Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
INFORMASI BARU


__ADS_3

Tidak begitu lama, beberapa orang dari kepolisian ingin bertemu istri dari pak Theo, Alea dan Erik mempersilahkan jika itu berkaitan dengan tragedi kecelakaan suaminya. Di ruang kedap suara, ruangan khusus, Alea di temani Erik dan Sinta yang mendampingi.


"Begini bu, jika ibu tidak sanggup! Maka kami tidak memaksa untuk ibu lihat, biar kami serahkan pada pak Erik." ucap petugas.


"Tidak apa pak, saya ingin melihatnya."


Alea juga ingin memastikan, jika perkataan Sinta itu benar beberapa jam lalu. Ia pernah melihat keadaan seseorang yang membantu kecelakaan di mana Pak Theo telah keluar sebelum truk dan mobilnya tabrakan yang mengenai aliran listrik dan tangki minyak meledak begitu saja.


Hal itu, Alea tersenyum kala perkataan Sinta dari Erik yang menemukan kejanggalan, sebuah rekaman cctv ada yang menolong saat pak Theo berhasil loncat.


-- Rekaman Cctv --


Rekaman dashboard, teriakan suara mas Theo yang terdengar jelas ia memecahkan kaca, dan terlihat tak ada sebelum mobil itu terbalik dan meledak. Alea mendengarnya saja sudah senang karena akan ada kemungkinan, jika mas Theo masih hidup. Hanya saja jika mengingat tangan dan sebuah cincin. Ia cukup ngilu dan takut terjadi sesuatu pada suaminya.


"Aku sudah yakin mas, jika kamu selamat. Jika Erik bisa membenarkan kamu masih hidup. Paman Brian pasti akan bahagia, beliau lebih sering mengurung mas. Aku jadi tidak tega melihatnya seperti itu."


Alea yang melamun, ia melihat sinar dua lampu menyorot menyilaukan kedua matanya. Hingga di mana, ia menatap terkejut apa yang ia lihat saat ini.


Tak lama, Reno dan Papi Brian telah turun dari mobil. Alea dari jarak mata yang sedikit jauh, telah menatap mobil akan tiba. Alea bahagia kala mereka baru saja datang, rupanya mereka juga dikabarkan untuk melihat rekaman asli mas Theo.

__ADS_1


Mereka tiba mengulang, dan mendengar beberapa orang berseragam menjelaskan dua kemungkinan. Abu yang gosong adalah pria yang menolong Theo, tapi tak selamat. Dan tangan Theo itu kemungkinan tidak lah utuh karena terjepit, jadi pantas jika saat itu hasil tes dna cocok, sementara Abu di jok setir mobil 30% lebih banyak tidak cocok, mungkin bercampur dengan gosong tangan asli mas Theo. Alea menyimpulkan jika keadaan mas Theo saat ini memilukan.


"Alea, setelah ini pulanglah dengan Reno! Paman akan mengurusnya, kita pasti akan temukan Theo. Berita, iklan paman sudah meminta seseorang menebar foto beserta imbalannya."


"Ya paman! Alea berharap juga begitu, apapun keadaan mas Theo. Alea akan ikhlas, sabar dan menjaganya. Kalau begitu Alea pamit!" senyum bahagia, karena keyakinannya suaminya 70% masih hidup.


Hingga Alea pun pulang, ia berkemas istirahat di kamar seharian, menatap bingkai foto pernikahannya dengan Theo, sambil mengusap perutnya.


DI KAMAR ALEA.


Alea sempat senang tinggal di rumah mewah, hanya saja ia seperti kesepiaan mungkin karena perlakuan penghuni yang acuh dan menyendiri saja bagi Alea tetap silaturahmi. Belum lagi perlakuaan Tante Mira dan miki yang acuh padanya saat menyambutnya.


Teriakan itu, amat terdengar. Kala Alea ingin membuka pintu. Namun ia urungkan untuk keluar dan menunggu. Benar saja seseorang datang.


TOOOOK .. TOOOK.


"Tante Al. Keluar dong, makan makan!"


Suara itu terdengar tidak sopan, tetapi Alea tetap membukanya dan senyum pada Miki.

__ADS_1


"Ya, ada apa Miki?"


"Hadeuh, ga usah senyum senyum Tan. Udah jam makan nih, kenapa sih bikin nambah kerjaan aja. Ga pake nolak, kalau nolak kita semua nanti ga makan!"


Miki pergi setelah membalikan tubuhnya, hingga di mana Alea keluar menutup pintu. Lalu mengejar bahu Miki di saat turun empat kaki tangga.


"Miki, apa salah Tante. Kenapa kamu dan mamamu seperti tak menyukai tante?" tanya Alea.


Sehingga melupakan tatapan sorotan di meja yang menatapnya karena mereka berhenti di atas tangga, saat telah turun dari beberapa anak tangga.


"Tante jangan mancing mancing deh, tau kenapa?"


"Ya, setidaknya kasih tante penjelasan?"


Saat mereka saling menatap, tiba saja suara seseorang datang membuyarkan suasana.


"Eeeeehuuuum. Kalian sedang apa di sini?"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2