Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
SINTA BERULAH


__ADS_3

Alea berada dalam ranjang rumah sakit. Ia masih jelas menatap layar tablet ponsel yang menyala. Masih tersambung berbagai video yang di kirimkan Erik.


Sehingga kala penat luka yang mendalam, ia turun dari ranjang rumah sakit, sekedar fresh pikiran dengan penyangga tiang dan selang infus yang tertempel, Alea perlahan berjalan jalan.


"Mas, aku ga yakin itu abu jiwa mu. Aku mempunyai hak batin yang yakin. Kamu masih ada mas." masih menatap bingkai foto pernikahan, dan satu tangan lagi mengclose monitor.


Alea tak menyangka, jika pemakaman sang suami di gelar terbuka. Hingga di mana ia bersandar dan mencoba mencari semua teman terbaik yang sering dikunjungi bersama.


'Mas, aku harus apa. Tanpamu aku bingung untuk pergi. Kenapa harus seperti ini?' batin.


Alea berusaha mencabut selang infus, ia berjalan keluar berusaha untuk menghirup udara. Dengan berdiri yang samar dan sedikit pusing. Hal itu membuat ia harus berjalan pelan dan bersandar pada dinding tembok putih.


Alea menutup kembali pintu ruang rawat pasien, dengan samar ia mencoba berjalan dengan sedikit bertenaga. Agar ia sampai di sebuah lorong taman tak jauh dari kamar bougenville. Namun saat ia hampir sampai, menatap bunga berwarna ungu. Terlihat jelas, wanita yang tersenyum menghampirinya dengan tatapan amat senang.


"Jadi, istri pengusaha ternama di rawat di rumah sakit ini juga. Heeeumph, kasian. By the way turut berduka ya Alea. Ini kabar bahagia sangat bagiku Hahahaha .. Eehmp uuuups ...!! sorry kabar buruk."

__ADS_1


Alea menahan emosi, ia berahli tatapan ke langit dan bunga yang indah. Baginya membuang waktu jika harus meladeni Irene.


"Mau kemana, mau kabur dari realita kehidupan yang pahit. Hahaaaa?" senyum tawa Irene menyentil, saat Alea menjauh.


Irene sengaja menertawakan Alea. Awalnya ia ingin mengecek kondisi Haris yang memang di rawat jalan di rumah sakit pelita mekar, karena kecelakaan motor ringan. Namun tak di sangka bertemu Alea adalah hal yang sangat menyenangkan baginya. Mencoba mengolok Alea, namun Alea seperti ingin menghindar darinya.


"Sepertinya istri pengusaha ini ga terlalu sedih deh. Coba gue liat raut wajah lo Al?" mengelilingi tubuh Alea dan membuat onar.


Irene berteriak, hingga di mana tatapan beberapa orang yang berjalan. Melewati tatapan Alea yang pucat sedikit terhenti dan berbisik bisik.


Sehingga tatapan oranglain berbisik tentang dirinya, jika Alea adalah seorang istri yang ada di balik tragedi itu.


"Wah saya ga percaya. Cantik sih, tapi bisa jadi istrinya ya?" Iya yah!! Aduuh kasian malang nian nasib pria mempunyai istri tidak tau diri!! Iya yah. Gerutu banyak orang.


Alea menghela nafas, air mata sudah terlalu kering untuk ia menangis. Hanya sebuah mengepal aksi tangan kekesalan pada Irene.

__ADS_1


Alea duduk tersungkur. Ia menahan kram sakit di perutnya semakin teramat sakit yang amat kencang dan mengeras. Hingga otot seperti menjalar bagai ingin lepas.


"Aaaaaakh. Tolooong!" teriaknya.


"Haaalah, paling juga alibi. Hai ibu ibu, bapak bapak. Kalian tau saya kan? Artis terkenal. Liat nih ya, wanita ini cuma akting. Drama banget pasti, kaya kehidupannya penuh drama. Pasti dia boong tuh megang perut beralasan sakit .. " Irene senyum miring, berusaha membuat semua orang percaya padanya.


Mengoloknya semakin bahagia, Alea yang berteriak kesakitan tapi tak ada satu pun yang menolong dan hanya memotret memasukannya, merekam ke sebuah sosial media.


"Aarggh. Toloooong!!" teriak kembali Alea duduk menahan kesakitan.


Hingga di mana, Sinta yang berlari jauh melihat keramaian. Ia begitu terkejut menatap sekeliling, dan menatap Irene wanita yang ia benci sedang mengolok sahabatnya.


Bruuugh!! aksi Sinta mendorong Irene, membuat Alea yang panas dingin melemas tertolong saat itu.


"Sin, Help Me... " lirih Alea melemas kesakitan.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2