
Terlihat disana, ada wanita paruh baya dengan anaknya. Konon ia adalah adik dari paman Brian yang ikut tinggal bersama anaknya, setelah suaminya meninggal.
Seolah tatapan tak suka, kala Alea datang di bantu Reno, putra tunggal dari paman Brian, ketika tiba. Jelas tatapan mereka acuh dan sinis hanya padanya saja.
Alea sengaja tak memberi tau, jika pandangannya semakin hari semakin gila. Harus memikirkan bayangan keseharian mas Theo tanpa terlihat orang lain. Alea mengira jika ilusi karena traumanya, ia selalu masih melihat keseharian mas Theo yang menemaninya. Terlihat saat ini di kediaman paman Brian. Ia melihat mas Theo sedang duduk tersenyum padanya.
"Kenapa diam disana, ayo kita makan bersama!"
"Eh, iya paman. Terimakasih."
Alea yang langsung bergabung, ia di kenalkan Mira adik paman Brian, yang tinggal bersama Miki anaknya. Juga akan kisahnya diceritakan membuat Alea terharu, sehingga mereka tinggal di kediamannya bersama Reno yang saat ini akan mendampingi Alea kemanapun, hal itu dijelaskan jika paman Brian yang akan mengatasi langsung kasus Theo, juga menyeret yang terlibat.
Menjelang malam, Alea berada di kamar mas Theo. Alea masih dibayangi tatapan mas Theo yang duduk tersenyum tanpa sepatah katapun. Hingga saat meraba bayangan itu hilang, tenggorokannya terasa haus, Alea berusaha mengisi air dalam wadah teko untuknya di kamar. Akan tetapi sebelum ia membuka pintu menuju dapur, terdengar seseorang berbisik jelas.
'Halah Mam, paling juga tante Alea cuma jadi beban aja. Hamil dan pemulihan kan lama, setelah anak keluar. Paman Brian emang masih berumur panjang. Hadeuh, enak bener dia. Kita harus lakuin sesuatu Mami. Supaya tante Alea tak mendapat banyak haknya di rumah ini khususnya!' bisik Miki di balik tembok.
__ADS_1
'Sudahlah Miki, kamu tidak boleh begitu. Kamu harus sabar oke! Mending rebut Reno, supaya warisannya ga jatuh sama orang asing!'
Alea jelas mendengar suara siapa, ia tak menyangka akan ada Irene kedua ( alias wanita yang tak suka Alea ) bagi kehidupannya di manapun ia tinggal. Hingga ia berlalu dan cepat melangkah ke kamar. Guna membiarkan suara yang ia dengar saat ini tak pernah ada.
"Kenapa aku, kenapa orang membenci dan ingin sekali aku hancur. Aku tak sedikitpun ingin merebut harta mereka. Kenapa mereka jahat padaku. Mas Theo, kamu tau apa yang aku dengar. Tidak kah kamu kembali padaku, aku butuh kamu mas, kapan kamu kembali?!" teriak Alea memegang bingkai foto besar yang terpampang di kamarnya saat ini.
Hingga di mana setelah mengambil minum, Alea bersandar di kasur, menjatuhkan tubuhnya dengan halus. Rasa lelah dan semakin lelah adalah hal terberat baginya. Alea menarik selimut, lalu memiringkan badannya. Hingga tak sadar, ia sangat merasakan pelukan hangat dari belakang tubuhnya dan semakin jelas menarik selimut seolah ingin berbagi.
Alea menoleh, dan jelas ia menatap mas Theo kembali senyum. Mengelus pundak dan mencium keningnya. Menutup mata dan seolah ia benar benar terlelap tenang setelah mendapat tatapan manis dan pelukan hangat mas Theo.
***
BERBEDA HAL DENGAN KEDIAMAN IRENE.
Irene kesal akan gugatan rumor sosial media yang mengatakan dirinya adalah perusak image seseorang, dan dinyatakan dirinya adalah suatu pencemaran nama baik seseorang dan berniat jahat pada klien bernama Alea. Irene memutar mata untuk membayar pengacara, agar ia bisa lepas dari tuduhan itu. Terlebih saat ini kekuasaan pria tua bernama Brian hadir menyeretnya, menjatuhkan ancaman akibat kecelakaan keponakannya Theo Anggara adalah perbuatannya.
__ADS_1
"Aarggggh. Sial, harusnya kasus ini gak naik. Kenapa juga bisa tau, gimana bisa Erik si kacung itu dapatin buktinya ya?" benak Irene memikirkan banyak cara.
Hingga di mana, Irene senyum lebar. Menghubungi Marini untuk membawa Haris ke kantornya dan segera fokus pada misi selanjutnya agar terbebas dari tuduhan yang bisa menyebabkan kariernya hancur.
"Marini, bawa Haris ke ruangan gue sekarang!"
Irene menghubungi asistennya, hingga di mana, tiba saja mama Riris muncul di ruangan kerjanya. Mama Riris meminta maaf dan memohon agar Irene melepas dan merelakan banyak hal dan hubungan rumit pada Alea.
"Iren, tolong nak. Jangan lagi lakukan hal buruk pada Alea. Dia sudah cukup menderita nak!"
"Haah, apa sih nih nenek nenek. Eh, inget ya. Gue harap lo ga usah ikut campur sama masalah gue. Gue cuma mau lo diam, sehingga pengobatan Haris berjalan sempurna. Tapi kalau mama halangin. Mama akan kehilangan semuanya termasuk nyawa Haris!"
Mama Riris terkejut, ia duduk tersungkur. Tak menyangka jika sang menantu akan berlaku kejam seperti ini. Saat Haris pulang, ia melihat Irene mendorong kursi roda yang Haris duduki ke arah tangga dan jatuh! Saat ini kondisi Haris setengah bagian cacat, mama Riris tak punya bukti karena saat itu ponsel dan tak ada ruangan cctv untuk membuat bukti jelas, yang menyeret menantu kejamnya itu.
"Dosa apa aku ya Tuhan, hingga aku harus menerima menantu seperti Irene. Dia baik di depan kamera. Tapi di balik layar, ia sangat arogan penuh kebencian dan tak sopan. Haris kamu memilih istri yang salah nak. Meski Damian saat ini aman, tapi kasian nasibmu dan cucuku itu." gumamnya amat kecewa.
__ADS_1
Tbc.