Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti
BERTEMU LAGI


__ADS_3

SALING MENATAP SATU SAMA LAIN.


Bayangan Haris yang memeluk Alea terlintas dalam pikirannya. Ia adalah orang terdekat sang papa dulu, dikenalkan, dia yang selalu menemaninya sekedar membaca buku. Belum lagi layangan perkataan kasar yang menggema untuk Alea ketika ia berbuat salah. Tapi Alea selalu tersenyum tak pernah marah ketika dirinya marah.


Berbeda dengan Alea. Ia menampung segala air mata yang tertahan, bayangan pria yang ia cintai. Kini menatapnya seperti dulu saat pertama kali bertemu. Hal yang Alea inginkan adalah merasa sekali saja di cintai oleh pria yang ia cintai. Selama ini saat bersama, dia adalah pusat satu satunya pria yang ia dambakan. Tapi kini dihadapannya itu berbeda, kesal berkecamuk kebenciaan.


Air mata semakin deras, jatuh tak tertahan. Air mata itu begitu mengalir saja. Hingga perkataan jatuh untuk menalaknya. Alea tak sanggup kala Mas Haris memilih wanita lain. Ia sadar jika perasaan Haris saat itu, hanya sebuah alasan untuk kembalinya sebuah warisan dan dirinya tak bisa memiliki keturunan.


"Mas, apa yang ingin kamu katakan padaku. Semendadak seperti ini?" tanya Alea.


"Aku ingin kamu bicara lebih dulu Alea!"


"Aaakh. Rasanya terlihat aneh, kenapa mas... Kenapa mas Haris datang. Apa irene tau, jika mas Haris menemuiku?"


"Aku bersembunyi dari Irene. Jika aku bicara aku salah menikah lagi. Apa kamu mau kembali padaku. Aku tau, kamu pasti belum bisa melupakan aku. Bisa kita kembali?" pinta Haris.

__ADS_1


Alea merasa tersambar petir, kala tangannya di genggam. Alea tak bisa berkata apapun. Hal dalam benaknya adalah. Jika Haris kembali berpura pura. Akan tetapi Alea melihat tatapan tulus dari sinar mata bulatnya.


"Apa Mas. Apa aku tidak salah dengar?" tatap Alea dengan mata yang berbinar - binar.


"Kamu ga salah dengar Al, aku memang masih mencintaimu. Tapi kepopuleran Irene membuat aku mendekatinya, terlebih kesalahan dan dia hamil anakku. Aku punya Damian, tapi setengah cintaku masih mengukir nama kamu Al. Jujur apa hubungan mu saat ini dengan Theo?"


"Itu bukan urusan mas lagi, aku ingin berdamai hanya karena kebaikan mas. Bukan untuk mencampakan dan kembali lagi. Kamu lupa sebuah kertas robek tidak dapat menyatu sempurna?"


"Tapi kita bisa Al. Theo tidak baik untukmu. Percayalah sama aku Alea Trihapsari!"


"Tapi Theo juga banyak berbohong, apa kamu tahu asal usulnya dia denganku? Itulah salah satu alasanku datang menemuimu Alea." terdiam Alea kebingungan.


Praaang!! Suara piring pecah.


Alea cukup di kagetkan, kala menoleh seperti sekelebat jas hitam menghilang. Piring pecah membuat Alea pergi dari sana.

__ADS_1


"Al jawablah!"


"Kita hanya kenangan usang, saat ini hatiku sudah membuang kisah kita. Sedih itu pasti, tapi aku hanya ingin bilang. Ibumu terbaring maka jenguklah! Bahagia dengan istri muda dan terkenal boleh kamu tanamkan, bukan berarti melupakan seorang ibu. Maaf berdamai untuk kembali rasanya tidak mungkin." pergi Alea.


Alea kembali berlarian ke atas ruangan kerja, tak sedikit ia menemui barang mas Theo. Bahkan menanyakan pada office tidak tahu, anehnya Erik juga tak ada disana.


"Mas kamu kemana, apakah itu kamu. Maafkan aku, aku bukan diam diam bertemu dengan pria itu." ujar Alea yang memencet nomor Theo, tapi tak tersambung juga.


Alea segera mengambil tas, berusaha mencari keberadaan mas Theo di rumah. Sampai dirumah, Alea penat. Tapi hasilnya nihil, Alea pun mencoba menghubungi seseorang, karena kebingungan akan mas Theo yang tidak biasanya menonaktifkan telepon.


"Mas, ayolah aktifkan ponselmu. Jawab telepon aku." panik Alea.


Tbc.


Sambil tunggu Up! Author bakal crazy up 3bab si Alea. Yuks mampir ke judul temen litersi Author.

__ADS_1



__ADS_2