
TRDEETH .. TREDEETH .. DERING PONSEL ALEA.
"Ya Sin, gue bentar lagi sampe kok. Oke grand star ya. Kita ketemu satu jam lagi!" ucap Alea.
Alea pun telah bersiap, ia memesan taksi. Hingga di mana, ia memang memblokir kontak Theo. Karena saat ini, Alea membutuhkan waktu untuk menyerapi hubungannya yang tak masuk akal.
"Jika kamu membohongiku. Tanpa bisa menjelaskan segalanya. Aku akan mengakhirinya Mas." batin Alea memikirkan Theo, atas buku dan semua kebenaran yang sulit Alea resapi.
Hingga empat puluh menit, Alea telah sampai. Tak lama ia masuk setelah membayar tunai pada supir taksi. Alea bertanya pada receptionis di mana reservasi atas nama Sinta berada.
Tak lama, sang pelayan meminta Alea untuk masuk kedalam ruangan kosong tujuh kosong. Akan tetapi di mana, Alea menaiki lift dengan pikiran kalut aksi semalam. Dan sampai di sebuah lantai sembilan belas. Alea terkejut akan dua ruangan di sebelah kiri.
"Aduuh, tadi itu tujuh kosong tujuh kan, ya?" pikir Alea langsung memencet bel.
Alea mengubungi Sinta, tapi sulit tersambung. Hingga di mana, Alea masuk dalam cafe vvip nomor tujuh kosong tujuh. Tapi matanya membulat karena ia salah tempat, hal yang tak ingin ia rasakan saat ini adalah bertemu Irene dan Haris di dalam ruangan itu.
"Heih wanita jahat .. kau berani masuk, tanpa izin dan merubah suasana kami? Untuk apa kau kemari, menguntit hidup kami ya?" cercah irene mendorong Alea.
"Owh. Ma- maaf, saya salah nomor. Saya permisi, Irene. Mas Haris maafkan saya!"
"Hey! Jangan sebut lagi Mas!" tangkap Irene pada lengan Alea seolah menekan kulit Alea.
"Aaawh." meringis.
__ADS_1
Alea membalikan tubuhnya, lalu menatap dengan kilat. Ketika Irene menepis tangan Alea, ia tak bisa keluar begitu saja.
"Kamu pikir kamu siapa. Sudah menerobos, lalu pura - pura minta maaf. Terus selesai?" tanya Irene.
"Irene. Aku memang salah, aku ga bermaksud mengganggu. Tapi aku juga lupa, aku sedang ada janji dengan teman. Aku tidak menguntitmu benar benar aku tidak tahu." jelas Alea, yang bingung.
"Aku gak akan biarkan kamu keluar begitu saja Alea. Setidaknya kamu harus di usir dan di arak dari tempat ini. Kamu sengaja kan membuntuti setiap acara kami. Kamu masih ga bisa move on dari Haris?" tatap Irene tajam.
Haris meminta Irene untuk menyudahi, tapi Irene keluar dan berteriak hingga di mana dua security menghampiri.
"Pencuriiii ...Pencuriii." teriak Irene.
"Astaga. Irene aku tidak mencuri, aku minta maaf. Karena aku salah masuk ruangan."
"Kamu mencuri suasana mood dan waktu Alea. Kamu penguntit, apa kamu sedang mencuri perhatian Haris?"
Hingga di mana, Irene mengambil ponselnya dan merekam aksi Alea yang bertekuk lutut.
HELLO GUYS? LIHATLAH! PENCURI DAN PEREBUT SUAMI IRENE TV, IA DATANG KERUANGAN DI SAAT KAMI DOUBLE DATE. BUKANKAH SUDAH KETERLALUAN. BAGAIMANA MENURUT KALIAN, APA AKU HARUS MELEPASKANNYA BEGITU SAJA ?
Senyum Irene, mata Alea membulat tak percaya. Hingga di mana, Alea meminta Irene untuk tidak menyebarkan akan fitnah yang ia rekam tadi.
"Irene. Aku memang salah, salah telah memiliki Mas Haris. Tapi aku benar tidak tau, jika ia menikah denganku tapi telah memiliki kekasih. Andai saja aku tau lebih awal. Mungkin kamu tidak akan tersakiti. Aku mohon, sudahi! Dan aku telah mengubur semua itu, jika kamu telah bahagia dengan Haris saat ini dan mempunyai anak. Kenapa kamu ketakutan, seolah aku pelakor dalam hidupmu Irene." tepis Alea membela diri.
__ADS_1
"Owh. Begitukah, kamu pikir aku percaya gitu aja Alea. Atau aku salahkan Haris, dasar wanita licik. Kamu tidak bisa pergi sebelum di hakimi. Sekarang kamu ikut aku!"
Irene menjabak, menarik Alea kala itu. Hingga di mana ia sampai loby. Terlihat para tamu lain melihat aksi Alea ditarik seperti pencuri yang ketauan, dan di hakimi.
Alea tak percaya, ia akan di permalukan untuk kesekian kalinya, oleh istri baru dari suami yang ia cintai dahulu, dan masih membekas fitnah kedua ini.
'Bahkan kamu hanya diam mas, mas Haris. Apa kamu juga menyukai, pemandangan keributan seperti ini. Meski kamu diam, setidaknya beri aku penjelasan. Agar aku bisa membencimu!' batin Alea menangis.
"Diam kamu Ren!" tepis Alea, yang mendorong tangan Irene kasar.
"Aku bukan pencuri, yang mana aku sedang bertemu janji. Dan maaf jika aku salah ke tempat kalian!" tajam Alea yang dimana dibelakang Haris Anggara diam saja, hanya menatap.
Alea meminta receptionis yang tak lama datang, yang belum sempat diantar akan pertemuan itu.
"Ada apa ini nona ramai ramai, biarkan kami atasi!" ucap bellboys.
"Pak, tadi saya menunggu anda. Tapi nomor reservasi Sinta itu tujuh kosong tujuh kan?" terdiam bellboys, menatap buku reservasi untuk mengecek.
Tbc.
Yuks mampir lagi, sambil tunggu Alea up.
Mampir juga ke judul #PengantarBoxJutawan novel urban pria yang on going.
__ADS_1
Nih author kasih judul litersi temen author yang kece juga ya.