Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
PERINGATAN IRENE


__ADS_3

KE ESOKAN HARINYA.


Alea membuka matanya, ia bangun tidur, dengan cukup jelas ketika ia mengingat mas Theo membicarakan suatu hal.


"Apa mas Theo akan pergi, atau dia akan mencelakai seseorang?" benak Alea, tersadar bisikin terakhir.


Satu hari mereka bergulat, dan membuat masakan serta puding bersama. Menonton tv, dan saling bercerita hingga malam mereka melakukan ritual pasutri, Alea terlelap tak sadar dirinya dibisikan sesuatu.


Alea bangun, lalu ia menatap secarik kertas, lalu menatap pesan jika Theo telah pergi lebih awal. Alea berusaha mengikat rambut, lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Alea cukup ingat, kala dirinya yang tak seharusnya tidak ketiduran semalam. Sehingga pagi ini, ia tak bisa melihat mas Theo. Alea berfikir jika pria yang kini perhatian penuh, telah marah padanya, soal ia mengatakan kejujuran perlakuan Irene.


Setelah mandi, Alea mengeringkan seluruh tubuhnya, hingga di mana. Ia meregangkan segala jari lentiknya, untuk menatap baju yang ia ingin kenakan saat ini.


Alea menunjuk dress berwarna maroon. Hingga di mana, ia memakai dan mencoba nya berkali kali. Setelah menata kembali, ia langsung berhias dan mengambil tasnya.


Alea hanya memakan sandwich dan teh manis. Sarapan yang tak sengaja ia lihat ke meja dapur. Dengan secarik tulisan kertas, Alea tau. Jika itu untuk dirinya.

__ADS_1


"Mas Theo. Makasih, sarapan ini. Kamu sungguh perhatian." senyum Alea.


Sehingga setelah selesai sarapan, ia langsung memesan taksi. Alea tak pandai menyetir, sehingga jika ia pergi. Apalagi mas Theo meminta dirinya tak perlu bekerja, ia meminta Alea untuk segera membuka usaha kue, atau makanan dan menjadi bosnya saja. Akan tetapi, Alea belum memberikan keputusan pada suaminya itu.


[ Sin, gimana kabarnya. Apa saat ini kamu meeting bersama pak Theo? Kemana, boleh share link alamatnya?! ] pesan Alea pada temannya itu.


Alea berusaha meminta supir taksi ke rumah sakit dulu, sehingga ia mampir membeli buah. Berharap keadaan mama Riris sudah siuman, setelah lama ia tak datang menjenguknya.


***


DI BERBEDA TEMPAT.


Akan tetapi, saat Haris menceritakan, dia adalah wanita yang mungkin. Alea adalah wanita yang hilang. Wanita yang bisa membuat perusahaan dan nama mereka tetap nomor satu tak terkalahkan.


Irene cukup kecewa, kala mas Haris ingin bicara memintanya mendukung untuk mendekati Alea lagi. Tapi mendapat alasan mas Haris untuk menjebak diri Alea lagi, dan tak akan ada sentuhan apapun kontak dirinya dengan Alea, tetap saja ia tak rela.


Irene tetaplah wanita yang cemburu, ia bisa saja percaya. Tapi kali ini tidak, ia merasa takut jika Alea akan bersama Haris setiap saat. Hingga di mana benih cinta mereka datang begitu saja, membuat dirinya terancam. Apalagi sampai Haris meninggalkannya dengan putranya Damian yang masih bersekolah dasar.

__ADS_1


Irene pun menghubungi seseorang, seseorang yang ia percaya untuk membantunya.


[ Ya. Lo harus lakuin, gue mau acara itu tetap aman. Alea harus di nodai, kalau dia hancur baik itu wajah dan kehormatannya. Gue bakal jadi wanita nomor satu yang cukup puas tersenyum. Dengan begitu, gak ada lagi benih cinta tumbuh untuk Haris pada wanita benalu! ] menutup panggilan.


Perkataan Irene cukup membuat dirinya tertawa puas. Pasalnya, ia tidak ingin dengan alasan lain. Haris akan mendekati Alea kembali, apalagi demi ibunya yang cacat menyusahkan.


Akan tetapi saat Irene ingin melangkah, ia dikejutkan seseorang pria berjas hitam. Tak lama seorang wanita datang membenturkan tubuhnya ke alas dinding.


"Eh, siapa kalian?" teriak Irene.


"Jangan berani mencoba menyentuh Alea, jika kau tidak ingin kehilangan suami dan anak kau yang amat dicintai, ingat hidupmu bisa sama seperti Alea yang kehilangan suami dan anaknya!" ujar seorang wanita masih, memakai masker dan kacamata hitam.


Sementara dua pria tadi yang memegang tangan, ia menahan Irene di sebelah kiri dan kanan, lalu melepas kasar setelah wanita jadi jadian tadi tiba datang, dan mengancamnya.


Arrrgh!!


"Siapa mereka, dia ga tau siapa aku. Dia pikir aku takut hanya dengan ancaman tadi?" lirih Irene, ia segera menahan sakit, kala lehernya dicengkram wanita gila, menurutnya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2