Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 69


__ADS_3

Acara sudah berjalan beberapa jam, mungkin sekitar satu jam lagi akan selesai. Sedari tadi Galang tidak melihat Shabita maupun Hanin duduk di tempatnya.


"Lang, kenapa lo?" tanya Amir yang melihat Galang gelisah.


"Dari tadi gue gak liat Shabita." keluh Galang.


"Oh, mungkin dia pindah duduk kali." timpal Amir.


Mereka berbincang dibelakang backstage.


"Galang!" panggil Kevin yang lari tergopoh-gopoh bersama Tiara. Galang menautkan alisnya.


"Apa?" sahut Galang.


Tiara dan Kevin sama ngos-ngosan. Mereka berdua sedang mengatur napas sejenak.


"Kenapa lo berdua? Dikejar setan, kah?" celetuk Amir.


"Ini lebih dari setan." timpal Kevin dengan napas masih tersengal.


"Mana ada setan di tempat rame begini?!" sergah Amir.


"Lo diem dulu Anak Onta! Gue mau ngomong sama Galang." sewot Kevin.


"Dih sewot banget, loh."


"Lang, Shabita." ucap Tiara sedikit panik.

__ADS_1


"Kenapa dengan Shabita?" selidik Galang.


"Tadi gue pas di toilet gak sengaja denger orang lagi nelpon dan dia bahas penculikan Shabita gitu. Orang itu nyuruh membawa Shabita ke apartemennya." jelas Tiara.


"Apa?" Galang langsung panik.


"Siapa orang itu?" tanya Amir ikut panik juga.


"Gue gak tau orang itu siapa. Pas gue mau keluar orang itu langsung lari keluar toilet. Dari tadi gue nyari lo, tapi sudah banget ketemunya sampai akhirnya gue ketenu Kevin di koridor." tutur Tiara dengan wajah panik juga.


Tanpa menunggu lama lagi Galang segera berlari ke luar sekolah. Mobilnya tidak mungkin bisa keluar karena terhalang oleh orang-orang.


"Galang, gue ikut!" seru Kevin.


"Gue juga ikut!" timpal Amir.


"Kevin, gue ikut!" ucap Tiara. Kevin mengangguk kemudian menyusul Galang.


Mereka bertiga naik taksi yang tujuannya entah kemana.


"Lang, sebaiknya lo tenang dulu." ujar Kevin.


Galang semakin panik ketika Shabita tidak mengangkat telponnya.


"Arghhh!" geram Galang.


"Lang, no Shabita aktifkan?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Iya, tapi gak diangkat." panik Galang.


"Tenang, Lang. Gue bisa bantu lo." seru Tiara.


"Caranya?" Kevin menatap Tiara yang duduk disebelahnya.


"Pinjemin gue tab atau laptop." pinta Tiara.


"Ayo kita ke rumah gue yang paling deket dari sini." usul Kevin.


Sampai di rumah Kevin, laki-laki berparas oriental itu gegas mengambil laptop di kamarnya. Tiara dan Galang menunggu di ruang tamu. Wajah Galang semakin tidak tenang, takut terjadi hal buruk pada istrinya.


HP Galang berdering, rupanya Amir yang menelpon. Amir mengatakan kalau Shabita hilang di toilet, itu adalah informasi dari Hanin.


Tangan Tiara dengan lincah mengotak-atik laptop Kevin untuk melacak keberadaan Shabita. Tidak sampai lima menit, Tiara sudah bisa melacak lokasi Shabita.


"Nah disini." seru Tiara.


Setelah mendapatkan alamatnya, mereka segera kesana dengan menggunakan mobil Kevin Galang mengemudi sangat kencang seakan tidak peduli dengan keselamatannya sendiri. Dalam pikirannya hanya ada Shabita.


"Galang, woy pelan-pelan, gue belum kawin!" teriak Kevin seraya memegang hand grip sangat kencang.


Tiara pun melakukan hal yang sama di jok belakang. Ketegangan dan ketakutan menyelimuti mereka.


"Galang, gue belum siap mati. Gue mau kawin dulu!" teriak Kevin lagi. Galang mengemudi dengan gila-gilaan seperti pembalap F1.


Galang tidak peduli dengan ocehan Kevin. Hatinya sangat tidak tenang jika belum menemukan Shabita. Akan sangat menyesal sekali hidup Galang kalau sampai terjadi sesuatu pada istrinya.

__ADS_1


Galang semakin memacu kecepatannya, beruntung jalanan tidak ramai karena hari juga sudah mulai larut.


__ADS_2