tidak penting lagi


dan mulai memaafkan mas damar dan aku tidak melarangnya untuk menemui raka kapanpun.


semoga kedepannya mas damar selalu memperhatikan Raka walaupun kita tidak tinggal satu atap lagi.


seminggu kemudian, tepat hari minggu mas damarpun mampir lagi untuk bertemu dengan raka,seketika aku melihat pancaran kebahagiaan di wajah mas damar ketika betemu raka.


tiba-tiba mas damar memghampiriku,dan iya berkata.


"mar apa kita bisa bicara sebentar?"ucapnya


"iya boleh,tetapi jika bicara mengenai raka saja kalo biacara tentang hal yag tak penting maaf aku gak bisa"


"iya ini tentang raka mar!".


"ya baiklah"jawabku


"mar maafkan mas ya"ucap mas damar.


"iya mas aku sudah maafin mas ko"


"marni izinkan mas untuk selalu bertemu dengan Raka ya".


"iya mas,mas kapanpun boleh bertemu dengan raka ko"jawabku


"terimakasih mar,kamu baik"

__ADS_1


"semoga kamu bisa mendapatkan suami yang jauh lebih baik dari aku mar".ucap mas damar


aku pun hanya bisa menjawab dalam hati.dan tersenyum kepada mas damar.


mungkin inilah yang seharusnya terjadi,


dan aku baru ingat aku melupakan sesuatu.


iya dia,wanitanya mas damar,aku lupa dengan keberadaannya.


diapun menghampiriku dan mengulurkan tangannya dan kitapun berjabat tangan.


dia memperkenalkan dirinya.


"hallo,perkenalkan saya melia senang bertemu denga mbak marni"ucapnya sambil tersenyum


"iya saya marni,senang juga bisa berkenalan dengan mbak melia"jawabku sambil tersenyum


meliapun menggangguk sambil tersenyum.


dan akupun kembali melanjutkan pekerjaanku.


dan tak lama setelah itu seseorang mengetuk ruangan kerjaku.


'tok tok tok'


"permisi bu!pak damar ingi menemui ibu"ucap dari salah satu karyawan.


"oh iya saya akan ke sana menemuinya"

__ADS_1


akupun segera beranjak dari ruangan kerjaku dan menghampiri mas damar dan melia.


"kata karyawanku mas damar ingin berbicara ?silahkan"


"ah iya mar bisaka aku mengajak Raka untuk jalan jalan ke taman hiburan,aku akan mengantarkan raka pulang sebelum larut malam"


sejenak aku berpikir aku sempat ragu. aku tak ingin raka di bawa oleh mas damar.akan tetapi mas damar pun mempunyai hak utuk raka. akupun menghela napas panjang dan berkata.


"ya boleh mas,asalkan jangan pulang larut malam harus pulang tepat jam 7 malam"jawabku dengan terpaksa.


"terimakasih mar,aku janji akan mengantar raka tepat waktu"jawabnya dengan senyuman gembira.


ya awalnya aku khawatir dengan raka akan tetapi aku mengenyapingkan egoku untuk kebahagiaan raka,semoga mas damar menepati janjinya.


"mir kita berangkat ya"


"iya mas,dan raka!raka jangan nakal ya harus nurut omongan ayah,raka harus jadi anak yang baik"ucapku kepda raka


melia menggaguk sembari tersenyum kepadaku.


merekapun berpamitan untuk mengajak raka jalan jalan.


dan akupun kembali keruangan kerjaku.


akan tetapi setiap aku ingin pokus ke pekerjaanku selalu terpikir oleh hal yang aneh-aneh.


"semoga ini hanyalah kerinduan seorang ibu ketika anaknya tidak berada di sisinya"ucapku sambil menghela napas.


setiap saat aku hanya melirik jam di hanphone beharap waktu cepat berlalu.

__ADS_1


akan tetapi semakin aku khawatir malah semakin lama sekali rasanya waktu berputar.


"waktu cepatlah beralalu"lirihku


__ADS_2