Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 33


__ADS_3

Galang tidak menggubris ucapan Shabita. Sebagai laki-laki normal, Galang takut khilaf jika satu ranjang dengan istrinya. Keduanya lantas tertidur ditempat masing-masing.


Matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar Shabita. Wanita cantik itu mengucek-ngucek matanya. Perlahan penglihatannya mulai normal. Dilihatnya Galang sudah tidak ada di sofa. Shabita kemudian bangun menuju kamar mandi. Badan Shabita sudah baik, tidak panas lagi.


Di halaman belakang rumah Shabita, tepatnya di gazebo samping kolam ikan terlihat ketiga laki-laki sedang duduk santai.


"Kalo A' Yudha masih hidup, dia suka sekali mancing ikan makanya disini sengaja bikin sendiri!" kenang Dimas, suami Yunita.


"Iya, dulu selama kami kuliah kalo libur Yudha sering ngajak saya mancing tapi kadang saya menolaknya karena menurut saya sangat membosankan!" tutur Bagas.


Galang hanya diam, bermain HP berbalas pesan dengan kedua sahabatnya di grup khusus yang bernama "Jombi Tamvan". Siapa lagi anggotanya kalo bukan Galang, Kevin dan Amir.


Amir:


["Lang, lo kemana sih gak masuk sekolah lagi? Mana sama Shabita lagi!"]


Kevin:


["Iya nih. Kata yang lain kemaren lu sama Shabita pergi, sebenarnya ada hubungan apa antara lu sama Shabita?"]


Amir:


["Ayolah, cerita sama kita. Plis jiwa kepo gue meronta sampe luar angkasa!"]


Kevin:

__ADS_1


["kalo gak cerita, gue lemparin lu ke proyek jalan tol biar jadi taumbalnya sekalian!"]


Amir:


["Si bege, malah bawa-bawa tumbal proyek!"]


Masih banyak sekali chat di grup itu. Galang hanya membalas akan menceritakan nanti ketika masuk sekolah.


"Pa, om aku masuk duluan ya!" pamit Galang pada Om dan papa nya. Bingung juga gabung dengan mereka karena Galang belum paham soal bisnis yang mereka bahas.


Mata Galang membelalak sempurna kala melihat istrinya sedang berpelukan dengan laki-laki lain di ruang tamu. Tangan Galang mengepal kesal, rahangnya mengeras dengan gigi gemeletuk. Panas sungguh panas yang dirasakan hati Galang. Berani-beraninya Shabita melakukan hal itu. Mereka tampak tertawa sambil berpelukan.


Galang berjalan cepat menghampiri kedua sejoli yang masih belum lepas.


"Ekhm!" deheman Galang menguraikan pelukan mereka.


"Eh Galang." Shabita tersenyum kikuk.


Galang melipat tangannya didepan dada dengan masih menatap tajam.


"Em kenalin, Lang, ini bestie aku namanya Gerry!" Shabita memperkenalkan Galang pada sahabatnya yang bernama Gerry.


"Galang!"


"Gerry!"

__ADS_1


Mereka berdua saling berkenalan. Kemudian mereka bertiga duduk di sofa dengan posisi Shabita berada ditengah-tengah.


"Em, Gerry i-ini te-teman aku yang di jakarta. Di-dia juga anak sahabat papa!" jelas Shabita gugup.


Jleb!


Hati Galang bagai tertusuk belati, dikenalkan sebagai teman oleh istrinya sendiri bukan suami. Galang semakin kesal.


"Oh kirain siapa, aku kira dia orang yang spesial buat kamu, Maybe!" Gerry tersenyum manis.


"Martabak kali, spesial!" jawab Shabita dengan tertawa dibuat-buat supaya tidak canggung. Galang sendiri masih diam, kesal dan ingin marah sejujurnya.


"Hem, Spy (sepay alias singkatan dari Shabita Putri Yudha, panggilan akrab Gerry) maaf ya, aku baru kesini hari ini. Kemaren aku masih di jogja." jelas Gerry.


Galang mengernyitkan dahinya mendengar panggilan Gerry. Sungguh menurutnya itu menggelikan.


"Iya gak papa. Aku udah seneng kok kamu mau datang kesini!" timpal Shabita.


Hah, Galang dibuat semakin geram karena seolah tidak dianggap ada oleh keduanya.


"Gue permisi dulu!" pamit Galang pada akhirnya.


"Mau kemana?" tanya Shabita menatap Galang yang sudah berdiri.


"Mau istirahat di kamar. Disini takut ganggu kucing lagi pacaran!" ketus Galang kemudian pergi meninggalkan Shabita dan Gerry.

__ADS_1


(Yang mau liat visual Galang-Shabita ada di tiktok aku, "Finap0404") Makasih ☺


__ADS_2